AS Berupaya Halangi Pembicaraan Internal Iran-Arab Saudi

Pecihitam.org – Usai serangan militer Yaman terhadap instalasi minyak Aramco pada September 2019, Arab Saudi hendak mengadakan pembicaraan dengan Iran.

Hal itu dilaporkan oleh Surat kabar al-Bana melaporkan Rabu, 19 Februari 2020. Dalam laporannya disebutkan bahwa sumber-sumber Perancis, mengutip para pejabat Saudi, mengatakan bahwa mereka bersiap untuk negosiasi dengan Teheran pada tahun lalu.

Akan tetapi, rencana tersebut mendapat campur tangan dari Amerika Serikat. Pihak Washington bahkan hendak menghalangi pertemuan itu.

“Amerika mengatakan kepada Saudi bahwa situasi akan membaik setelah demonstrasi di Irak, Lebanon dan Iran, serta menyakinkan bahwa pemerintah Iran dalam kondisi sulit, oleh karena itu, tidak perlu melakukan pembicaraan dengan Teheran,” kata sumber tersebut, dikutip dari Arrahmahnews, Kamis, 20 Februari 2020.

Baca Juga:  Arab Saudi Perintahkan Warganya Salat Tarawih di Rumah Saat Ramadhan

Pihak pemerintah Arab Saudi mempercayai bahwa ksepakatan komprehensif melalui pembicaraan antara Riyadh dan Teheran memungkinkan untuk dicapai.

“Kesepakatan itu mencakup banyak masalah regional seperti Yaman dan Lebanon,” kata mereka, mengutip para pejabat Saudi.

Dalam berbagai kesempatan, Iran menyuarakan kesiapan untuk mengadakan pembicaraan dengan Arab Saudi dalam upaya untuk menghapus kesalahpahaman.

“Republik Islam telah mengumumkan bahwa mereka selalu siap, dengan atau tanpa mediator, untuk mengadakan pembicaraan dengan tetangganya, termasuk Arab Saudi, sehingga jika ada kesalahpahaman, itu bisa dihapus,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Seyed Abbas Mousavi pada akhir Oktober.

Sayed juga mengungkapkan bahwa negara-negara regional harus mencegah peristiwa yang akan memungkinkan pihak ketiga dan negara-negara trans-regional untuk mengeksploitasi situasi ini.

Baca Juga:  Inilah Tujuh Dugaan Penganiayaan Kiai Menurut Prof Mahfud MD

“Iran selalu memuji upaya berbagai negara yang berupaya membangun keamanan di kawasan dengan niat baik,” ujarnya.

Muhammad Fahri