Was was dalam Shalat dan Cara Mengatasinya

was was dalam shalat

Pecihitam.org – Ketika melakukan shalat kita dianjurkan untuk khusuk, namun sebagai manusia biasa ternyata memang tidak mudah dalam melakukannya, malah tidak jarang merasa was was ketika melakukan shalat.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Perasaan was was justru kadang timbul pada mereka yang sudah mengerti tata cara shalat dengan baik dan sudah pernah belajar fiqih dasar, seperti syarat, rukun, dan perkara yang membatalkan ibadah tersebut. Malah terkadang hukum-hukum tersebut sudah hafal di luar kepala, namun hal itu pula yang kadang menjadi kelemahan.

Lalu mengapa hal tersebut bisa terjadi? Dan bagaimana cara mengatasinya? Syekh Abu Bakar Syatha dalam I’anatut Thalibin menceritakan sebuah kisah berikut ini.

Jarir bin ‘Ubaidah al-‘Adawi bercerita, “Aku curhat pada al-‘Ala bin Ziyad mengenai rasa was was yang ada di hatiku.” Beliau pun pun menjawab, “Perumpamaan sebuah rumah yang dilewati maling itu  bila terdapat barang berharga di dalamnya, maka maling itu akan masuk. Jika tidak ada barang berharga, maka ia akan meninggalkan rumah tersebut.”

Baca Juga:  Hukum Mengqadha Shalat Tanpa Menggunakan "Qadha'an" dalam Niatnya?

Nah, begitu pun dengan hati. Seseorang yang di dalam hatinya selalu berdzikir pada Allah, tidak ada jalan bagi setan untuk memasukinya. Namun, jika hati itu kosong, maka setan pun akan lebih mudah memasuki hati yang kosong tersebut.

Seorang hamba Allah itu pasti akan selalu diganggu oleh setan. Namun dzikiran yang selalu dilantunkan akan menyelamatkannya dari rasa was was tersebut.

Ada juga cerita dari Qais bin al-Hajjaj. “Setan pernah bilang padaku: “Saya pernah coba mengganggumu, dan waktu itu saya serasa besar seperti unta. Tapi hari ini saya serasa kecil seperti burung emprit.” “Mengapa bisa begitu?” tanya Qais bin al-Hajjaj pada setan. “Anda mampu mengecilkan saya dengan (sering membaca) Alquran.”

Terkait was was, Sayid Ahmad bin al-Jauzi juga pernah curhat pada Abu Sulaiman al-Darani. “Sekiranya kamu merasa was was itu datang, cobalah merasa bahagia. Jika kamu bahagia maka was was akan hilang dengan sendirinya,” nasihat Abu Sulaiman al-Darani pada Sayid Ahmad.

Baca Juga:  31 Lokasi Ini Dilewati Gerhana Matahari Cincin Besok! Begini Panduan Sholatnya

Dalam hal ini sebab kebahagian seorang mukmin itu merupakan sesuatu hal yang paling dibenci oleh setan. Itulah mengapa ketika anda merasa susah dan bersedih hati, setan akan membuat anda semakin was was.

Selain itu, Imam an-Nawawi juga pernah berkata demikian, “Was was itu hanya menimpa pada seseorang yang keimanannya sudah baik. Ini seumpama maling yang tak mungkin mencuri di rumah yang rusak.”

Dari beberapa cuplikan kisah di atas dapat kita renungkan, bahwa ternyata orang yang mudah terkena penyakit was was itu mereka yang jarang mengingat Allah dengan berdzikir. Setan atau jin akan mudah merasuk kedalam hati yang kosong dan sering melamun.

Oleh karena itu selalu perbanyaklah membaca Al-quran, membaca shalawat, dan dzikir lainnya kepada Allah. Namun, bila anda merasa sudah telanjur terkena penyakit was was dalam shalat tersebut, maka coba bacalah dzikir berikut ini sebelum shalat:

Baca Juga:  Masalah Meluruskan Arah Kiblat, Begini Penjelasan Ulama Syafiiyah

Bacalah surat An-Nas “Qul a’ụdzu birabbin-nas … dan seterusnya. Satu kali kemudian membaca hauqalah:

لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ العَلِيِّ العَظِيْمِ

La haula wa la quwwata illa billahil ‘aliyyil azhimi

Artinya, “Tiada daya dan upaya kecuali dengan kekuatan Allah yang maha tinggi lagi maha agung.

Dengan membaca dzikir diatas semoga dengan pertolongan Allah perasaan was was dalam hati kita hilang ketika shalat. Demikian semoga bermanfaat. Wallahua’lam bisshawab.

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik