Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /srv/users/blogpecihitam/apps/pecihitam/public/wp-content/plugins/post-pay-counter/post-pay-counter.php:1) in /srv/users/blogpecihitam/apps/pecihitam/public/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1831

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /srv/users/blogpecihitam/apps/pecihitam/public/wp-content/plugins/post-pay-counter/post-pay-counter.php:1) in /srv/users/blogpecihitam/apps/pecihitam/public/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1831

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /srv/users/blogpecihitam/apps/pecihitam/public/wp-content/plugins/post-pay-counter/post-pay-counter.php:1) in /srv/users/blogpecihitam/apps/pecihitam/public/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1831

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /srv/users/blogpecihitam/apps/pecihitam/public/wp-content/plugins/post-pay-counter/post-pay-counter.php:1) in /srv/users/blogpecihitam/apps/pecihitam/public/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1831

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /srv/users/blogpecihitam/apps/pecihitam/public/wp-content/plugins/post-pay-counter/post-pay-counter.php:1) in /srv/users/blogpecihitam/apps/pecihitam/public/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1831

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /srv/users/blogpecihitam/apps/pecihitam/public/wp-content/plugins/post-pay-counter/post-pay-counter.php:1) in /srv/users/blogpecihitam/apps/pecihitam/public/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1831

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /srv/users/blogpecihitam/apps/pecihitam/public/wp-content/plugins/post-pay-counter/post-pay-counter.php:1) in /srv/users/blogpecihitam/apps/pecihitam/public/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1831

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /srv/users/blogpecihitam/apps/pecihitam/public/wp-content/plugins/post-pay-counter/post-pay-counter.php:1) in /srv/users/blogpecihitam/apps/pecihitam/public/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1831
{"id":17477,"date":"2019-10-31T15:55:46","date_gmt":"2019-10-31T08:55:46","guid":{"rendered":"https:\/\/pecihitam.org\/?p=17477"},"modified":"2019-10-31T15:55:48","modified_gmt":"2019-10-31T08:55:48","slug":"jual-beli-sperma-hewan-untuk-inseminasi-buatan-bagaimanakah-hukumnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pecihitam.org\/jual-beli-sperma-hewan-untuk-inseminasi-buatan-bagaimanakah-hukumnya\/","title":{"rendered":"Jual Beli Sperma Hewan untuk Inseminasi Buatan, Bagaimanakah Hukumnya?"},"content":{"rendered":"\n

Pecihitam.org<\/strong> – Dalam banyak forum Bahtsul Masail, sebenarnya kasus jual beli sperma (mani) hewan ternak untuk kepentingan inseminasi buatan (IB) ini sudah lama sekali dibahas. Namun kiranya, tidak salah juga untuk disampaikan. Ini mengingat kesimpangsiuran pendapat terkadang kembali muncul di masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Setidaknya kita bisa menganalisis hukum mengenai kasus jual beli sperma hewan ternak ini berdasarkan beberapa faktor yang menjadi dasar objek pandangan hukum. Pertama, berkaitan dengan syarat barang yang boleh diperjualbelikan; dan kedua, berkaitan dengan mani itu sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Syarat barang boleh diperjualbelikan Dalam al-Mausu\u2019ah al-Fiqhiyyah disebutkan bahwa, suatu barang boleh diperjualbelikan dan sah manakala barang tersebut memenuhi beberapa syarat sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n

\u0623\u0646 \u064a\u0643\u0648\u0646 \u0645\u0648\u062c\u0648\u062f\u0627 \u062d\u064a\u0646 \u0627\u0644\u0639\u0642\u062f \u0641\u0644\u0627\u064a\u0635\u062d \u0628\u064a\u0639 \u0627\u0644\u0645\u0639\u062f\u0648\u0645 \u0648\u0630\u0644\u0643 \u0628\u0627\u062a\u0641\u0627\u0642 \u0627\u0644\u0641\u0642\u0647\u0627\u0621 <\/strong><\/p>\n\n\n\n

Artinya: \u201c[Pertama] barang yang diperjualbelikan itu wujud saat akad. Oleh karena itu, tidak sah menjualbelikan barang yang tidak ada. Demikian ini merupakan kesepakatan para ulama\u201d (al-Mausu\u2019atu al-Fiqhiyyah, 5143).<\/em><\/p>\n\n\n\n

\u0623\u0646 \u064a\u0643\u0648\u0646 \u0645\u0627\u0644\u0627 \u0648\u0639\u0628\u0631 \u0627\u0644\u0645\u0627\u0644\u0643\u064a\u0629 \u0648\u0627\u0644\u0634\u0627\u0641\u0639\u064a\u0629 \u0639\u0646 \u0647\u0630\u0627 \u0627\u0644\u0634\u0631\u0637 \u0628\u0644\u0641\u0638 \u0627\u0644\u0646\u0641\u0639 \u0623\u0648 \u0627\u0644\u0625\u0646\u062a\u0641\u0627\u0639 <\/strong><\/p>\n\n\n\n

Artinya: [Kedua] barang yang dijual adalah berupa harta. Ulama Malikiyah dan Syafi\u2019iyah mengistilahkan syarat kedua ini dengan barang manfaat atau bisa diambil manfaatnya\u201d (al-Mausu\u2019atu al-Fiqhiyyah, 5143).<\/em><\/p>\n\n\n\n

\u0623\u0646 \u064a\u0643\u0648\u0646 \u0645\u0645\u0644\u0648\u0643\u0627 \u0644\u0645\u0646 \u064a\u0644\u064a \u0627\u0644\u0639\u0642\u062f \u0648\u0630\u0627\u0644\u0643 \u0625\u0630\u0627 \u0643\u0627\u0646 \u064a\u0628\u064a\u0639 \u0628\u0627\u0644\u0625\u0635\u0627\u0644\u0629 \u0648\u0627\u0639\u062a\u0628\u0631 \u0627\u0644\u062d\u0646\u0641\u064a\u0629 \u0647\u0630\u0627 \u0627\u0644\u0634\u0631\u0637 \u0645\u0646 \u0634\u0631\u0648\u0637 \u0627\u0644\u0625\u0646\u0639\u0642\u0627\u062f <\/strong><\/p>\n\n\n\n

Artinya: \u201c[Ketiga] barang yang dijual merupakan barang yang dikuasai oleh orang yang melakukan akad. Dan syarat demikian ini berlaku ketika jual beli dilakukan dengan jalan langsung. Para ulama dari kalangan Hanafiyah menyebut hal ini sebagai bagian dari syarat sahnya jual beli\u201d (al-Mausu\u2019atu al-Fiqhiyyah, 5144).<\/em><\/p>\n\n\n\n

\u0623\u0646 \u064a\u0643\u0648\u0646 \u0645\u0642\u062f\u0648\u0631 \u0627\u0644\u062a\u0633\u0644\u064a\u0645 <\/strong><\/p>\n\n\n\n

Artinya: \u201c[Keempat] barang yang dijual mampu diserahterimakan.\u201d (al-Mausu\u2019atu al-Fiqhiyyah, 5145)<\/em><\/p>\n\n\n\n

\u0623\u0646 \u064a\u0643\u0648\u0646 \u0645\u0639\u0644\u0648\u0645\u0627 \u0644\u0643\u0644 \u0645\u0646 \u0627\u0644\u0639\u0627\u0642\u062f\u064a\u0646 <\/strong><\/p>\n\n\n\n

Artinya: \u201c[Kelima] barang yang djual merupakan barang yang diketahui (ma\u2019lum) oleh masing-masing pihak yang melakukan transaksi\u201d (al-Mausu\u2019atu al-Fiqhiyyah, 5145).<\/em><\/p>\n\n\n\n

Hukum asal jual beli sperma hewan ternak<\/strong><\/h4>\n\n\n\n

Banyak yang memandang bahwa hukum asal jual beli sperma hewan ternak ini adalah sama pengertiannya dengan contoh kasus \u2018asbu al-fahli, yaitu jual beli pajangan onta yang diharapkan pembuahan spermanya atas onta betina.<\/p>\n\n\n\n

Mereka mendasarkan pada pengertian hadits yang diriwayatkan dari sahabat Ibnu Umar radliyallahu \u2018anhuma:<\/p>\n\n\n\n

