Ciri Shalat yang Diterima Allah, Salah Satunya Selalu Bersikap Tawadu’

ciri shalat yang diterima allah

Pecihitam.orgShalat merupakan ibadah wajib yang harus di lakukan oleh seluruh umat islam dan tidak boleh sampai di tinggalkan. Oleh sebab itu, ibadah shalat di sebut sebagai tiang agama, dan kelak sebagai amalan yang pertama kali di hisab oleh Allah Swt.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Ketika shalat, terdapat banyak bacaan-bacaan do’a yang kita lafalkan. Sehingga shalat merupakan salah satu cara berkomunikasi dengan Allah Swt apabila kita melakukannya dengan khusyuk. Namun, terkadang timbul perasaan apakah shalat kita diterima atau tidak oleh Allah Swt?

Nah, berikut ini kita akan membahas tentang ciri-ciri shalat yang diterima oleh Allah Swt. Setidaknya sebagai rambu-rambu agar sebagai hamba selalu meningkatkan kualitas shalat kita.

Dalam Al-Qur’an, kita pasti sering menemukan banyak sekali ayat yang memerintahkan untuk mendirikan ibadah sholat. Salah satunya ada pada Surah Al-Ankabut ayat 45 berikut ini:

ان الصلاة تنهى عن الفحشاء والمنكر

“Dirikanlah sholat. Sesungguhnya shalat itu dapat mencegah perbuatan keji dan munkar.” (QS. Al-Ankabut: 45)

Ibadah shalat dapat di implentasikan dalam kehidupan sehari-hari dan sebagai bentuk benteng pertahanan kita terhadap perbuatan yang keliru dan menyimpang. Berbeda dengan realitanya banyak orang yang mampu melaksanakan sholat, tapi ternyata perilakunya masih belum mencerminkan selayaknya sholat yang ia kerjakan.

Baca Juga:  Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW itu Sunnah Hasanah

Misalnya masih suka menggunjing, iri, dengki berkata kotor dan lain sebagainya. Bisa jadi, hal tersebut termasuk bagian dari ciri-ciri sholat kita belum di terima oleh Allah Swt. Adapun sebuah hadist qudsi yang menjelaskan tentang ibadah sholat yang di terima oleh Allah Swt, sebagai berikut:

انما اتقبل اصلاة ممن تواضع بها لعظمتي ولم يستبطل بها على خلقي ولم يبت مسرا علي وقطع النهار لذكري ورحمالمسكين وابن السبيل ورحم المصاب

“Sesungguhnya Aku hanya akan menerima shalat dari orang yang merendahkan diri dengan sholatnya karena kebesaran-Ku, yang tidak menyombongkan diri karena makhluk-Ku, yang tidak mengulangi maksiat kepada-Ku, yang mengisi sebagian siang dengan berdzikir kepada-Ku, yang menyayangi orang miskin, orang yang dalam perjalanan, wanita yang di tinggal mati suaminya, dan mengasihi orang yang di timpa musibah.”(HR.Muslim)

Berdasarkan hadist tersebut setidaknya dapat kita klasifikasikan bagaimana ciri-ciri shalat yang diterima oleh Allah adalah sebagai berikut :

  1. Bersikap tawadu’ dan menyadari keagungan Allah Swt, sehingga kita memperoleh kekhusyukan ketika sholat atau yang di sebut dengan ihsan.
  2. Menjadi tidak sombong dengan apa yang ia miliki dan sadar bahwa semua itu hanyalah sebuah amanah dari Allah Swt. oleh karena itu, sholat dapat menghindarkan seseorang dari perilaku sombong, yang merupakan penyakit hati paling berbahaya.
  3. Tidak mengulangi perbuatan maksiat, karena seseorang yang baik bukan berarti mereka yang selalu benar. Melainkan orang yang menyadari kesalahannya namun berusaha untuk tidak mengulangi maksiat itu kembali.
  4. Senantiasa berdzikir atau mengingat Allah Swt di siang hari. meskipun memiliki banyak sekali kesibukan namun ia tetap meluangkan waktu untuk mengingat Allah Swt. itu artinya sholat yang ia kerjakan telah menggerakkan lisan, akal dan hatinya sehingga merasakan kehadiran Allah Swt dalam keadaan apapun.
  5. Menyayangi kaum miskin, ibnu sabil, janda dan orang yang tertimpa musibah, sebagai bentuk dari implementasi salah satu rukun dalam sholat yaitu mengucapkan salam yang berarti berdo’a meminta keselamatan untuk seluruh saudara seiman baik keluarga tetangga serta orang-orang yang membutuhkan.
Baca Juga:  Hindari Makan Terlalu Kenyang saat Sahur dan Berbuka, Ini Dampak Negatifnya

Selain itu, Rasulullah Saw menjelaskan dalam sebuah hadist riwayat Imam Ahmad, bahwa seseorang yang melaksanakan ibadah shalat namun tidak di indahkan dengan niat karena Allah Swt, maka hal tersebut termasuk dalam syirik tersembunyi. Na’udzubillah min dzalik..

“Maukah aku beri tauhan kepada kalian sesuatu yang lebih aku khawatirkan dari pada fitnah Dajjal?. Mereka berkata ‘ya’. Rasulullah Saw bersabda, ‘Syirik tersembunyi, yaitu seseorang yang melaksanakan sholat dan memperindahnya karena ada yang melihatnya.” (HR. Ahmad)

Jadi, pada hakikatnya shalat termasuk ibadah yang paling mudah, namun dalam pelaksanaannya ibadah shalat bisa menjadi berat jika tidak di lakukan dengan sepenuh hati dan niat yang lurus karena Allah Swt. Demikian, semoga bermanfaat. Wallahua’lam bisshawab.

Baca Juga:  Nasehat Imam Al-Ghazali bagi Para Pencari Ilmu
Arif Rahman Hakim
Sarung Batik