Tanggapan MUI Soal Cara Mengaji Evie Effendi yang Dinilai Kacau

Pecihitam.org – Pendakwah Ustaz Evie Effendi belakangan ini menjadi perbincangan publik setelah rekaman videonya saat mengaji Alquran viral di media sosial.

Publik pun mengkritik cara mengaji Evie Effendi yang mereka sebut kacau dan terdapat banyak kekeliruan.

Lantaran hal tersebut, seorang pengguna Twitter dengan nama akun Haji Umat Syadat melaporkan video mengaji Evie Effendi kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat.

Dalam unggahannya, Senin, 29 Juni 2020, akun Haji Umat Syahdat meminta agar MUI Jabar bertindak dengan memanggil Evie Effendi untuk diberikan nasihat.

“Kpd @MUI_Jabar panggil evi tabayyun sm dia dan beri nasihat agar tak lg asal sembarang ceramah. Jgn biarkan kondisi ini berlangsung. Satu sisi kasihan evi krn dibully akibat ketidaktahuannya sdg sisi lain sebagian muslim jg emosi krn lihat ceramahnya. Bertindaklah MUI Jabar,” tulis akun Haji Umat Syahdat.

Menanggapi laporan itu, Sekretaris MUI Jabar Rafani Achyar mengaku sudah menerima permintaan secara langsung dari masyarakat agar Evie diundang ke MUI Jabar untuk berdialog.

Baca Juga:  MUI Sesalkan Sikap Pemerintah Larang Warga Kumpul di Masjid, Tapi di Pasar Tidak

Pihaknya, kata Rafani, mengaku masih mempertimbangkan permintaan tersebut.

“Gini, ini juga memang sudah ada yang meminta dipanggil dari MUI, kami sedang mempertimbangkan nanti apakah mau diundang lagi ke sini tapi sedang dipertimbangkan lah,” kata Rafani, Rabu, 1 Juli 2020 seperti dikutip dari kumparancom.

Rafani mengatakan, sebelumnya MUI Jabar pernah memanggil Evie atas kasus dugaan penghinaan pada Nabi Muhammad.

Dalam pertemuan tersebut, Rafani memberi Evie semacam fatwa tentang tasbiatul manhaj soal kerangka berpikir dalam beragama terutama mengenai sikap saling menghormati dan toleransi menanggapi perbedaan paham dalam agama.

“Itu kerangka berpikir masalah keagamaan, nah isinya itu jadi kita mesti saling menghormati dan membangun toleransi dalam menyikapi soal perbedaan paham keagamaan,” ujarnya.

Baca Juga:  Heboh, Ali Mochtar Ngabalin Disemprot MUI Gegara Bawa-bawa Ayat Suci

Pihaknya menilai perbedaan pemahaman dalam Islam ialah keniscayaan.

Dengan adanya fatwa tersebut, kata Rafani, umat Islam terutama da’i agar senantiasa bersikap saling hormat dan menghargai. Jangan sampai, perbedaan pemahaman ketersinggungan pihak lain bahkan perpecahan.

“Konsekuensi dari adanya ijtihad gitu karena itu umat Islam terutama para da’i harus mengembangkan dan memberikan pemahaman kepada umat itu agar dalam menghadapi soal ini kita harus saling menghormati dan menghargai, jangan sampai bisa menimbulkan perpecahan atau bisa menimbulkan ketersinggungan pihak-pihak lain,” ujarnya.

Sebelumnya, video mengaji Ustaz Evie Effendi tersebut juga mendapat kritik dari putri pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Kiai Haji Ahmad Mustofa Bisri alias Gus Mus, Lenas Tsuroiya.

Lenas mengaku sedih menyaksikan bacaan Alquran Ustaz Evie di video itu. Menurutnya, pria yang dikenal sebagai ustaz gaul tersebut belum sepenuhnya mengerti ilmu bacaan Alquran.

Baca Juga:  PCNU Pekalongan Gandeng Rabithah Alawiyah dan Brimob Tanam Mangrove di Pesisir Pantai

Dirinya pun juga menilai bahwa Ustaz Evie tak sepantasnya jadi pembimbing jemaah. Sebab, ajarannya membuat banyak orang turut terjerumus dalam kekeliruan.

“Kok sedih ya ngelihat ini.. Jika bacaan Quran belum fasih, belum paham betul ilmunya (makhraj, tajwid, waqaf–ngga boleh berhenti seenaknya), mbokya jangan kepedean membimbing jamaah, atuh.. Kan jadinya keliru semua,” cuit Lenas Tsuroiya di akun Twitter miliknya, Minggu 28 Juni 2020.

Muhammad Fahri