Ditetapkan Tersangka, Polisi Sebut Apollinaris Darmawan Punya Ideologi Lain

Pecihitam.org – Pelaku yang kerap hina agama Islam di media sosial, Apollinaris Darmawan, telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan ujaran kebencian.

Dalam kasus itu, polisi menjerat Apollinaris Darmawan dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP Galih Indragiri mengatakan, berdasarkan pemeriksaan penyidik, tersangka mengaku memiliki ideologi tersendiri.

“Dari hasil pemeriksaan kita, yang bersangkutan punya ideologi atau pandangan yang lain. Itu yang dicurahkan yang bersangkutan melalui media sosial ataupun keterangan dibuat dalam sebuah video pendek,” kata Galih, Senin, 10 Agustus 2020 seperti dikutip dari detikcom.

Dalam kasus tersebut, polisi juga mengamankan barang bukti berupa unggahan tersangka di media sosial dan video pendek yang dibuat Apollinaris Darmawan.

Baca Juga:  Kerap Hina Islam di Media Sosial, Kakek Tua Apollinaris Darmawan Ditangkap

“Ada beberapa yang kita jadikan bukti selain dari media sosial juga ada video pendek terkait apa yang disampaikan yang bersangkutan terhadap agama muslim,” ujar Galih.

Diketahui, nama Apollinaris Darmawan mendadak menjadi perbincangan publik usai ditangkap aparat dan warga karena dinilai telah menghina agama Islam.

Dalam video penangkapan Apollinaris Darmawan, nampak pria berambut putih ini tak mengenakan baju.

Sementara di dekatnya terlihat aparat berseragam polisi dan sejumlah warga yang terlihat emosi dengan kakek tersebut.

Berdasarkan penelusuran di akun Twitter Apollinaris Darmawan, Minggu, 9 Agustus 2020, diketahui tersangka memang sering melontarkan ujaran penghinaan kepada ajaran agama Islam.

Bahkan, dalam salah satu cuitannya pada 5 Januari 2017, Apollinaris menyebut ulama kharismatik Nahdlatul Ulama (NU) Gus Mus sebagai penyebar hoax dan Nabi Adam adalah hoax.

Baca Juga:  Kakek Tua Apollinaris Darmawan Pernah Sebut Gus Mus Penyebar Hoax

“Betapa mendalam pembodohan yg dilakukan Islam, sehingga Gus Mus bicara hoax sambil nebar hoax, Adam nabi adalah hoax,” cuitnya.

Tak hanya itu, Apollinaris Darmawan dalam cuitan lainnya juga menyebut bahwa Muhammad SAW adalah Nabi hoax.

Muhammad Fahri