M Quraish Shihab Ulama Tafsir Nusantara dari Tanah Bugis

M Quraish Shihab

Pecihitam.org – Perkembangan tafsir di Nusantara bisa dibilang memiliki ceritanya tersendiri, ditandai dari bermunculannya karya-karya tafsir lokal buatan anak negeri yang tidak kalah dengan produk-produk tafsir ulama Arab sebagai pusat awal kemunculan Islam. Tafsir Al- Mishbah karangan M Quraish Shihab adalah satu di antaranya.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

M Quraish Shihab merupakan seorang figur cendekiawan muslim sekaligus pakar tafsir yang berasal dari Indonesia. Ia dilahirkan pada 16 Februari 1944, bertempat di Rappang  kabupaten Sidrap (Sidenreng Rappang), provinsi Sulawesi Selatan. Ia berasal dari keluarga keturunan Arab-Bugis.

Ayahnya Prof. Abdurrahman Shihab (1905-1986) merupakan keturunan Arab, yang selain dikenal sebagai seorang pengusaha/wiraswasta, dan politikus, juga merupakan sosok ulama/guru besar di bidang tafsir yang diakui ketokohannya oleh masyarakat banyak terkhusus di daerah Sulawesi Selatan.

Sedangkan darah Bugis diperoleh melalui garis keturunan ibunya bernama Asma, yang notabenenya merupakan seorang wanita bangsawan cucu dari raja Bugis.

Marga Shihab pada namanya dinisbahkan pada keluarga ayahnya. Marga tersebut secara silsilah dianggap bersambung nasabnya sampai kepada Rasulullah saw, penanda akan keturunan Nabi yang berasal dari Hadhramaut di Yaman.

Baca Juga:  Ini Tanggapan Atas Tuduhan Syiah Terhadap Prof Quraish Shihab

Dijelaskan bahwa kakek Quraish Shihab, Habib Ali bin Abdurrahman Shihab memang berasal dari tempat tersebut. Lazimnya marga ini juga digunakan di daerah Timur lainnya sepeti pada wilayah anak benua India termasuk pula Indonesia.

Pengenalan dan interaksi Quraish Shihab dengan wawasan-wawasan keislaman telah dimulai sejak kecil didukung oleh lingkungan keluarganya yang religius.

Kondisi keluarga yang agamais muncul dipengaruhi  oleh background keilmuan orang tuanya. Sehingga kecintaan serta ketertarikan Quraish Shihab terhadap al-Qur’an dan tafsir sendiri telah muncul sejak kecil.

Seperti yang telah disebutkan terlebih dahulu, ayahnya Abdurrahman Shihab memang dikenal sebagai seorang pakar tafsir yang berdedikasi di dunia pendidikan.

Quraish Shihab merupakan tokoh yang berperan sebagai pendiri sekaligus menjabat Rektor Universitas Muslim Indonesia pada tahun 1959-1965. Jabatan yang sama juga pernah diembannya sebagai rektor di IAIN Alauddin Makassar (sekarang UIN) pada tahun 1972-1977.

Dalam jejak pendidikan, sejak berumur 6-7 tahun Quraish Shihab sudah diharuskan untuk mengikuti kajian-kajian tafsir yang dibawakan oleh ayahnya sendiri. Bahkan pada usia 9 tahun ia telah terbiasa menemani sang ayah dalam aktivitas akademiknya sebagai seorang pengajar.

Baca Juga:  Inilah Kitab-Kitab Tafsir Al-Qur'an Karangan Para Ulama Nusantara

Disamping ayahnya, peran seorang Ibu juga tidak kalah pentingnya dalam memberikan dorongan kepada anak-anaknya untuk giat belajar terutama masalah agama. Dorongan Ibu inilah yang menjadi motivasi ketekunan dalam menuntut Ilmu agama sampai membentuk kepribadiaanya yang kuat terhadap basis keislaman.

M. Quraish Shihab memulai pendidikan di Kampung halamannya di Ujung Pandang, dan melanjutkan pendidikan menengahnya di Malang tepatnya di Pondok Pesantren Dar al-Hadist al-Fiqhiyyah. 13 Kemudian pada tahun 1958, dia berangkat ke Kairo Mesir untuk meneruskan pendidikannya di al-Azhar dan diterima di kelas II Tsanawiyyah.

Selanjutnya pada Tahun 1967 dia meraih gelar Lc. (S1) pada Fakultas Ushuludin Jurusan Tafsir Hadist  Universitas Al-Azhar. Kemudian  dia melanjutkan pendidikanya di fakultas yang sama, sehingga tahun 1969 ia meraih gelar MA untuk spesialis Tafsir Alquran dengan judul al – I’jāz al-Tasyri’ li al-Qur’ ān al – Kar īm . 14 Pada tahun 1980.

Baca Juga:  Inilah Jejak Hidup Seorang Sufi Syekh Zulfiqar Ahmad

Selanjutnya, M Quraish Shihab kembali melanjutkan pendidikanya di Universitas al-Azhar, dan menulis disertasi yang berjudul Naẓm al – Durar li al-Baqāī Taḥqīq wa Dirāsah sehingga pada tahun 1982 berhasil meraih gelar doktor dalam studi ilmu-ilmu Alquran dengan yudisium Summa Cumlaude, yang disertai dengan penghargaan tingkat 1 ( Mu mtaz Ma’a Martabat al- syaraf al – Ula ). Dengan demikian ia tercatat sebagai orang pertama dari Asia Tenggara yang meraih gelar tersebut.

M. Dani Habibi, M. Ag