Sahabat Abdullah bin Rawahah, Panglima Pasukan Kaum Muslimin

Abdullah bin Rawahah

Pecihitam.org – Abdullah bin Rawahah ialah seorang sahabat Rasulullah Saw yang juga sebagai panglima dari pasukan kaum muslimin melawan kaum-kaum kafir. Abdulah bin Rawahah memiliki nama lengkap Abdullah bin Rawahah bin Tsa’labah Al-Anshari Al-Khazraji atau yang biasa di kenal sebagai Abu Muhammad adalah paman dari Nu’man bin Basyir sahabat Rasulullah Saw.

Abu Muhammad termasuk dalam salah satu dari dua belas sahabat lainnya yang di tunjuk oleh kaum Anshar sebagai pemimpin kaum mereka setelah tercapainya Ba’iat ‘Aqabah II, serta yang memegang tanggung jawab sepenuhnya dalam pemenuhan butir-butir Ba’iat Aqabah II.

Abu Rawahah adalah orang yang pertama kali menyambut kedatangan Rasulullah Saw ketika hijrah ke Madinah. Abu Muhammad juga yang membela serta melindungi Rasulullah Saw manakala Rasulullah Saw mendapat cacian dari Abdullah bin Ubah, seorang pemimpin dari orang-orang munafik saat beliau membaca Al-Qur’an di Masjid.

Abdullah bin Ubah berkata “ Hei, lebih baik kamu tinggal di rumahmu saja dari pada kamu membaca Al-Qur’an di sini. Jika ada orang yang datang kepadamu, maka sampaikanlah Qur’an itu kepada mereka, tapi kalau tidak ada orang yang datang kepadamu, maka janganlah kamu mendatangi masjelisnya dengan apa-apa yang tidak di sukainya,”

Baca Juga:  Sultan Hamid II, Perancang Lambang Negara Indonesia

Mendengar ucapan dari Abdullah bin Ubah tersebut, Abu Muhammad pun tidak terima jika Rasulullah Saw di rendahkan, lalu ia berdiri dan menarik pedangnya sambal berkata, “ Wahai Rasulullah, sesungguhnya apa yang engkau katakan adalah kebenaran yang tidak ada kebatilan yang datang dari arah depan dan belakangnya. Demi Allah, sesungguhnya apa yang engkau bacakan tadi adalah sesuatu yang paling aku sukai. Maka, datanglah anda ke Majelis dan rumah kami, karena bacaan Al-Qur’an itu sesuatu yang paling kami sukai.”

Ibnu Rawahah juga termasuk orang yang di takuti oleh kaum kafir Qurays saat perang badar. Ketika Ibnu Rawahah beserta dua orang Anshar lainnya keluar dan menantang kaum Qurays bertarung dengan pedang, namun tantangan dari Ibnu Rawahah pun di tolak oleh kaum Qurays.

Karena petarung dari mereka di anggap tidak sepadan kemampuan serta kekuatannya dengan Ibnu Rawahah, maka orang Qurays pun meminta Rasulullah Saw untuk mengeluarkan petarung yang sepadan kemampuannya dengan mereka.

Baca Juga:  Napak Tilas Perjuangan Dakwah Syekh Subakir di Tanah Jawa

Bahkan Ibnu Ruwaihah beserta pasukan berkudanya juga berhasil mengalahkan Asir bin Zaram, yaitu seorang Yahudi yang menggerakkan beberapa kabilah untuk menyerang Rasulullah Saw. Ibnu Ruwaihah juga pernah mendapat tugas dari Rasulullah Saw untuk menggantikan beliau di Madinah, karena saat itu Rasulullah Saw sedang dalam keadaan perang.

Saat perang Mu’tah pun, Ibnu Ruwaihah termasuk dari beberapa sahabat yang di tunjuk Rasulullah Saw sebagai komandan perang. Rasulullah Saw mendoakan Ibnu Ruwaihah dan pasukannya agar dapat pulang dari peperangan dengan selamat.

Ketika Ibnu Ruwaihah pamit kepada Rasulullah Saw, ia sambal berkata “ Wahai Rasulullah, suruhlah aku dengan sesuatu yang dapat aku hafalkan! Rasulullah Saw menjawab, “Besok. Kamu akan mendatangi wilayah yang penduduknya sedikit yang bersujud, setelah kamu datang mayoritas penduduknya akan bersujud, maka bedzikirlah kamu mengingat Allah karena dzikir akan menjadi penolong atas apa yang kamu mohon.”

Saat pasukan muslimin berhadap dengan pasukan Romawi, Ibnu Rawaihah pun berdiri di depan pasukannya lalu bekata, “ Wahai pasukan muslimin, demi Allah kita berperang melawan mereka dengan jumlah dan senjata yang sangat terbatas, kita tidak berperang kecuali untuk menegakkan agama yang Allah telah memuliakan kita. Berangkatlah kalian! Sebab hal ini termasuk salah satu di antara dua kebaikan, perang melawan mereka atau gugur sebagai pahlawan syahid.

Baca Juga:  Kisah Persahabatan Gus Dur dengan Seorang Yahudi Baghdad

Namun, kedua panglima perang yang lainnya ternyata telah lebih dulu gugur di medan perang, kemudian pasukan di serahkan pada Zaid bin Ja’far yang sebelumnya sempat ragu dan akhirnya Ibnu Ruwaihah pun memegang Kendali sebagai panglima perang atas pasukan Muslimin menyerang Romawi. Namun, Abdullah bin Rawahah pun akhirnya juga gugur sebagai pahlawan yang syahid bersama dengan sahabat-sahabat lainnya.

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik
Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG