Adab Bertetangga Menurut Imam Al-Ghazali

Adab Bertetangga Menurut Imam Al-Ghazali

PeciHitam.org – Tetangga merupakan salah satu yang paling dekat rumahnya dengan kita dan dalam Islam tetangga memiliki hak-hak tertentu sebagaimana disebutkan dalam beberapa hadits Rasulullah SAW seperti hak untuk mendapatkan rasa aman dari gangguan dan sebagainya sehingga muncul pendapat dari kalangan ulama seperti adab bertetangga menurut Imam Al-Ghazali.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

آداب الجار: ابتداؤه بالسلام، ولا يطيل معه الكلام، ولا يكثر عليه السؤال، ويعوده في مرضه، ويعزيه في مصيبته، ويهنيه في فرحه، ويتلطف لولده و عبده في الكلام، ويصفح عن زلته، ومعاتبته برفق عند هفوته، ويغض عن حرمته، ويعينه عند صرخته، ولا يديم النظر إلى خادمته

Artinya: “Adab bertetangga, yakni mendahului berucap salam, tidak lama-lama berbicara, tidak banyak bertanya, menjenguk yang sakit, berbela sungkawa kepada yang tertimpa musibah, ikut bergembira atas kegembiraannya, berbicara dengan lembut kepada anak tetangga dan pembantunya, memaafkan kesalahan ucapan, menegur secara halus ketika berbuat kesalahan, menundukkan mata dari memandang istrinya, memberikan pertolongan ketika diperlukan, tidak terus-menerus memandang pembantu perempuannya.” (Lihat: al-Adab fid Din, Majmu’ah Rasail al-Imam al-Ghazali, Kairo, Al-Maktabah At-Taufiqiyyah)

Berdasarkan hal tersebut maka dapat diuraikan ada sejumlah adab bertetangga menurut Imam Al-Ghazali yaitu:

  • Mendahului menyampaikan salam.
Baca Juga:  Sedang Mencari Istri Idaman? Jangan Lupa Perhatikan 4 Kriteria Ini

Orang-orang yang bertetangga sangat dianjurkan saling menyapa ketika saling bertemu yaitu dengan mengucapkan salam dan tentu saja pihak yang mendahului mengucapkan salam dari segi akhlak lebih baik karena mendapatkan kebaikan yang lebih banyak.

  • Tidak lama-lama berbicara.

Hidup bertetangga tidak bisa lepas dari berbicara satu sama lain dan pembicaraan itu sebaiknya tidak kelewat lama karena hal ini demi kebaikan seperti menghindari ghibah atau menggunjingkan orang lain yang bisa menimbulkan fitnah dan lain sebagainya.

  • Tidak banyak bertanya.

Mengajukan pertanyaan merupakan salah satu cara menyapa yang sudah umum dan jika pertanyaan tersebut dijawab maka tidak harus diajukan lagi pertanyaan yang lebih detail sebab hal tersebut bisa berarti terlalu ingin mengetahui urusan orang lain sehingga cukup bertanya dengan sewajarnya.

  • Menjenguk yang sakit.

Ketika tetangga ada yang sakit maka berhak dikunjungi atau yang artinya tetangga yang tidak sakit berkewajiban mengunjunginya tanpa memandang status sosial pihak yang sakit karena bertetangga pada dasarnya ialah seperti berteman sehingga hubungan harus dijaga dengan baik. 

  • Berbela sungkawa kepada yang tertimpa musibah.
Baca Juga:  Jika Ada Hidayah, Mengapa Harus Perlu Dakwah?

Seorang tetangga berhak dikunjungi ketika sedang tertimpa musibah seperti kematian anggota keluarganya dan hal yang sebaiknya dilakukan saat dalam kujungan takziah ialah ikut berbela sungkawa dengan menunjukkan rasa duka serta mendoakan kebaikan terutama bagi jenazah dan keluarga yang ditinggalkan.

  • Ikut bergembira atas kegembiraannya.

Bukanlah hal baik jika seseorang merasa tidak senang atas keberhasilan tetangganya karena iri dan sangat dianjurkan untuk saling mengucapkan selamat atas keberhasilan antar tetangga dan dengan inilah perasaan iri bisa dihindarkan dan hubungan sesama tentangga dapat terjaga.

  • Berbicara dengan lembut kepada anak tetangga dan pembantunya.

Anak-anak tetangga dan pembantunya merupakan kelompok orang yang dianggap lemah secara sosial sehingga harus dibesarkan hatinya dan salah satu caranya ialah dengan menghindari cara bicara yang bisa membuat mereka merasa takut.

  • Memaafkan kesalahan ucapan tetangga.

Memberikan maaf kepada tetangga yang berucap kesalahan atau salah bicara sangat dianjurkan sebab bisa jadi suatu ketika kita juga berbuat hal yang sama dan saling memaafkan di antara orang yang bertetangga sangat dianjurkan.

  • Menegur secara halus ketika berbuat kesalahan.
Baca Juga:  Anjuran Tiga Hal Sederhana di Hari Jumat Namun Manfaatnya Luar Biasa

Menegur tetangga yang berbuat salah merupakan hal baik terutama jika kesalahan itu menyangkut kepentingan orang banyak tetapi teguran tersebut harus dilakukan dengan cara yang baik sehingga dapat diterima dengan baik.

  • Menundukkan mata dari memandang istri tetangga.

Memandang istri orang lain terutama tetangga harus dengan pandangan yang terjaga yakni misalnya dengan memandang secara minimalis dan hal tersebut untuk menghindari fitnah atau timbulnya hal-hal yang tidak diinginkan.

  • Memberikan pertolongan ketika diperlukan.

Jika terjadi sesuatu seperti sakit, tertimpa musibah, dan sebagainya maka tetanggalah yang lebih dulu mengatahui dan oleh karenanya menjadi penting memberikan pertolongan segera atas kesulitan yang dialami tetangga.

  • Tidak terus menerus memandang pembantu perempuannya.

Banyak hal negatif bermula dari pandangan mata maka dari itu penting untuk menjaga serta meminimalisir pandangan terhadap pembantu perempuan karena posisinya yang lemah rentan terhadap kekerasan oleh orang di sekitarnya.

Demikianlah adab bertetangga menurut Imam Al-Ghazali dan pada intinya adab-adab tersebut menekankan bahwa hidup bertetangga harus saling menghargai, saling tolong-menolong dan saling menjaga keharmonisan.

Mochamad Ari Irawan

Leave a Reply

Your email address will not be published.