\u0646\u0647\u0649 \u0631\u0633\u0648\u0644 \u0627\u0644\u0644\u0647 \u0635\u0644\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0647 \u0639\u0644\u064a\u0647 \u0648\u0633\u0644\u0645 \u0639\u0646 \u0639\u0633\u0628 \u0627\u0644\u0641\u062d\u0644 <\/strong><\/p>\n\n\n\n

Artinya: \u201cRasulullah SAW telah melarang \u2018asbul fahli\u201d (Shahih al-Bukhari, juz IV halaman 461). <\/p>\n\n\n\n

Dengan dasar hadits ini, mereka langsung memutuskan haram jual beli sperma hewan ternak. Yang luput dari perhatian kalangan ini sebenarnya ada dua, yaitu:<\/p>\n\n\n\n

  1. Dalam kasus \u2018asbu al-fahli ini, ada proses menjima\u2019nya hewan pejantan ke hewan betina.”<\/li>
  2. Sperma yang dikeluarkan oleh pejantan tidak bisa diyakini sebagai yang berhasil membuahi hewan betina dan tidak diketahui ukurannya.<\/li><\/ol>\n\n\n\n

    Nah, yang dimaksud dengan dilarangnya \u2018asbu al-fahli pada hadits di atas, menurut pertimbangan para fuqaha\u2019 adalah karena yang dijual adalah sperma pejantan. Penyebabnya?<\/p>\n\n\n\n

    1. Sperma yang disalurkan adalah tidak bisa diukur. Karena tidak bisa diukur itu, maka yang menjadi illat keharaman adalah karena unsur majhul (tidak diketahuinya) sperma tersebut. Oleh karenanya, kasus \u2018asbu al-fahli bisa dikelompokkan dalam jual beli barang yang tidak diketahui.<\/li>
    2. Orang membawa hewan betinanya ke pemilik hewan pejantan adalah dalam rangka agar hewannya dibuahi oleh pejantan. Padahal, dalam kasus jima\u2019 semacam, tidak selalu sperma bisa membuahi rahim betina.<\/li><\/ol>\n\n\n\n

      Oleh karenanya, kasus jual beli di atas disamakan dengan istilah jual beli munabadzah (lempar batu). Mengapa?<\/p>\n\n\n\n

      Tidak lain disebabkan unsur ketidakjelasan pembuahan tersebut. Oleh karena ketidakjelasan itu pula maka kasus \u2018asbu al-fahli menyimpan unsur maisir (spekulatif \/ untung-untungan).<\/p>\n\n\n\n

      Kalau beruntung, maka sapi betinanya hamil akibat pembuahan itu. Namun jika tidak beruntung, ia kehilangan uangnya. Jadi, dengan memperhatikan rincian di atas, maka pada hakikatnya jual beli sperma itu hukum asalnya adalah boleh, dengan catatan:<\/p>\n\n\n\n

      1. Spermanya terukur.<\/li>
      2. Ada kepastian pembuahannya dan tidak melalui kasus persenggamaan langsung (jima\u2019). Sebab persenggamaan langsung itu merupakan \u2018illat bagi ketidakjelasan ukuran dan kepastian pembuahan.<\/li><\/ol>\n\n\n\n

        Apa bukti penguat dari pendapat ini? Kalangan Syafiiyah dan Hanabilah membolehkan sewa-menyewa pejantan dengan catatan adanya manfaat yang bisa diambil selama waktu tertentu yang diketahui (ma\u2019lum).<\/p>\n\n\n\n

