Hadits Shahih Al-Bukhari No. 91-93 – Kitab Ilmu

Pecihitam.org – Hadits Shahih Al-Bukhari No. 91-93 – Kitab Ilmu ini, menerangkan mencari berkah dengan bersimpuh kepada imam atau ahli hadits. Selanjutnya dijelaskan tentang mengulang hadits sampai tiga kali agar dapat difahami. Keterangan hadist dikutip dan diterjemahkan dari Kitab Fathul Bari Jilid 1 Kitab Ilmu. Halaman 362-365.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Hadits Shahih Al-Bukhari No. 91

حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ قَالَ أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ قَالَ أَخْبَرَنِي أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَرَجَ فَقَامَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ حُذَافَةَ فَقَالَ مَنْ أَبِي فَقَالَ أَبُوكَ حُذَافَةُ ثُمَّ أَكْثَرَ أَنْ يَقُولَ سَلُونِي فَبَرَكَ عُمَرُ عَلَى رُكْبَتَيْهِ فَقَالَ رَضِينَا بِاللَّهِ رَبًّا وَبِالْإِسْلَامِ دِينًا وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا فَسَكَتَ

Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami [Abu Al Yaman] berkata, telah mengabarkan kepada kami [Syu’aib] dari [Az Zuhri] berkata, telah mengabarkan kepadaku [Anas bin Malik] bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam keluar, lalu Abdullah bin Hudzafah menghadap kepadanya dan berkata: “Siapakah bapakku?” Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: “Bapakmu Hudzaafah”. Ketika semakin banyak pertanyaan, Nabi bersabda: “Bertanyalah kalian kepadaku?” Maka Umar turun berlutut seraya berkata: “Kami ridla Allah sebagai Rabb kami, Islam sebagai agama kami dan Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai Nabi Kami.” Maka Abdullah bin Hudzafah terdiam.

Keterangan Hadis: Dikatakan Baraka Al Ba’iir (unta menderum), jika dengan sekonyong-konyong menjatuhkan badannya. Adapun penggunaannya untuk manusia adalah dalam arti majaz (kiasan).

خَرَجَ فَقَامَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ حُذَافَةَ (Nabi keluar, maka Abdullah bin Hudzafah berdiri). Dalam kalimat ini ada lafazh yang dihapus, ini terlihat dari riwayat yang lain. Kemungkinan kata tersebut adalah, فَسُئِلَ فَأَكْثَرُوا عَلَيْهِ فَغَضِبَ فَقَالَ : سَلُونِي ، فَقَامَ عَبْد اللَّه (Nabi ditanya oleh para sahabat dan mereka banyak bertanya kepada beliau, sehingga beliau menjadi marah dan mengatakan, “Bertanyalah kepadaku apa saja7 “Maka Abdullah berdiri.).

Baca Juga:  Hadits Shahih Al-Bukhari No. 127 – Kitab Ilmu

فَقَالَ رَضِينَا بِاَللَّهِ رَبًّا (Kami rela Allah sebagai Tuhan kami]- ibnu Baththal mengatakan, “Dan mimik Rasulullah, Umar bin Khaththab dapat memahami bahwa pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada beliau merupakan bentuk pembangkangan dan kecurigaan, maka Umar takut kalau adzab Allah akan turun sehingga dia mengatakan, “Kami ridha Allah sebagai Tuhan, Islam sebagai agama dan Muhammad sebagai Nabi,” kemudian Nabi pun ridha dan diam.

Hadits Shahih Al-Bukhari No. 92

حَدَّثَنَا عَبْدَةُ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُثَنَّى قَالَ حَدَّثَنَا ثُمَامَةُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ أَنَسٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ كَانَ إِذَا سَلَّمَ سَلَّمَ ثَلَاثًا وَإِذَا تَكَلَّمَ بِكَلِمَةٍ أَعَادَهَا ثَلَاثًا

Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami [Abdah] berkata, Telah menceritakan kepada kami [Abdushshamad] berkata, Telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Al Mutsanna] berkata; [Tsumamah bin Abdullah] telah menceritakan kepada kami dari [Anas] dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam apabila memberi salam, diucapkannya tiga kali dan bila berbicara dengan satu kalimat diulangnya tiga kali.

Hadits Shahih Al-Bukhari No. 93

حَدَّثَنَا عَبْدَةُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الصَّفَارُ حَدَّثَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُثَنَّى قَالَ حَدَّثَنَا ثُمَامَةُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ أَنَسٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ كَانَ إِذَا تَكَلَّمَ بِكَلِمَةٍ أَعَادَهَا ثَلَاثًا حَتَّى تُفْهَمَ عَنْهُ وَإِذَا أَتَى عَلَى قَوْمٍ فَسَلَّمَ عَلَيْهِمْ سَلَّمَ عَلَيْهِمْ ثَلَاثًا

Baca Juga:  Hadits Shahih Al-Bukhari No. 22-23 - Kitab Iman

Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami [‘Abdah bin Abdullah Ash Shafar] Telah menceritakan kepada kami [Abdushshamad] berkata, Telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Al Mutsanna] berkata; [Tsumamah bin Abdullah] telah menceritakan kepada kami dari [Anas] dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bila berbicara diulangnya tiga kali hingga dapat dipahami dan bila mendatangi kaum, Beliau memberi salam tiga kali.

Keterangan Hadis: Adalah merupakan kebiasaan Rasulullah mengulanginya sampai tiga kali. Maksudnya, Anas menceritakan kebiasaan Rasulullah SAW yang dia ketahui, lalu dia memberi saksi akan hal itu, bukan Nabi yang memberitahunya. Pendapat ini diperkuat dengan riwayat yang dikeluarkan oleh mushannij pada pembahasan izin, dan hadits lshaq dan Abd Shamad dengan sanad yang serupa dari Anas.

إِذَا تَكَلَّمَ (Apabila beliau berbicara) Al Karmani mengatakan, bahwa susunan kalimat seperti ini menurut para ulama Ushul fiqih (Ushuliyin), mengisyaratkan bahwa Nabi jika berbicara selalu mengulang sebanyak tiga kali.

Tujuan Nabi mengulang perkataannya sebanyak tiga kali adalah supaya agar dipahami, begitu juga Tirmidzi dan Hakim menyebutkan dalam kitab Al Mustadrak.

Ibnu Munir mengatakan, bahwa Imam Bukhari dengan bab ini bertujuan untuk memberi peringatan terhadap orang yang enggan mengulangi pembicaraan, dan beliau mengingkari bahwa orang yang meminta pengulangan termasuk orang yang bodoh. Kemudian dia mengatakan, bahwa yang benar adalah hal ini tergantung perbedaan masing-masing tabiat manusia, makanya tidak tercela bagi seorang pendengar yang belum bisa mengingat pada kali pertama untuk meminta pengulangan. Begitu juga si pembicara, tidak mengapa tidak mengulangnya kembali, namun jika dia mengulangnya berarti sebagai penekanan terhadap apa yang dikatakan pada pertama kali.

Baca Juga:  Hadits Shahih Al-Bukhari No. 400 – Kitab Shalat

فَسَلَّمَ عَلَيْهِمْ (maka beliau memberi salam kepada mereka) Al Ismaili mengatakan, bahwa hal ini berkenaan dengan salam untuk meminta izin (salamu l istidzan ) sebagaimana yang diriwayatkan Abu Musa dan lainnya. Hal mi bukan termasuk salam yang disampaikan oleh orang yang sedang berjalan, karena yang berlaku pada umumnya hanya sekali, tidak diulang.

Saya berpendapat bahwa Sebenarnya mushannt j telah memahami lafazh ini seperti itu juga. maka beliau mengeluarkan hadits ini dengan hadits Abu Musa mengenai kisah Nabi bersama Umar. seperti akan dijelaskan pada bab Isti’zaan (minta izin). Namun ada kemungkinan ketika akan meninggalkan mereka, Nabi mengulang salamnya sampai tiga kali karena beliau takut mereka tidak mendengar salam sebelumnya. Adapun Al Karmani mengatakan, bahwa stuktur kalimat tersebut menunjukkan istimrar (kontinuitas).

M Resky S