Tujuh Amalan Sunnah Rasulullah Setiap Hari, Yuk Kita Amalkan Bersama

Tujuh Amalan Sunnah Rasulullah Setiap Hari, Yuk Kita Amalkan Bersama

PeciHitam.org – Sebagai seorang muslim yang mengharap syafaat Rasulullah kelak di hari kiamat dengan meneladani perilaku Rasulullah merupakan hal yang amat dianjurkan dalam Islam. Mengikuti amalan sunnah Rasulullah setiap hari sebagai jalannya.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Berikut ini merupakan amalan sunnah Rasulullah setiap hari yang mudah dilakukan setiap hari, antara lain:

Pertama, tidur di awal malam. Tidur di awal malam ini bertujuan agar kita tidak luput menjalankan shalat malam, sekaligus menunggu waktu shubuh untuk berjamaah. Rasulullah sendiri selalu membiasakan untuk tidur di awal malam dan tidak pernah begadang.

Kedua, membaca doa sebelum tidur dan pada saat bangun tidur. Lafadz doa sebelum tidur dan saat bangun tidur ini seperti yang disebutkan dalam hadis riwayat Hudzaifah berikut:

كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا أَرَادَ أَنْ يَنَامَ قَالَ « بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوتُ وَأَحْيَا »

. وَإِذَا اسْتَيْقَظَ مِنْ مَنَامِهِ قَالَ « الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا ، وَإِلَيْهِ النُّشُورُ »

“Apabila Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam hendak tidur, beliau mengucapkan: ‘Bismika allahumma amuutu wa ahya (Dengan nama-Mu, Ya Allah aku mati dan aku hidup).’ Dan apabila bangun tidur, beliau mengucapkan: “Alhamdulillahilladzii ahyaana ba’da maa amatana wailaihi nusyur (Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan kepada-Nya lah tempat kembali).” (HR. Bukhari no. 6324)

Baca Juga:  Perbedaan Infaq dan Sedekah Menurut al-Quran dan Hadis

Ketiga, bangun lebih awal. Yang di maksud bangun lebih awal yaitu sebelum waktu shubuh tiba. Bangun pagi merupakan hal yang sulit bagi sebagian orang, terutama bagi mereka yang begadang di malam hari.

Terasa berat jika belum terbiasa, padahal bangun pagi itu bukanlah hal yang susah jika kita tidur lebih awal di malam hari. Dengan tidur lebih awal, kita juga dapat bangun lebih awal.

Keempat, berwudhu sebelum tidur dan berbaring pada sisi kanan. Seperti yang tertuang dalam hadis berikut:

إِذَا أَتَيْتَ مَضْجَعَكَ فَتَوَضَّأْ وُضُوءَكَ لِلصَّلاَةِ ، ثُمَّ اضْطَجِعْ عَلَى شِقِّكَ الأَيْمَنِ

“Jika kamu mendatangi tempat tidurmu maka wudhulah seperti wudhu untuk shalat, lalu berbaringlah pada sisi kanan badanmu” (HR. Bukhari no. 247 dan Muslim no. 2710)

Kelima, adalah tersenyum. Tersenyum merupakan hal yang amat mudah dilakukan oleh setiap orang. Dengan tersenyum, orang di sekitar kita merasakan aura positif yang kita tebarkan. Bahkan senyum tergolong sebagai shadaqah seperti yang tertuang dalam hadis berikut:

تبسمك فى وجه أخيك صدقة

Artinya: “Senyummu di hadapan saudaramu adalah shadaqah.”

Baca Juga:  Mendalami Makna Lakum Dinukum Waliyadin: Bagimu Agamamu Bagiku Agamaku

Keenam, bersiwak. Nabi selalu menyempatkan dirinya untuk bersiwak sebelum pergi. Bahkan Nabi juga sering mengingatkan bahwa siwak memiliki keutamaan, salah satunya jika digunakan untuk beribadah seperti shalat 2 rakaat dengan bersiwak setara dengan shalat 70 rakaat tanpa bersiwak.

Pada hari ini, bersiwak mungkin dapat diganti dengan bersikat gigi, minimal dua kali sehari. Paling tidak ketika kita bertemu dengan orang lain, mulut kita tidak bau. Atau bahkan ketika shalat, bau mulut kita tidak mengganggu kekhusyukan jamaah lainnya.

Adapun bacaan niat ketika bersiwak, yaitu:

نويت الإستياك سنة لله تعالى

Nawaitul istiyaaka sunnatan lillahi ta’aalaa

Artinya: “Saya niat bersiwak, sunnah karena Allah ta’ala.”

Ketujuh, berbicara baik atau diam. Hari ini, nampaknya kita lebih sulit untuk berbecicara baik. Terlebih di era teknologi seperti sekarang ini. Mungkin mulut kita diam, namun tangan kita justru ikut berkomentar buruk kepada orang lain. Padahal Rasulullah menganjurkan kita agar berbicara baik, atau jika tidak bisa, maka diam.

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw bersabda,

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَليَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُت

“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam.” (Muttafaq ‘alaih: Al-Bukhari, no. 6018; Muslim, no.47)

Baca Juga:  Lima Tujuan Syariat Islam Menurut Imam al Ghazali

Seperti yang dikutip Imam An-Nawawi dalam kitab Syarah Arbain, menjelaskan bahwa Imam Syafi’i mengatakan, “Jika seseorang hendak berbicara maka hendaklah dia berpikir terlebih dahulu. Jika dia merasa bahwa ucapan tersebut tidak merugikannya, silakan diucapkan. Jika dia merasa ucapan tersebut ada mudharatnya atau ia ragu, maka ditahan (jangan bicara).”

Demikian tujuh amalan sunnah Rasulullah setiap hari. Sebenarnya masih sangat banyak amalan sunnah Rasulullah lainnya yang dapat kita aplikasikan pada kehidupan sehari-hari. Namun mudah-mudahan dari yang sedikit ini, kita dapat mengerjakan secara istiqamah seluruhnya.

Mohammad Mufid Muwaffaq