Ternyata Malaikat Inilah yang Menggali Sumur Zam-Zam

sumur zam zam

Pecihitam.org – Bagi umat Islam siapa yang tidak tahu Sumur Zam-Zam. Sumur menjadi salah satu bentuk kekuasaan Allah Swt, selain menjadi sumber mata air yang istimewa di bumi, juga karena sejak zaman Nabi Ibrahim tetap mengeluarkan air hingga sekarang ini.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Air dari sumur Zam-zam terus mengalir tidak pernah kering, padahal telah dikonsumsi oleh jutaan umat, baik yang ada di Mekkah sendiri dan orang-orang dari seluruh dunia yang melaksanakan ibadah haji ataupun umroh.

Dalam kisahnya sumur Zam zam ini berasal dari hentakan kaki Nabi Ismail kecil yang kala itu kehausan ditengah padang pasir. Namun dibalik itu semua ternyata, sumur Zam-Zam ini berasal dari galian malaikat yang diperintahkan oleh Allah Swt.

Kisah ini diabadikan dalam sebuah hadist Rasulullah Saw. Lantas bagaimanakah kemunculan sumur ini dan siapakah malaikat yang menggali sumur tersebut? Simak selengkapnya!

Dikisahkan kala itu Siti Hajar bersama Ismail kecil ditinggalkan suaminya Nabi Ibrahim As di tengah padang pasir yang tandus. Ini dilakukan demi menjalankan perintah dari Allah Swt. Setelah ditinggal sang suami, Siti Hajar dan Ismail yang masih kecil bertahan dengan perbekalan yang seadanya untuk bertahan hidup.

Baca Juga:  Sejarah Berdirinya Dinasti Umayyah

Namun ternyata, perbekalan tersebut tidak mencukupi dan lama kelamaan habis. Belum lagi Ismail yang masih kecil mulai menangis karena kehausan. Hal ini membuat Siti Hajar kesana kemaari mencari orang yang bisa membantunya. Ia berlarian dari bukit Shafa ke bukit Marwah untuk mencari air. Nihil, ia tak menemukan air sedikitpun.

Akan tetapi, setelah berkali-kali lari kesana kemari terakhir saat mendekati ukit Marwah, dirinya mendengar sebuah suara. Kemudian, Siti Hajar berupaya lagi untuk mencari sumber suara tersebut, dan ia berhasil menemukanya.

Kejadian tersebut dijelaskan dalam sebuah riwayat hadits yang artinya sebagai berikut:

“Ini adalah kejadian yang mendasari tradisi jemaah haji berjalan antara Safa dan Marwah. Ketika Siti Hajar (r.a.) mencapai bukit Marwa (untuk terakhir kali), ia mendengar sebuah suara, kemudian ia diam dan mendengarkan dengan penuh perhatian. Ia mendengar suatu itu terus-menerus dan berkata, “Wahai (siapapun engkau)! Engkau telah membuatku mendengarkan suaramu; apakah kamu memiliki sesuatu yang dapat membantuku?” Dan ajaib! Ia melihat satu malaikat di lokasi Zam-Zam, sedang menggali tanah dengan tumitnya (atau sayapnya), hingga airnya memancar dari tempat itu. Ia lalu membentuk tangannya seperti mangkuk, dan mulai mengisi tempat air minumnya yang terbuat dari kulit dengan air menggunakan tangannya, dan air itu lalu mengalir keluar setelah dia menciduk sebagian di antaranya.” (Hadist Sahih Bukhari: Volume 044, Kitab 055, Hadits 583)

Ketika itu, air zam-zam yang keluar sangatlah banyak. Hal tersebut membuat Siti Hajar mencoba untuk membendungnya dengan menggunakan tanah yang berada di sekitar sumur tersebut. Jika tidak dibendung kemungkinan air tersebut bisa membanjiri permukaan bumi.

Baca Juga:  Latas Belakang Perjanjian Hudaibiyah antara Kaum Muslimin dan Quraisy

“Jika ia (Siti Hajar) telah meninggalkan air itu, (mengalir secara alami tanpa campur tangannya), maka air itu akan mengalir di atas permukaan bumi.” (Shahih Bukhari: Volume 044, Buku 055, Hadits 583)

Usut punya usut, ternyata malaikat yang menggali sumur Zam-zam tersebut adalah malaikat Jibril. Ia diperintahkan oleh Allah untuk menggali sumur tersebut untuk menghilangkan rasa haus yang dialami oleh Nabi Ismail kecil.

Dari peristiwa itulah air tersebut terus mengalir sampai sekarang. Dan ternyata air zam zam ini bukan sembarangan sebab ada begitu banyak manfaat yang bisa diperoleh ketika kita mengkonsumsinya. Hal ini berdasarkan hadits:

“Air zamzam bermanfaat untuk apa saja yang diniatkan ketika meminumnya. Jika engkau minum dengan maksud agar sembuh dari penyakitmu, maka Allah menyembuhkannya. Jika engkau minum dengan maksud supaya merasa kenyang, maka Allah mengenyangkan engkau. Jika engkau meminumnya agar hilang rasa hausmu, maka Allah akan menghilangkan dahagamu itu. Ia adalah air tekanan tumit Jibril, minuman dari Allah untuk Ismail.” (HR Daruqutni, Ahmad, Ibnu Majah, dari Ibnu Abbas).

Itulah sepetik kisah tentang malaikat yang menggali sumur Zam-Zam sewaktu nabi Ismail kecil kehausan. dari kisah tersebut juga mengandung hikmah, yaitu percayalah bahwa tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah dan Ia senantiasa menolong hamba-hamba-Nya yang mengalami kesulitan. Wawllahua’lam bisshawab.

Baca Juga:  Menelisik Sejarah Kaum Abangan dan Santri di Indonesia
Arif Rahman Hakim
Sarung Batik