Tidak Boleh Sembarangan, Inilah Adab Berpakaian dalam Islam

adab berpakaian dalam islam

Pecihitam.org – Pakaian merupakan alat penutup aurat yang paling utama. Adab berpakaian dalam kehidupan manusia khususnya bagi umat islam, dalam perkembangannya kini bukan lagi hanya sebatas penutup aurat, namun juga sebagai trend dalam bersosial.

Dalam Al-Qur’an telah dijelaskan bahwa bahwa Allah SWT telah memberikan pakaian bukan hanya untuk menutup aurat tetapi juga sebagai perhiasan manakala kita memiliki pakaian yang indah. Sebagaimna firman Allah dalam Surat Al-A’raf ayat 32:

يَا بَنِي آدَمَ قَدْ أَنْزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَارِي سَوْآتِكُمْ وَرِيشًا

Artinya: “Namun  hendaknya pakaian yang indah itu tidak berlebihan sehingga menjadi sorotan bagi yang melihatnya, terutama bagi kaum muslimah, yang nanti ditakutkan akan menimbulkan fitnah”.

Pakaian juga terkadang sebagai bentuk identitas seseorang ataupun kelompok ataupun identits dari sebuah negara, sehingga terkadang dengan mudah kita bisa mengetahui asal seseorang hanya dari melihat pakaiannya.

Seperti halnya pakaian perempuan dan laki-laki harus ada perbedaannya, seperti pakaian adat orang jepang atau korea dengan masyarakat jawa tentu ada banyak perbedaanya, namun demikian apapun itu asalkan bisa menutup aurat dengan baik maka itu adalah baik.

Dalam islam pakaian merupakan hal vital dalam kehidupan, karena pakaian digunakan sebagai sarana ibadah kepada Allah, pakaian merupakan bentuk adab seseorang baik kepada Allah maupun kepada sesama manusia.

Namun tidak semua pakaian yang menutup aurat dapat digunakan oleh kaum muslim dan muslimah, karena ada beberapa ketentuan, seperti pakaian harus terbuat dari bahan yang halal, tidak berbahan emas ataupun sutra bagi kaum muslim dan lain sebagainya.

Lantas bagaimana tuntunan islam sebagai adab yang baik untuk kita dalam berpakaian? Dalam Al-Qur’an dan Hadits banyak disebutkan tentang adab berpakaian dalam islam sebagaimana berikut;

1. Pakaian yang halal

Selain berbahan yang halal, juga cara memperolehnya dengan cara yang halal, dan juga ketika pakaian tersebut kita beli, maka harta yang kita gunakan untuk membeli adalah harta yang halal.

Dalam surat Al-Mu’min ayat 51 telah dijelaskan bahwa Allah adalah dzat yang maha baik, dan Allah tidak menerima sesuatu kecuali sesuatu yang baik. Allah juga memerintah kita sebagai orang yang mukmin sama seperti Allah memerintahkan para Rasul.

Allah memerintahkan para Rasul untuk memakan makanan yang baik dan juga Allah memerintahkan para Rasul untuk melakukan amal yang shalih, hal itu juga berlaku untuk kita sebagai umat Rasul Shallallahu ‘alaihi wasallam.

2. Tidak menyerupai orang kafir

Dari Abdullah bin umar r.a, Rasulullah SAW bersabda:

من تشبه بقوم فهو منهم

Artinya: barang siapa menyerupai suatu kaum maka dia bagian dari golongan kaum tersebut hadits riwayat Abu Dawud.

Yang dimaksudkan adalah memang benar-benar pakaian tersebut adalah identitas orang-orang kafir bukan budaya, atau pakaian adat. Jika pakaian tersebut telah menjadi budaya maka bukan menyerupai orang kafir walaupun berasal darinya.

3. Bukan pakaian lawan jenis.

Sekarang banyak kita jumpai diberbagai media sosial baik youtube, instagram ataupun yang lainnya, banyak beredar video-video ataupun gambar tentang kehidupan yang terbalik, perempuan berpenampilan dan berperilaku laki-laki juga sebaliknya.

Maka dari itu kita harus mawas diri agar tidak ikut terjerumus kedalam hal tersebut, jangan samapai karena ingin terkenal melalui sosmed kita sampai melampaui batas aturan agama dan etika.

لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمُتَشَبِّهِينَ مِنْ الرِّجَالِ بِالنِّسَاءِ ، وَالْمُتَشَبِّهَاتِ مِنْ النِّسَاءِ بِالرِّجَالِ

Artinya: “Rasulullah melaknat laki-laki yang menyerupai perempuan dan perempuan yang menyerupai laki-laki”. (HR. Bukhori.)

4. Berdoa dan memakai dari sebelah kanan

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُعْجِبُهُ التَّيَمُّنُ فِي تَنَعُّلِهِ وَتَرَجُّلِهِ وَطُهُورِهِ فِي شَأْنِهِ كُلِّهِ.

Setiap hendak melakukan suatu kebaikan hendaknya kita melakukannya dengan mendahulukan sebelah kanan, seperti yang telah dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasalam.

Adapun doa Rasulullah ketika hendak memakai pakaian yaitu:

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى كَسَانِى هَذَا الثَّوْبَ وَرَزَقَنِيهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّى وَلاَ قُوَّةٍ.

segala puji bagi Allah yang telah memberikan pakaian ini kepadaku sebagai rezeki dari-Nya tanpa daya dan kekuatan dariku

Dan hendaknya pakaian tidak dijadikan sebagai bahan penyombongan diri, jangan karena pakaian kita menjadi takabur, na’udzubillah min dzalik.

Lukman Hakim Hidayat
Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG