Ratusan Kader Banser di Korea Selatan Ikuti DTD, Gus Yaqut: Saya Bangga

Pecihitam.org – Ratusan kader Ansor dan Barisan Serbaguna (Banser) Nadhlatul Ulama (NU) di Korea Selatan mengikuti Diklat Terpadu Dasar (DTD) pada Minggu, 26 Januari 2020.

Pada kesempatan itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (PP GP) Ansor Yaqut Cholil Qoumas merasa terharu dengan semangat para kader Ansor dan Banser tersebut.

“Saya bangga, kegiatan DTD Banser ini diikuti 200-an kader. Peserta datang dari berbagai daerah yang ada di Korsel,” kata Yaqut saat memberi materi utama di pembukaan DTD, di Ansan Korsel, dikutip dari Suara Merdeka News, Senin, 27 Januari 2020.

Kader-kader yang mengikuti diklat ini, kata Gus Yaqut, memiliki semangat yang luar biasa.

“Mereka rela menempuh perjalanan lebih dari enam jam untuk berkhidmad di Ansor dan Banser. Terlebih kegiatan ini tidak cuma-cuma, di mana peserta harus mengeluarkan sejumlah uang untuk mengikutu DTD,” ujar Gus Yaqut.

Baca Juga:  Unik, Sambut Maulid Nabi Muhammad di Banten ada "Festival Panjang Mulud" Begini Tradisinya

“Terima kasih atas pengorbanan waktu, tenaga, dan materi sahabat-sahabat. Semoga dicatat amal salehnya dan menjadi penyambung kepada Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari,” sambungnya.

Keseriusan ratusan peserta DTD tersebut, membuat Gus Yaqut optimistis masa depan Nahdlatul Ulama (NU) akan cerah.

“Ansor adalah masa depan NU dan wajah organisasi Islam terbesar di Indonesia ini ditentukan pada saat in,” ujarnya.

Gus Yaqut menegaskan, masa depan NU ada di kader-kader Ansor dan Banser, yakni generasi muda.

“Kader-kader inilah yang akan menjadi para pemimpin NU di masa depan,” ujarnya.

“Jika sembarangan dalam mengurus organisasi, ke depan NU akan mandeg, tidak berkembang. Mbah Hasyim tak hanya berpesan siapa yang mengurusi NU akan dianggap santri beliau dan akan didoakan husnul khotimah tapi NU akan ditinggalkan jamaahnya ketika jam’iyah tak memberi manfaat. Makanya, dalam berkhidmah kita harus serius,” tambahnya.

Baca Juga:  FSN dan Kemenag Makassar Siap Semarakkan Hari Santri Nasional 2019

Pada kesempatan itu, Gus Yaqut juga mengatakan bahwa warga Nahdliyin tak ingin NU bubar dan harus terus tegak berdiri dan semakin besar, terlebih lagi NU memiliki sejarah panjang di negeri ini.

“Kemerdekaan Indonesia juga ikut diperjuangkan oleh para muassis NU, Mbah Hasyim, Mbah Chasbullah, Mbah Bisri Sansuri, dan lainnya. Sebab itu, kita akan selalu berada di garda terdepan ketika Indonesia dirongrong musuh, pihak-pihak yang ingin Indonesia yang damai ini bubar, atau ingin mengganti dengan khilafah Islamiyah,” ujar Gus Yaqut.

“Indonesia ini warisan para kiai kita. Begitu juga Ansor Banser juga memiliki catatan sejarah atas negeri ini,“ lanjutnya.

Menurutnya, Ansor yang dilahirkan sebelum Indonesia merdeka, selalu berjuang bersama komponen bangsa lainnya dalam mempertahankan keutuhan negeri ini.

Baca Juga:  Kemenag Terbitkan KMA Kuota Haji 1443 H, Ini Sebaran dan Ketentuannya

“Mulai dari era sebelum kemerdekaan, masa merebut kemerdekaan, pemberontakan DI/TII, PKI sampai membubarkan HTI,” terangnya.

Maka dari itu, pihaknya berharap Ansor dan Banser selalu solid dalam satu komando.

“Soliditas dalam satu komando dengan tindakan yang terukur inilah yang menjadikan organisasi ini besar dan disegani baik lawan maupun kawan,” pungkasnya.

Muhammad Fahri