Dulu Mendukung, Sekarang PA 212 Minta Copot Jabatan Prabowo Karena Tidak Tegas Soal Natuna

Pecihtiam.org – Dianggap tidak tegas soal konflik China dan Indonesia di perairan Natuna, Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) meminta Presiden Joko Widodo segera mencopot jabatan Menteri Pertahanan yang saat ini diemban oleh Prabowo Subianto.

Diktahui sebelumnya PA 212 adalah tismses Prabowo diperhelatan Pilpres, namun saat ini berbalik arah sebab mulai dari diangkatnya Prabowo menjadi menteri pertahanan hingga tidak tegas konflik soal Natuna menjadikan PA 212 geram.

“Sebaiknya Jokowi copot segera Prabowo Subianto sebagai Menhan, gantikan dengan yang sejalan dengan kebijakan beliau sebagai Presiden dan Panglima Tertinggi,” kata Ketua Divisi Hukum PA 212, Damai Hari Lubis. Dikutip dari media Batamnews, Kamis (9/1/2020).

Justru Prabowo menurut Ketua Divisi Hukum PA 212 itu telah mengambil langkah yang amat berbeda dari Jokowi yang tidak mau berkompromi dengan negara yang melakukan pelanggaran batas.

Sementara sebagai Menteri Pertahanan, Prabowo menurutnya justru mendiamkan pelanggaran batas teritorial RI oleh China dengan menyebut China sebagai negara sahabat.

“Menunjukkan perbedaan kebijakan yang amat prinsip atau frontal bertentangan dengan langkah presiden RI Jokowi,” kata dia.

Untuk diketahui sebelumnya Prabowo sempat mengatakan akan menempuh jalan yang baik terkait konflik di Natuna tersebut.

“Saya kira ada solusi baik. Kita selesaikan dengan baik ya. Bagaimanapun China negara sahabat,” ujar Prabowo usai rapat di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Jakarta, Jumat (3/1/2020).

Sikap dan ucapan Prabowo berkebalikan dengan sikap Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. Retno telah memanggil Dubes China di Jakarta untuk memberikan nota protes terhadap klaim Natuna.

Baca Juga:  Arab Saudi Tetap Gelar Haji 2020, Ini Tanggapan PBNU
Adi Riyadi