        \u0648\u0641\u064a \u0648\u062c\u0647 \u0644\u0644\u0634\u0627\u0641\u0639\u064a\u0629 \u0648\u0627\u0644\u062d\u0646\u0627\u0628\u0644\u0629 \u062a\u062c\u0648\u0632 \u0627\u0644\u0625\u062c\u0627\u0631\u0629 \u0645\u062f\u0629 \u0645\u0639\u0644\u0648\u0645\u0629 \u060c \u0648\u0647\u0648 \u0642\u0648\u0644 \u0627\u0644\u062d\u0633\u0646 \u0648\u0627\u0628\u0646 \u0633\u064a\u0631\u064a\u0646 \u0648\u0631\u0648\u0627\u064a\u0629 \u0639\u0646 \u0645\u0627\u0644\u0643 \u0642\u0648\u0627\u0647\u0627 \u0627\u0644\u0623\u0628\u0647\u0631\u064a \u0648\u063a\u064a\u0631\u0647 \u060c \u0648\u062d\u0645\u0644 \u0627\u0644\u0646\u0647\u064a \u0639\u0644\u0649 \u0645\u0627 \u0625\u0630\u0627 \u0648\u0642\u0639 \u0644\u0623\u0645\u062f \u0645\u062c\u0647\u0648\u0644 \u060c \u0648\u0623\u0645\u0627 \u0625\u0630\u0627 \u0627\u0633\u062a\u0623\u062c\u0631\u0647 \u0645\u062f\u0629 \u0645\u0639\u0644\u0648\u0645\u0629 \u0641\u0644\u0627 \u0628\u0623\u0633 \u0643\u0645\u0627 \u064a\u062c\u0648\u0632 \u0627\u0644\u0627\u0633\u062a\u0626\u062c\u0627\u0631 \u0644\u062a\u0644\u0642\u064a\u062d \u0627\u0644\u0646\u062e\u0644 <\/strong><\/p>\n\n\n\n

        Artinya, \u201cMenurut wajah pendapat dari kalangan Syafi\u2019iyah dan Hanabilah, boleh hukumnya menyewakan (pejantan) selama masa waktu tertentu. Ini adalah pendapat al-Hasan, Ibnu Sirin dan satu riwayat dari Imam Malik yang dikuatkan oleh al-Abhary dan lainnya. Jadi, larangan sebagaimana yang termuat dalam hadits itu adalah apabila hal itu terjadi untuk kasus batas waktu yang tidak diketahui (majhul). Adapun bila kasus disewakan dengan batas waktu yang diketahui, maka tidak apa sebagaimana diperbolehkannya mengambil ongkos pembelian \u2018sari\u2019 (bunga jantan) untuk mengawinkan anggur.\u201d (Ibnu Hajar al-Asqalani, Fathu al-Bari<\/a><\/strong>, Beirut: Daru al-Fikr, tt.: juz 4: 529)<\/em><\/p>\n\n\n\n

        Jadi, andai dipungut berdasar akad sewa menyewa hewan pejantan, maka harus ditentukan bahwa manfaatnya itu adalah berupa menjimaknya hewan jantan ke hewan betina. Dan ada lama penyewaan yang diketahui, misalnya 2 hari atau 3 hari.<\/p>\n\n\n\n

        Jika hanya sekedar persenggamaan saja, maka tidak diperbolehkan, disebabkan sama dengan jual beli sperma yang tidak diketahui kadar dan ukuran mani tersebut serta pembuahannya yang tidak bisa dipastikan. <\/p>\n\n\n\n

        Dengan begitu, apakah jual beli sperma hewan ternak yang diambil lewat kasus inseminasi buatan diperbolehkan?<\/p>\n\n\n\n

        Dalam kasus inseminasi buatan (IB), mani hewan yang hendak diinjeksikan sudah diketahui kadar dan ukurannya karena ia sudah berada dalam botol penyimpanan yang siap diinjeksikan.<\/p>\n\n\n\n

        Oleh karenanya ia termasuk barang ma\u2019lum (diketahui) sehingga tidak bertentangan dengan syarat mabi\u2019 (barang) yang boleh dijualbelikan. Demikian semoga bermanfaat. Wallahua\u2019lam bishawab. <\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"

