Gus Baha: Ketika Nabi Saw Qadha Shalat Subuh

Gus Baha Ketika Nabi Saw Qadha Shalat Subuh

Pecihitam.org – Dalam sebuah kajian yang di isi oleh Gus Baha, membahas tentang qadla sholat. Namun sebelumnya beliau menjelaskan mengenai Surat Al-Hajj ayat 52 sebagai berikut:

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

اللَّهُ مَا يُلْقِي الشَّيْطَانُ ثُمَّ يُحْكِمُ اللَّهُ آيَاتِهِ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

“ Tetapi Allah menghilangkan apa yang di masukkan setan itu, dan Allah akan menguatkan ayat-ayat-Nya. (QS. Al-Hajj: 52)

Beliau awalnya menjelaskan bahwa kalau kiai salah, faktanya tidak jadi musibah bagi agama. Dan agama masih baik-baik saja. Karena dalam hal ini yang salah adalah kiainya bukan agamanya. Sama halnya dengan dokter yang melakukan malpraktik tapi semua orang tetap butuh dokter.

Makanya kalau ada orang yang mengadu: Gus kok banyak Kiai yang bermaslaah sih? Maka jawbanya meskipun banyak yang berasalah, kiai akan tetap di butuhkan. Tenang agama akan baik-baik saja”.

Jadi, Gus Baha menyampaikan bahwa kesalahan itu pasti di miliki oleh semua orang , baik itu orang awam maupun kyai sekalipun. Meskipun seorang kyai pernah melakukan kesalahan, namun kita tetap butuh sosok kyai atau ulama yang paham tentang agama.

Baca Juga:  Pesan Ali bin Abi Thalib Tentang Ilmu dan Menjaga Persaudaraan

Tidak ada dalil yang menyebutkan bahwa orang awam ketika melakukan kesalahan tidak masalah, sedangkan kyai yang melakukan kekeliruan lalu di permasalahkan. Kesalahan seorang ulama atau kyai tidak akan berpengaruh apapun bagi agama, karena yang melakukan kesalahan itu kyainya dan agama tetap baik-baik saja.

Kemudian Gus Baha menceritakan tentang asal mulanya qadla sholat yang di lakukan oleh Rasulullah Saw. Sebagaimana yang telah di sebutkan dalam sebuah riwayat yang masyhur bahwa pada waktu itu Nabi bepergian dan tidur di dalam sebuah gua.

Nabi berkata pada Bilal bin Rabbah “Aku mengantuk, wahai Bilal “ lalu di jawab oleh Bilal “ kalau engkau mengantuk, silahkan tidur Ya Rasulullah” Nabi Saw mengatakan lagi “Tapi aku khawatir tidak sholat subuh”.

Jadi Nabi Saw takut kalau beliau tidur akan melewatkan sholat subuh karena saat itu sudah pagi ( kalau sekarang sekitar jam 2 pagi). Namun Bilal dengan yakin mengatakan bahwa dirinya lah yang akan membangunkan Nabi Saw dan ternyata ia justru ikut tertidur.

Baca Juga:  Gus Baha: Meluruskan Pemahaman Kelompok yang Suka Bilang Bid’ah

Akhirnya sampai tersengat matahari sudah mulai agak panas, sekitar jam 8 pagi, lalu Nabi Saw bangun dan berkata pada Bilal “ Wahai Bilal, bagaimana dengan janjimu?” Kemudian Bilal menjawab dengan lucu “ Wahai Rasulullah, apa yang melanda Anda melanda juga ke saya,”.

Nah dari sini bisa di ibaratkan “Kata siapa Bilal tidak pernah menyalahkan Nabi ? artinya soal ketiduran (qadla) kan sama-sama. Kenapa harus ada yang di salahkan?” kata Gus Baha sambil guyon.

Riwayat ini bisa dilihat dalam Kitab Mahalli dan Kitab Fath Al-Wahhab, bab: Kitab Al-Adzan, apakah di sunnahkan adzan untuk sholat qadla?. Mengenai hal ini ulama Syafi’i sepakat bahwa adzan sebelum melaksanakan qadla sholat adalah Sunnah, dalilnya adalah saat nabi qadla sholat, beliau menyuruh Bilal untuk adzan terlebih dahulu.

Gus Baha kemudian menjelaskan“ Hayo, Nabi lupa dan sholat qadla, lalu barokahnya dalam sholat qadla pun di sunnahkan untuk adzan. Tapi sekarang santri kalau mau sholat qadla nggak berani adzan”

Oleh sebab itu jangan terlalu berlebihan menganalisis ayat (gharariq) ini, seakan-akan ada Al-Qur’an bisa di belokkan ( di sisipi) setan. “Hal ini tidak masalah, maksudnya; toh, nanti akan tersortir” Kata Gus Baha.

Baca Juga:  Gus Baha: Allah Itu Dimana dan Sedang Apa?

Nah ini yang penting, Rasulullah Saw memang pernah melakukan sholat qadha namun bedanya adalah mengenai jumlahnya. Karena beliau Saw hanya sekali saja semasa hidupnya itupun di sebabkan karena tertidur dan melewatkan sholat subuhnya. Bedanya dengan kita mungkin sudah sangat sering melakukan shalat Qadha.

*Naskah ini diterjemahkan dari kajian KH Bahaudin Nursalim. Versi bahasa aslinya bisa dilihat disini.

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik