Gus Abdul Haris: Ironi Ustadz Evie, Ngajinya Ngawur Kok Ngaku Muridnya Nabi

Ironi Ustadz Evie Ngaku Muridnya Nabi

Pecihitam.org – Beberapa hari ini memang sangat viral mengenai Evie Effendi, dari ceramahnya yang menyalahkan amalan orang lain, ngaji al Quran yang banyak kesalahan tajwid hingga membuka kembali pernyataannya yang konon bilang belajar Islam langsung dengan Nabi.

Ya, pernyataan dan ceramah orang yang mengaku-ngaku sebagai ustad ini sontak mendulang reaksi dari para santri pesantren dan juga kyai-kyai muda. Karena memang setelah di telisik Evie Effendi secara keilmuan sama sekali tidak bisa disebut sebagai ustadz. Selain itu konon perkataannya yang bilang bahwa ia belajar langsung dengan Rasulullah juga sangat berbahaya.

Salah satu yang berkomentar atas hal tersebut adalah Gus Abdul Haris, pengasuh pondok pesantren Tahfidz Nurul Istadz. Dikutip dari Bangkitmedia Gus Haris mengatakan, “Sekelas Nabi ngaji Al-Qur’an punya guru (tidak ngawur), Lha dia ngajinya ngawur kok ngaku-ngaku muridnya Nabi? Dalam hal bacaan Al Qur’an Nabi Muhammad Saw yang diamanahi Wahyu oleh Gusti Allah saja punya Guru Al Qur’an yaitu Malaikat Jibril ‘Alaihissalam.”

Gus haris juga menambahkan bahwa, sekelas Rasulullah Saw saja belajar kepada Malaikat Jibril yang secara pangkat derajat tak sebanding bila dibandingkan dengan beliau Saw, inilah teladan yang luar biasa mahal. Umat Nabi Muhammad Saw seharusnya bisa belajar dari Nabinya yang punya adab dan etika.

Baca Juga:  Desak MUI Panggil Evie Effendi, Netizen: Beri Nasihat Agar Tak Lagi Sembarang Ceramah

Padahal sangat jelas, Rasululllah Saw kalau soal bahasa Arab beliau paling fasih tapi dalam hal membaca Kalamullah, beliau tetap punya Guru. Ini juga menandakan betapa membaca bahasa Arab tidak sama dengan membaca Al Qur’an.

Membaca apalagi memahami Kalamullah (Al Qur’an) harus ada seorang Guru yang membimbing, tak boleh kita sembarangan tanpa bimbingan dan arahan seorang Guru. Dalilnya jelas dalam Al Qur’an Surat Al Qiyamah ayat 16.

لَا تُحَرِّكۡ بِهِۦ لِسَانَكَ لِتَعۡجَلَ بِهِۦۤ

Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al Quran karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya.

Gus Haris kembali mempertanyakan bagaimana seorang Evi Efendi mengaku tidak belajar dari Guru dan langsung mendapat ilmu dari Rrasulullah Saw dan para Sahabat. Pertanyaannya cukup sederhana:

  1. Kapan Evi bertemu dan bertatap muka dengan Nabi Muhammad Saw? Bukankah belajar Al Qur’an harus Musyafahah (berhadap hadapan) harus Talaqqi (turun temurun) tidak bisa tiba-tiba tanpa adanya pertemuan langsung antara murid dan guru? Jika Evi bilang Gurunya Nabi kapan dia bertemu dengan Nabi? Apalagi setelah mengetahui bacaan Al Qur’an Evie Evendi ini, sangat tingak mungkin Nabi Saw cara membaca Kalam-Nya dengan seperti itu.
  2. Bila Evi ngaku belajar dari sahabat, sahabat siapa yang dia jadikan Gurunya? Toh kenalnya sama sahabat dari buku, padahal bacaan Al Qur’an tidak cukup dipelajari dari buku tetapi haruslah praktek langsung ke hadapan Guru dan paling realistis untuk zaman saat ini. Belajar dari Guru Ahli yang sanad bacaannya sampai hingga Nabi Saw adalah cara satu satunya cara mengetahui dan mempelajari bacaan Al Qur’an yang benar & tsiqoh (bisa betul-betul dipertanggungjawabkan)
  3. Kalau belum belum si Evie ini sudah menuduh orang yang berilmu (Ulama) sombong, nggak paham ilmu agama terutama yang paling mendasar yaitu membaca Al Qur’an sesuai Makhroj & Tajwid tapi berani menyalahkan orang lain yang berilmu? Lalu apakah bukan berarti dia sendiri telah sombong?
Baca Juga:  Pakai Topi Jerusalem saat Berdakwah, Penampilan Evie Effendi Dikritik

Gus Haris lantas membebri nasehat, bahwa kita harus belajar dari kasus Evie. Betapa mengaji tidak cukup hanya dengan kita pinter buka Youtobe lalu naik panggung ngomongin orang banyak, ada proses panjaang dan terjal yang harus di lalui.

Mengajilah kepada Guru yang memiliki kredibilitas ilmu, maka kau akan mengerti. Jangan seperti Evie yang ngaku-ngaku pernah mengaji langsung ke Nabi Muhammad Saw, lha wong umurnya saja belum ada 50 tahun kok.

Kecuali kalau umurnya dia saat ini 1500 kurang sedikit, baru masuk akal kalo dia pernah Ngaji ke Nabi Muhammad Saw dan para sahabat-sahabat Nabi Saw, pungkas Gus Haris.

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik
Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi, menyedekahkan sebagian harta kamu di Jalan Dakwah

DONASI SEKARANG