Kontroversi dalam Memahami Seberapa Penting Asbabun Nuzul Al-Quran

Kontroversi dalam Memahami Seberapa Penting Asbabun Nuzul Al-Quran

PeciHitam.org Dalam kitab kitab ulum al Qur’an atau Ulum al Tafsir, baik yang klasik ataupun yang kontemporer, hampir semua ulama sepakat tentang pentingnya mempelajari dan mengetahui Asbab al Nuzul dalam rangka memahami atau menafsirkan al Qur’an.

Hal ini karena begitu besar dan banyaknya manfaat Asbab al Nuzul untuk mengantarkan seseorang pada penafsiran dan pemahaman yang benar terhadap kandungan ayat–ayat al Qur’an.

Kemustahilan Memahami Al-Quran Tanpa Asbabun Nuzul

Al Wahidi, salah seorang ulama yang mengawali penulisan kitab Asbab al Nuzul mengatakan bahwa tidak mungkin bisa menafsirkan ayat dan mengetahui maknanya tanpa mengetahui kisah dan sebab turunnya. Hal senada juga diungkapkan al Suyuti dalam kitabnya yang terkenal Lubab al-Nuqul Fi Asbab al Nuzul.

Dalam kitab tersebut al-Suyuti mengutip pendapat Ibnu Daqiq al-Aid yang mengatakan bahwa penjelasan asbab al nuzul merupakan cara utama dalam memahami makna-makna al Qur’an.

Di samping itu, ia menyertakan pendapat Ibnu Taimiyah yang mengatakan bahwa penguasaan Asbab an-Nuzul merupakan unsur penentu dalam memahami sebuah ayat, karena sesungguhnya pengetahuan tentang sebab akan melahirkan pengetahuan tentang akibat.

Pendapat tiga tokoh tersebut juga dikutip oleh al-Zarkasyi dalam al Burhan Fi ‘Ulum al-Qur’an dan Muhammad Ali al Shabuni, dalam al Tibyan fi ‘Ulum al-Qur’an.

Bahkan al Shabuni sendiri sampai pada suatu pendapat bahwa memang sebagian ayat-ayat al-Qur’an tidak mungkin bisa dipahami atau diketahui hukum-hukumnya kecuali dalam perspektif Asbab al Nuzul.

Pandangan serupa juga disampaikan oleh beberapa ulama di bidang ‘Ulum al Qur’an seperti shaikh Muhammad bin ‘Alwi al Maliki al-Hasani, Subhi Salih dan Jum’ah Ali Abd. Al Qadir.

Kontroversi Manfaat Asbabun Nuzul

Secara lebih terperinci, para ulama menyebutkan beberapa manfaat Asbab al Nuzul tersebut antara lain:

  1. Mengetahui berbagai hikmah yang terkandung dalam pemberlakuan suatu hukum.
  2. Membantu untuk memahami ayat serta menghilangkan kerumitan dalam pemahaman tersebut.
  3. Menjelaskan al hasyr(pembatasan) yang terdapat dalam suatu ayat dengan melihat konteks turunnya.
  4. Membantu menentukan spesifikasi berlakunya suatu hukum (ini bagi pihak yang berpendapat bahwa ketentuan hukum itu berdasarkan sebab yang khusus (al ibrah bi khusus al-sabab).
  5. Memberikan informasi yang akurat kepada siapa suatu ayat diturunkan, sehingga tidak terjadi salah paham.
  6. Memudahkan pemahaman dan menguatkan ingatan terhadap kandungan wahyu, jika wahyu itu diketahui sebab sebab kejadiannya.

Namun demikian ada juga yang berpendapat bahwa pengaruh Asbab al Nuzul terhadap pemahaman al Qur’an tidak begitu penting. Alasannya, karena tidak seluruh ayat dan surat dalam al Qur’an memiliki Asbabun Nuzul Tersebut. Kalaupun dihitung, jumlahnya tidak signifikan.

Bahkan, ada yang memiliki pendapat bahwa al Qur’an itu sebenarnya tidak memiliki Asbab al Nuzul, karena kandungan al Qur’an sudah terprogram sejak di lauhul mahfudz yang tercermin dalam terminologi al kitab al maknun dan fi imam mubin.

Di samping bahwa ia diturunkan dalam satu paket wahyu yang utuh pada bulan Ramadan, karenanya tidak ada kaitan antara peristiwa-peristiwa qur’anik yang diceritakan dalam hadis dengan ayat ayat tersebut. Barangkali hubungan keduanya hanya sebatas coincidence (kebetulan).

Lepas dari perbedaan pendapat dari dua kelompok di atas, rasanya memang patut dipertanyakan lagi pandangan yang menyatakan bahwa tidak mungkin memahami al Qur’an tanpa mengetahui tentang asbabun nuzul nya.

Sebab pandangan seperti ini terkesan memutlakkan posisi asbal al nuzul dalam pemahaman al Qur’an. Padahal kalau diteliti secara seksama, hanya sebagian kecil saja di antara ayat-ayat al Qur’an yang tidak bisa dipahami secara akurat kecuali dengan mengetahui sebab turunnya.

Adapun sebagian besar lainnya tetap bisa dipahami meskipun tidak memakai sabab nuzulnya, baik itu dengan pendekatan kebahasaan, dengan sesama ayat, konteks ayat dan cara cara lainnya.

Ash-Shawabu Minallah

Mochamad Ari Irawan
Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG