Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /srv/users/blogpecihitam/apps/pecihitam/public/wp-content/plugins/post-pay-counter/post-pay-counter.php:1) in /srv/users/blogpecihitam/apps/pecihitam/public/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1831

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /srv/users/blogpecihitam/apps/pecihitam/public/wp-content/plugins/post-pay-counter/post-pay-counter.php:1) in /srv/users/blogpecihitam/apps/pecihitam/public/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1831

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /srv/users/blogpecihitam/apps/pecihitam/public/wp-content/plugins/post-pay-counter/post-pay-counter.php:1) in /srv/users/blogpecihitam/apps/pecihitam/public/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1831

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /srv/users/blogpecihitam/apps/pecihitam/public/wp-content/plugins/post-pay-counter/post-pay-counter.php:1) in /srv/users/blogpecihitam/apps/pecihitam/public/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1831

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /srv/users/blogpecihitam/apps/pecihitam/public/wp-content/plugins/post-pay-counter/post-pay-counter.php:1) in /srv/users/blogpecihitam/apps/pecihitam/public/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1831

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /srv/users/blogpecihitam/apps/pecihitam/public/wp-content/plugins/post-pay-counter/post-pay-counter.php:1) in /srv/users/blogpecihitam/apps/pecihitam/public/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1831

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /srv/users/blogpecihitam/apps/pecihitam/public/wp-content/plugins/post-pay-counter/post-pay-counter.php:1) in /srv/users/blogpecihitam/apps/pecihitam/public/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1831

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /srv/users/blogpecihitam/apps/pecihitam/public/wp-content/plugins/post-pay-counter/post-pay-counter.php:1) in /srv/users/blogpecihitam/apps/pecihitam/public/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1831
{"id":25169,"date":"2019-12-12T18:56:06","date_gmt":"2019-12-12T11:56:06","guid":{"rendered":"https:\/\/pecihitam.org\/?p=25169"},"modified":"2019-12-12T18:56:07","modified_gmt":"2019-12-12T11:56:07","slug":"konsep-kebahagiaan-dan-kesedihan-menurut-al-kindi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pecihitam.org\/konsep-kebahagiaan-dan-kesedihan-menurut-al-kindi\/","title":{"rendered":"Konsep Kebahagiaan dan Kesedihan Menurut Al-Kindi"},"content":{"rendered":"

PeciHitam.org –\u00a0<\/strong>Kebahagiaan adalah cita-cita bagi setiap manusia, akan tetapi masih banyak manusia yang tidak mengerti arti kebahagiaan yang hakiki. Sehingga meskipun sudah berusaha untuk mencapai kebahagiaan, maka tetap saja kehidupannya diwarnai dengan kesedihan dan kegelisahan.<\/p>\n

Kenyataan ini telah membuat banyak pemikir yang terpanggil untuk menawarkan gagasan-gagasanya guna mengatasi persoalan tersebut, salah satunya al-Kindi<\/a>. Ada beberapa pendapat tentang Konsep Kebahagiaan dan Kesedihan Menurut Al-Kindi yang akan kita bahas disini, sebelum itu, kita akan mengulas sedikit mengenai siapa al-kindi.<\/p>\n

Al-Kindi atau alkindus, nama lengkapnya Abu Yusuf Ya\u2019kub ibn Ishaq ibn Shabbah ibn Imran ibn Ismail al-Ash\u2019ats ibn Qais al-Kindi. Ia populer dengan sebutan al-Kindi, yaitu dinisbatkan kepada Kindah, yakni suatu kabilah yang terkemukan pra-Islam yang merupakan dari Bani Kahlan yang menetap di Yaman.<\/p>\n

Ia lahir di Kufah<\/a>, tahun 801 M dan wafat sekitar tahun 866 M. Ia lahir pada masa khalifah harun al-Rasyid (786-809 M) dari Dinasti Bani Abbas (750-1258 M). Al-Kindi lahir dari keluarga bangsawan, terpelajar, dan kaya.<\/p>\n

Kebahagiaan dapat difahami sebagai keadaan atau perasaan senang, tenteram, dan terbebas darisemua yang sifatnya menyusahkan. Jika mengacu pada definisi diatas, maka dapat fahami bahwa ketentraman menjadi unsur yang sangat penting dalam kebahagiaan.<\/p>\n

Al-Kindi dalam karyanya yang berjudul al-Hil\u00e2h li Daf\u2019 al-Ahz\u00e2n<\/em> (seni menepis kesedihan), al-Kindi berupaya menganalisis beberapa penyakit jiwa, di antaranya adalah kesedihan (al-huzn).<\/p>\n

Menurutnya kesedihan adalah penyakit jiwa yang disebabkan karena hilangnya apa yang dicinta dan luputnya apa yang didamba. Untuk mengobati kesedihan, al-Kindi menawarkan pengobatan sebagai berikut.<\/p>\n

Pertama, kesedihan karena hilangnya apa yang dicinta. Untuk mengobatinya, al-Kindi menganjurkan agar manusia memahami sifat dasar keberadaan makhluk di dunia yang fana ini. Dengan pemahaman yang sempurna sehingga melahirkan keyakinan bahwa apapun yang dicintai didunia ini pasti akan terpisah dan musnah.<\/p>\n

Oleh karena itu manusia janganlah mengharapkan sesuatu apapun yang ada pada diri ini menjadi kekal abadi, karena hal itu sama dengan mengharap yang tak mungkin dan akan menimbulkan kesedihan.<\/p>\n

Kedua, yaitu luputnya yang didamba bisa diatasi dengan mengembangkan sikap hidup yang sederhana, suka menerima (qan\u00e2\u2018ah), menyesuaikan keinginan dengan kemampuan dan kemungkinan yang dimiliki, agar tidak lebih besar pengeluaran daripada penghasilan.<\/p>\n

Al-Kindi menyatakan bahwa didunia ini tidak ada yang bersifat abadi, tidak ada sesuatu yang menjadi hak milik pribadi, yang ada hanya kepemilikan sementara. Manusia sering merasa memiliki dan menginginkan apa yang dimilikinya bersifat abadi, sehingga ketika apa yang dimiliki itu dan yang diinginkan hilang, manusia pasti mengalami kesedihan, jiwa manusia mengalami problem keguncangan.<\/p>\n

Berikut ini al-Kindi memberikan nasehat kepada orang-orang yang hidupnya diliputi rasa penderitaan dan kesusahan. Menurut al-Kindi, jika diperhatikan apa sebab timbulnya kesusahan pada kebanyakan orang, akan dijumpai bahwa sebabnya ada dua.<\/p>\n