Bahaya Sifat Kikir, Pernah Menghancurkan Umat Terdahulu

sifat kikir

Pecihitam.org Sifat kikir merupakan bentuk kecintaan seseorang terhadap harta dunia. Umumnya orang yang kikir akan merasa sayang, jika hartanya ia keluarkan untuk bersedekah, karena menganggap bahwa harta yang ia miliki bersumber dari usahanya sendiri, dan juga manfaat yang diperoleh ketika bersedekah sangat sedikit.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Sifat kikir dapat merusak tatanan masyarakat, karena orang yang kikir akan selalu egois, hanya mementingkan harta semata, yang berujung kepada kezaliman, dan kemaksiatan. Seperti yang telah disampaikan oleh Rasulullah. Dalam hadits Imam Ahmad dari Abdullah bin Amr, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِيَّاكُمْ وَالشُّحَّ، فَإِنَّهُ أَهْلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ، أَمَرَهُمْ بِالظُّلْمِ فَظَلَمُوا، وَأَمَرَهُمْ بِالْقَطِيعَةِ فَقَطَعُوا، وَأَمَرَهُمْ بِالْفُجُورِ فَفَجَرُوا، وَإِيَّاكُمْ وَالظُّلْمَ، فَإِنَّ الظُّلْمَ ظُلُمَاتٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، وَإِيَّاكُمْ وَالْفُحْشَ، فَإِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْفُحْشَ وَلَا التَّفَحُّشَ

“Jauhkanlah diri kalian dari sifat kikir, karena sesungguhnya kikir itu telah menghancurkan umat-umat sebelum kalian. Kikir mendorong mereka berbuat zalim, lalu zalimlah mereka. Mendorong mereka memutuskan silaturrahim, lalu mereka pun memutuskannya.  Mendorong mereka untuk berbuat jahat, lalu berbuat jahatlah mereka.  Jauhkanlah diri kalian dari perbuatan zalim, karena sesungguhnya satu kezaliman membawa banyak kegelapan di hari kiamat. Jauhkanlah diri kalian dari perbuatan buruk, karena sesungguhnya Allah tidak mencintai perbuatan buruk dan tindakan yang buruk.”(HR Ahmad).

Berikut adalah bahayanya sifat kikir dalam kehidupan:

Baca Juga:  Barangsiapa Senang Menyakiti Hati Tetangga, Inilah Ancaman Agama

Pertama, Kikir mengakibatkan orang berbuat zalim, entah itu kepada diri sendiri atau orang lain. Biasanya orang yang kikir hanya memikirkan bertambahnya harta sebanyak-banyaknya dan pengeluaran yang seminimalnya.

Bahkan orang yang kikir tidak perduli dengan harta yang diperoleh apakah halal atau tidak yang penting hartanya dapat bertambah, seperti halnya adalah korupsi, mencuri dan sebagainya.

Di riwayatkan bahwa suatu saat Abu Hayyaj Al-Asadi thawaf di Baitullah. Kemudian beliau melihat seseorang berdoa, ‘Allahumma qini syuhha nafsi (Ya Allah, jagalah diriku dari sifat kikir).’ Orang itu tidak menambah dari itu. Lantas Abu Hayyaj bertanya: “kenapa hanya berdoa demikian?“. Orang itu menjawab, ‘Sesungguhnya jika diriku terjaga dari kekikiran, maka aku tidak akan mencuri, berzina, dan perbuatan dosa lainnya.’”

Kedua, Juga sering terjadi, orang yang kikir lebih cenderung orang yang jarang bersosial, individualistik, namun jika ada bantuan atau sejenisnya ia akan bersemangat untuk mendaftar. Sehingga ia enggan untuk melakukan silaturahim atau bahkan tidak suka jika di silaturahimi, sehingga tali persaudaraan bisa terputus, tidak harmonis dalam bertetangga dan sebagainya.

Baca Juga:  Inilah Penyebab Perubahan Kelakuan Istri Akhir Zaman yang Patut Dihindari

Ketiga, sifat kikir melahirkan kejahatan. Orang yang kikir akan sulit melakukan kebaikan, karena setiap apa yang ia lakukan pasti akan diperhitungkan, apakah hal itu menguntungkan untuknya atau tidak. Sehingga apa yang menurutnya menguntungkan akan ia lakukan, termasuk juga melakukan kemaksiatan-kemaksiatan. Maka dari itu, Nabi Muhammad SAW bersabda;

لاَ يَجْتَمِعُ الشُّحُّ وَ اْلإِيْمَانُ فِي قَلْبِ عَبْدٍ أَبَدًا

“Sifat kikir dan iman tidak akan berkumpul dalam hati seseorang selama-lamanya.” (HR. Ahmad).

Dapat kita pahami bahwa orang yang kikir adalah orang yang tidak mempunyai iman, karena ia tidak percaya bahwa rezeki adalah pemberian dari Allah, dengan segala ketentuannya.

Semoga kita senantiasa dihindarkan dan dijauhkan dari sifat kikir. Dijauhkan dari penyakit-penyakit hati, yang dapat merusak ibadah dan amal salih kita, yang menjauhkan diri kita kepada ketaqwaan, dan menghapuskan keimanan di dalam hati kita.

Baca Juga:  Berbuat Baik kepada yang Sudah Meninggal, Bagaimanakah Caranya?

Wallahua’lam.

Lukman Hakim Hidayat