FPI Demo Kedubes China, Nasdem: Mending Duitnya Buat Sumbang Panti Asuhan

Pecihitam.org – Ketua DPP Partai NasDem Irma Surya Chaniago menanggapi pernyataan Jubir Front Pembela Islam (FPI) Munarman yang menyebut pemerintah Indonesia lidahnya kelu, karena terlalu banyak berutang kepada China, sehingga enggan mencampuri persoalan muslim Uighur.

Dia kemudian menanggapi aksi demonstrasi oleh massa FPI dan Persaudaraan Alumni atau PA 212 di Kedutaan Besar (Kedubes) China terkait Uighur, sebaiknya tidak dilakukan. Sebab, banyak negara-negara dunia juga belum bersuara menyangkut persoalan tersebut.

Dari pada (FPI) demo soal Uighur, mending duitnya kirim ke panti panti asuhan, banyak yang masih butuh.

“Memang apa sih yang dilakukan negara negara Arab dan negara negara Islam untuk Uighur?” kata Irma. Dikutip dari media Tagar, Sabtu 28 Desember 2019.

Irma merasa bimbang dengan realitas yang terjadi di Tiongkok. Lalu dia mempertanyakan apakah FPI pernah melihat langsung kondisi muslim Uighur secara langsung atau belum. 

Sebab, kebenaran baru dapat terungkap setelah terjun langsung ke lokasi. Pemberitaan yang mewarnai lini masa menurutnya patut dipertimbangkan.

“Enggak baik, negara berdaulat ikut campur urusan negara lain. Apa lagi ikut campur urusan negara lain berdasarkan berita hoaks,” ujarnya.

Dia melanjutkan dalam konteks ini harus ada bukti yang memperkuat kebenaran, semisal surat resmi pemerintahan di daerah Uighur kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Selama ini yang saya tahu, Uighur ingin memisahkan diri dari China, sama seperti Mindanao di Filipina. Hanya kebetulan mereka mayoritas beragama muslim,” kata dia.

Selain itu, Irma juga menyarankan agar FPI dan PA 212 seyogianya menyumbangkan donasi kepada pihak-pihak yang membutuhkan, ketimbang berdemonstrasi.

“Daripada (FPI-PA 212) demo soal Uighur, mending duitnya kirim ke panti panti asuhan, banyak yang masih butuh,” ujar politikus NasDem Irma Suryani Chaniago.

Baca Juga:  Izin FPI Dievaluasi, Kemendagri: Kita Lihat Komitmen Pada NKRI dan Pancasila
Adi Riyadi