Hadits Shahih Al-Bukhari No. 110 – Kitab Ilmu

Pecihitam.org – Hadits Shahih Al-Bukhari No. 110 – Kitab Ilmu ini, menjelaskan tentang perkataan Abu Hurairah bahwasannya tidak ada sahabat yang lebih banyak mengumpulkan hadist setelahnya melainkan Abdullah bin Amru bin Al-Ash. Beliau menulis hadis yang tidak ditulis oleh Abu Hurairah. Keterangan hadist dikutip dan diterjemahkan dari Kitab Fathul Bari Jilid 1 Kitab Ilmu. Halaman 396-398.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ قَالَ حَدَّثَنَا عَمْرٌو قَالَ أَخْبَرَنِي وَهْبُ بْنُ مُنَبِّهٍ عَنْ أَخِيهِ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ يَقُولُ مَا مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَحَدٌ أَكْثَرَ حَدِيثًا عَنْهُ مِنِّي إِلَّا مَا كَانَ مِنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو فَإِنَّهُ كَانَ يَكْتُبُ وَلَا أَكْتُبُ تَابَعَهُ مَعْمَرٌ عَنْ هَمَّامٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ

Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami [‘Ali bin ‘Abdullah] berkata, telah menceritakan kepada kami [Sufyan] berkata, telah menceritakan kepada kami [‘Amru] berkata, telah mengabarkan kepadaku [Wahhab bin Munabbih] dari [saudaranya] berkata, aku mendengar [Abu Hurairah] berkata, “Tidaklah ada seorangpun dari sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang lebih banyak haditsnya dibandingkan aku, kecuali ‘Abdullah bin ‘Amru. Sebab ia bisa menulis sedang saya tidak.” [Ma’mar] juga meriwayatkan dari [Hammam] dari [Abu Hurairah].”

Baca Juga:  Hadits Tentang Menuntut Ilmu, Ini Penjelasannya

Keterangan Hadis: فَإِنَّهُ كَانَ يَكْتُب وَلَا أَكْتُب (Beliau menulis hadits-hadits yang tidak aku tulis). Hal ini merupakan alasan Abu Hurairah yang menunjukkan bahwa Abdullah bin Amru bin Ash lebih banyak memiliki hadits ketimbang dirinya. Dengan demikian Abu Hurairah bukan sahabat yang paling banyak memiliki hadits, padahal hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah jauh lebih banyak daripada hadits yang diriwayatkan Abdullah bin Amru sendiri.

Apabila dikatakan bahwa kalimat pengecualian dalam hadits ini adalah munqathi’ (terputus) maka pengertiannya, “Tetapi tulisan yang ada pada Abdullah bin Amru bukan dari aku, baik keadaan ini membuat Abdullah bin Amru lebih banyak memiliki hadits ataupun tidak.”

Apabila dikatakan bahwa kalimat pengecualian dan hadits di atas adalah muttashil (bersambung) dengan kalimat sebelumnya, maka akan ada sejumlah sebab yang menerangkan hal ini:

Pertama, Abdullah bin Amru terlalu menyibukkan diri dalam beribadah daripada belajar, maka dari itu sangat sedikit hadits yang diriwayatkan dari beliau.

Baca Juga:  Mengetahui Status Hadis Larangan Perempuan yang Sedang Haid Membaca al-Quran

Kedua, setelah perluasan Islam ke Mesir dan Thaif, beliau lebih banyak menghabiskan waktu di kedua tempat itu. sedang para pelajar tidak banyak yang datang mengunjungi kedua kota tersebut untuk belajar, sebagaimana mereka mengunjungi kota Madinah tempat Abu Hurairah memberikan fatwa dan menyebarkan hadits. Dari sinilah nampak banyaknya orang yang menerima hadits dari beliau, Imam Bukhari menyebutkan ada 800 orang dari golongan tabiin yang meriwayatkan hadits dari Abu Hurairah.

Ketiga, Nabi secara khusus meminta kepada Abu Hurairah agar tidak melupakan hadits yang disampaikan kepadanya.

Keempat, Abdullah pernah menjadi orang yang selalu menuntun onta yang membawa buku-buku milik ahli kitab di negeri Syam. Beliau sempat membaca buku tersebut dan membicarakannya, oleh sebab itu banyak para imam tabiin menghindari untuk mengambil hadits dari beliau.

Catatan

Perkataan Imam Bukhari وَلَا أَكْتُب (dan aku tidak tulis), bertentangan dengan hadits yang disampaikan dari Thariq bin Amru bin L’mayyah. Ia berkata, “Aku membicarakan hadits dengan Abu Hurairah, kemudian Abu Hurairah memegang tanganku dan mengajak masuk ke rumah beliau. Kami melihat sebuah kitab berisikan hadits Nabi, Beliau berkata,” Inilah tulisan hadits yang ada padaku“.

Baca Juga:  Hadits Shahih Al-Bukhari No. 227 – Kitab Wudhu

Menurut pendapat Ibnu Abdul Bait, hadits Hammam di atas lebih shahih. Kedua hadits tersebut dapat diselaraskan bahwa Abu Hurairah tidak pernah menuliskan hadits di masa Nabi, namun beliau menulisnya setelah masa kenabian.

Menurut saya, bahwa adanya buku hadits pada Abu Hurairah tidak mesti bahwa buku tersebut adalah hasil tulisannya, sedang dalam hadits tersebut disebutkan bahwa beliau tidak menulis hadits. Dengan demikian, sangat dimungkinkan bahwa buku tersebut bukan ditulis oleh Abu Hurairah sendiri.

M Resky S