        Pecihitam.org – Dalam banyak forum Bahtsul Masail, sebenarnya kasus jual beli sperma (mani) hewan ternak untuk kepentingan inseminasi buatan (IB) ini sudah lama sekali dibahas. Namun kiranya, tidak salah juga untuk disampaikan. Ini mengingat kesimpangsiuran pendapat terkadang kembali muncul di masyarakat. Setidaknya kita bisa menganalisis hukum mengenai kasus jual beli sperma hewan ternak ini berdasarkan […]<\/p>\n","protected":false},"author":14,"featured_media":17826,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[5933,5932,5931],"yoast_head":"\nJual Beli Sperma Hewan untuk Inseminasi Buatan, Bagaimanakah Hukumnya? - Pecihitam.org<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Banyak yang memandang bahwa hukum asal jual beli sperma hewan ternak ini adalah sama pengertiannya dengan contoh kasus \u2018asbu al-fahli\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/pecihitam.org\/jual-beli-sperma-hewan-untuk-inseminasi-buatan-bagaimanakah-hukumnya\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Jual Beli Sperma Hewan untuk Inseminasi Buatan, Bagaimanakah Hukumnya? - Pecihitam.org\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Banyak yang memandang bahwa hukum asal jual beli sperma hewan ternak ini adalah sama pengertiannya dengan contoh kasus \u2018asbu al-fahli\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/pecihitam.org\/jual-beli-sperma-hewan-untuk-inseminasi-buatan-bagaimanakah-hukumnya\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Pecihitam.org\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/newpecihitam\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-10-31T08:55:46+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2019-10-31T08:55:48+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/pecihitam.org\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/jual-beli-sperma-hewan.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"640\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Arif Rahman Hakim\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Arif Rahman Hakim\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/pecihitam.org\/jual-beli-sperma-hewan-untuk-inseminasi-buatan-bagaimanakah-hukumnya\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/pecihitam.org\/jual-beli-sperma-hewan-untuk-inseminasi-buatan-bagaimanakah-hukumnya\/\"},\"author\":{\"name\":\"Arif Rahman Hakim\",\"@id\":\"https:\/\/pecihitam.org\/#\/schema\/person\/26f584cb333202a9193dd34cb3c1cc9b\"},\"headline\":\"Jual Beli Sperma Hewan untuk Inseminasi Buatan, Bagaimanakah Hukumnya?\",\"datePublished\":\"2019-10-31T08:55:46+00:00\",\"dateModified\":\"2019-10-31T08:55:48+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/pecihitam.org\/jual-beli-sperma-hewan-untuk-inseminasi-buatan-bagaimanakah-hukumnya\/\"},\"wordCount\":788,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/pecihitam.org\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/pecihitam.org\/jual-beli-sperma-hewan-untuk-inseminasi-buatan-bagaimanakah-hukumnya\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/pecihitam.org\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/jual-beli-sperma-hewan.jpg\",\"keywords\":[\"inseminasi buatan\",\"jual beli sperma\",\"sperma hewan\"],\"articleSection\":[\"Kajian Islam\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/pecihitam.org\/jual-beli-sperma-hewan-untuk-inseminasi-buatan-bagaimanakah-hukumnya\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/pecihitam.org\/jual-beli-sperma-hewan-untuk-inseminasi-buatan-bagaimanakah-hukumnya\/\",\"url\":\"https:\/\/pecihitam.org\/jual-beli-sperma-hewan-untuk-inseminasi-buatan-bagaimanakah-hukumnya\/\",\"name\":\"Jual Beli Sperma Hewan untuk Inseminasi Buatan, Bagaimanakah Hukumnya? - Pecihitam.org\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/pecihitam.org\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/pecihitam.org\/jual-beli-sperma-hewan-untuk-inseminasi-buatan-bagaimanakah-hukumnya\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/pecihitam.org\/jual-beli-sperma-hewan-untuk-inseminasi-buatan-bagaimanakah-hukumnya\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/pecihitam.org\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/jual-beli-sperma-hewan.jpg\",\"datePublished\":\"2019-10-31T08:55:46+00:00\",\"dateModified\":\"2019-10-31T08:55:48+00:00\",\"description\":\"Banyak yang memandang bahwa hukum asal jual beli sperma hewan ternak ini adalah sama pengertiannya dengan contoh kasus \u2018asbu al-fahli\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/pecihitam.org\/jual-beli-sperma-hewan-untuk-inseminasi-buatan-bagaimanakah-hukumnya\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/pecihitam.org\/jual-beli-sperma-hewan-untuk-inseminasi-buatan-bagaimanakah-hukumnya\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/pecihitam.org\/jual-beli-sperma-hewan-untuk-inseminasi-buatan-bagaimanakah-hukumnya\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/pecihitam.org\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/jual-beli-sperma-hewan.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/pecihitam.org\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/jual-beli-sperma-hewan.jpg\",\"width\":1024,\"height\":640,\"caption\":\"jual beli sperma hewan\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/pecihitam.org\/jual-beli-sperma-hewan-untuk-inseminasi-buatan-bagaimanakah-hukumnya\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/pecihitam.org\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Jual Beli Sperma Hewan untuk Inseminasi Buatan, Bagaimanakah Hukumnya?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/pecihitam.org\/#website\",\"url\":\"https:\/\/pecihitam.org\/\",\"name\":\"Pecihitam.org\",\"description\":\"Suara Islam Ahlussunnah wal Jamaah\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/pecihitam.org\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/pecihitam.org\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/pecihitam.org\/#organization\",\"name\":\"Pecihitam.org\",\"url\":\"https:\/\/pecihitam.org\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/pecihitam.org\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/pecihitam.org\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/Logo-Pecihitam.org_.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/pecihitam.org\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/Logo-Pecihitam.org_.png\",\"width\":2401,\"height\":2401,\"caption\":\"Pecihitam.org\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/pecihitam.org\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/newpecihitam\/\",\"https:\/\/www.instagram.com\/pecihitam_org\/\",\"https:\/\/id.pinterest.com\/pecihitam_org\/\",\"https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UCVZO49u3U4iibd-X7MmqBcQ\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/pecihitam.org\/#\/schema\/person\/26f584cb333202a9193dd34cb3c1cc9b\",\"name\":\"Arif Rahman Hakim\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/pecihitam.org\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/880beb33481817e1ff908f6602d7ec85?s=96&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/880beb33481817e1ff908f6602d7ec85?s=96&r=g\",\"caption\":\"Arif Rahman Hakim\"},\"description\":\"Pengurus PWCINU dan LAZIZNU Okinawa - Jepang Tahun 2017\",\"url\":\"https:\/\/pecihitam.org\/author\/ariefhakim\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Jual Beli Sperma Hewan untuk Inseminasi Buatan, Bagaimanakah Hukumnya? - Pecihitam.org","description":"Banyak yang memandang bahwa hukum asal jual beli sperma hewan ternak ini adalah sama pengertiannya dengan contoh kasus \u2018asbu al-fahli","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/pecihitam.org\/jual-beli-sperma-hewan-untuk-inseminasi-buatan-bagaimanakah-hukumnya\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Jual Beli Sperma Hewan untuk Inseminasi Buatan, Bagaimanakah Hukumnya? - Pecihitam.org","og_description":"Banyak yang memandang bahwa hukum asal jual beli sperma hewan ternak ini adalah sama pengertiannya dengan contoh kasus \u2018asbu al-fahli","og_url":"https:\/\/pecihitam.org\/jual-beli-sperma-hewan-untuk-inseminasi-buatan-bagaimanakah-hukumnya\/","og_site_name":"Pecihitam.org","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/newpecihitam\/","article_published_time":"2019-10-31T08:55:46+00:00","article_modified_time":"2019-10-31T08:55:48+00:00","og_image":[{"width":1024,"height":640,"url":"https:\/\/pecihitam.org\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/jual-beli-sperma-hewan.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Arif Rahman Hakim","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Arif Rahman Hakim","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/pecihitam.org\/jual-beli-sperma-hewan-untuk-inseminasi-buatan-bagaimanakah-hukumnya\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/pecihitam.org\/jual-beli-sperma-hewan-untuk-inseminasi-buatan-bagaimanakah-hukumnya\/"},"author":{"name":"Arif Rahman Hakim","@id":"https:\/\/pecihitam.org\/#\/schema\/person\/26f584cb333202a9193dd34cb3c1cc9b"},"headline":"Jual Beli Sperma Hewan untuk Inseminasi Buatan, Bagaimanakah Hukumnya?","datePublished":"2019-10-31T08:55:46+00:00","dateModified":"2019-10-31T08:55:48+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/pecihitam.org\/jual-beli-sperma-hewan-untuk-inseminasi-buatan-bagaimanakah-hukumnya\/"},"wordCount":788,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/pecihitam.org\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/pecihitam.org\/jual-beli-sperma-hewan-untuk-inseminasi-buatan-bagaimanakah-hukumnya\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/pecihitam.org\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/jual-beli-sperma-hewan.jpg","keywords":["inseminasi buatan","jual beli sperma","sperma hewan"],"articleSection":["Kajian Islam"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/pecihitam.org\/jual-beli-sperma-hewan-untuk-inseminasi-buatan-bagaimanakah-hukumnya\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/pecihitam.org\/jual-beli-sperma-hewan-untuk-inseminasi-buatan-bagaimanakah-hukumnya\/","url":"https:\/\/pecihitam.org\/jual-beli-sperma-hewan-untuk-inseminasi-buatan-bagaimanakah-hukumnya\/","name":"Jual Beli Sperma Hewan untuk Inseminasi Buatan, Bagaimanakah Hukumnya? - Pecihitam.org","isPartOf":{"@id":"https:\/\/pecihitam.org\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/pecihitam.org\/jual-beli-sperma-hewan-untuk-inseminasi-buatan-bagaimanakah-hukumnya\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/pecihitam.org\/jual-beli-sperma-hewan-untuk-inseminasi-buatan-bagaimanakah-hukumnya\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/pecihitam.org\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/jual-beli-sperma-hewan.jpg","datePublished":"2019-10-31T08:55:46+00:00","dateModified":"2019-10-31T08:55:48+00:00","description":"Banyak yang memandang bahwa hukum asal jual beli sperma hewan ternak ini adalah sama pengertiannya dengan contoh kasus \u2018asbu al-fahli","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/pecihitam.org\/jual-beli-sperma-hewan-untuk-inseminasi-buatan-bagaimanakah-hukumnya\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/pecihitam.org\/jual-beli-sperma-hewan-untuk-inseminasi-buatan-bagaimanakah-hukumnya\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/pecihitam.org\/jual-beli-sperma-hewan-untuk-inseminasi-buatan-bagaimanakah-hukumnya\/#primaryimage","url":"https:\/\/pecihitam.org\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/jual-beli-sperma-hewan.jpg","contentUrl":"https:\/\/pecihitam.org\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/jual-beli-sperma-hewan.jpg","width":1024,"height":640,"caption":"jual beli sperma hewan"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/pecihitam.org\/jual-beli-sperma-hewan-untuk-inseminasi-buatan-bagaimanakah-hukumnya\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/pecihitam.org\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Jual Beli Sperma Hewan untuk Inseminasi Buatan, Bagaimanakah Hukumnya?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/pecihitam.org\/#website","url":"https:\/\/pecihitam.org\/","name":"Pecihitam.org","description":"Suara Islam Ahlussunnah wal Jamaah","publisher":{"@id":"https:\/\/pecihitam.org\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/pecihitam.org\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/pecihitam.org\/#organization","name":"Pecihitam.org","url":"https:\/\/pecihitam.org\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/pecihitam.org\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/pecihitam.org\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/Logo-Pecihitam.org_.png","contentUrl":"https:\/\/pecihitam.org\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/Logo-Pecihitam.org_.png","width":2401,"height":2401,"caption":"Pecihitam.org"},"image":{"@id":"https:\/\/pecihitam.org\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/newpecihitam\/","https:\/\/www.instagram.com\/pecihitam_org\/","https:\/\/id.pinterest.com\/pecihitam_org\/","https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UCVZO49u3U4iibd-X7MmqBcQ"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/pecihitam.org\/#\/schema\/person\/26f584cb333202a9193dd34cb3c1cc9b","name":"Arif Rahman Hakim","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/pecihitam.org\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/880beb33481817e1ff908f6602d7ec85?s=96&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/880beb33481817e1ff908f6602d7ec85?s=96&r=g","caption":"Arif Rahman Hakim"},"description":"Pengurus PWCINU dan LAZIZNU Okinawa - Jepang Tahun 2017","url":"https:\/\/pecihitam.org\/author\/ariefhakim\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pecihitam.org\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17477"}],"collection":[{"href":"https:\/\/pecihitam.org\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pecihitam.org\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pecihitam.org\/wp-json\/wp\/v2\/users\/14"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pecihitam.org\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=17477"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/pecihitam.org\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17477\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pecihitam.org\/wp-json\/wp\/v2\/media\/17826"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pecihitam.org\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=17477"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pecihitam.org\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=17477"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pecihitam.org\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=17477"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}