Tafsir Syaikh Abdul Qadir al-Jailani; Hilang 800 Tahun, Ditemukan di Perpustakaan Vatikan

Tafsir Syaikh Abdul Qadir al-Jailani; Hilang 800 Tahun, Ditemukan di Perpustakaan Vatikan

PeciHitam.org – Siapa tak kenal dengan Syaikh Abdul Qadir al-Jailani? Ulama fiqih yang sangat terkenal. Bahkan, di Indonesia khususnya Nahdlatul Ulama ketika bertawassul, selalu memberikan doa khusus kepada beliau.

Syaikh Abdul Qadir al-Jailani ternyata memiliki karya sebuah kitab tafsir yang dikenal dengan nama Tafsir al-Jilani. Dalam artikel ini kita akan sedikit membahas tafsir ini untuk mengenal dan mengetahuinya.

Tafsir al-Jilani memiliki banyak misteri yang belum terpecahkan hingga saat ini. Mulai dari penisbatan nama al-Jilani yang menuai pro-kontra dan lain sebagainya.

Tafsir ini ditahqiq oleh dua orang ulama besar yang bernama Syaikh Fadhil Jailani al-Hasani al-Tailani al-Jimazraq dan oleh Farid al-Mazidi dengan menggunakan rujukan kitab tafsir yang dulunya ditahqiq oleh Fadhil Jailani al Hasani al-Tailani al Hasani yang menurut beberapa literatur merupakan cucu ke 25 dari Syaikh Abdul Qadir al-Jailaini.

Pada Muqaddimah Tafsir al-Jilani ada keterangan yang menyatakn bahwa Fadhil Jailani adalah orang yang pertama kali menemukan tafsir ini dimana sebelumnya hilang tanpa kabar.

Fadhil Jadilani al-Hasani sendiri merupakan ulama yang lahir di Desa Jimzarqa pada tahun 1954 M dan dibesarkan di daerah Qurtalan, sebuah daerah di Turki Timur dan kemudian mukim di Wilayah Istanbul.

Baca Juga:  Nahdlatul Ulama (NU) dan Representasi Islam Tradisional di Indonesia

Pada suatu kesempatan, Fadhil Jailani diutus oleh kakeknya Sayyid Syarif al-Alim al-Muqtadi bihi wa al-Qutb al-Kamil al-Syaikh Muhammad Sidiq Jilani al-Hasani untuk pergi ke Madinah al-Munawarah dan disanalah Fadhil Jailani memulai sebuah perjalanan untuk mencari tafsir al-Jailani.

Setelah kembali dari madinah, Fadhil Jailani terus mencari kitab kitab karya Syaikh Abdul Qadir al-Jailani pada tahun 1977 di Madinah dan daerah yang lainnya hingga tahun 2002.

Sampai saat ini, Fadhil Jailani sudah mengunjungi 50 Perpustakaan resmi dan Asosiasi perpustakan khusus di 20 negara dan sudah mengulan kembali kunjungannya ke beberapa negara tersebut berulang kali.

Buah dari pencarian tersebut, beliau menemukan 17 kita karya Syaikh Abdul Qadir al-Jailani dalam bentuk manuskrip dan mengamankan Tafsir al-Jailani yang telah hilang lebih dari 800 tahun.

Tafsir al-Jailani ditemukan secara utuh dalam bentuk manuskrip 30 Juz di perpustakaan Vatikan. Fadhil Jailani lalu berusaha menulis kembali Tafsir al-Jailani dan sudah menghasilkan kurang lebih 1752 lembar.

Baca Juga:  Kamu Muslimah Pendaki Gunung? Tak Ada Salahnya Perhatikan 5 Hal Ini

Penemuan paling menarik dalam proses pencarian Tafsir al-Jailani ini adalah, ketika Fadhil berkunjung ke Perpustakaan Vatikan disana beliau menjumpai bahwa nama Syaikh Abdul Qadir al-Jailani tertulis dalam bahasa Itali dengan nama ‘Filsuf Islam’ yang jika ditranslate ke bahasa Arab menjadi Shaikh al-Islam.

Tafsir al-Jailani sendiri merupakan sebuah tafsir lengkat 30 Juz yang terbagi kedalam 6 jilid dengan rincian sebagai berikut:

  • Jilid 1 terdiri dari Muqaddimah, tafsir surah al-Fatihah sampai surah al-Maidah.
  • Jilid 2 terdiri dari tafsir surah al-An’am sampai surah Ibrahim
  • Jilid 3 terdiri dari tafsir surah al-Hijr sampai surah al-Nur
  • Jilid 4 terdiri dari tafsir surah al-Furqan sampai surah surah Yasin
  • Jilid 5 terdiri dari tafsir surah al-Saffat sampai surah al-Waqiah
  • Jilid 6 terdiri dari tafsir surah al-Hadid sampai Surah al-Nas

Selain penafsiran, Tafsir al-Jailani juga berisi fihris hadis Nabi yang dimasukkan pada jilid 5 dan jilid 6 dengan penambahan qasidah, munajat asmaul husna dan qasidah al-Khomriyyah yang merupakan syair sufi.

Baca Juga:  Jika Masih Ada Yang Suka Nuduh Bid'ah, Bungkam Dengan Jawaban Ini

Salah satu ciri khas dari Tafsir al-Jailani yaitu pada tiap awal surah terdapat keterangan pembuka dan penutup surah di akhir penafsiran.

Itulah sedikit pembahasan mengenai sebuah kitab Tafsir Karya Syaikh Abdul Qadir al-Jailani. Mungkin saat ini masih terdengar asing karena kita sama sama belum mengetahuinya secara pasti.

Namun, ini menjadi sebuah bukti bahwa Syaikh Abdul Qadir al-Jailnai memiliki karya yang cukup mumpuni dalam bidang Tafsir.

Wallahu A’lamu

Mohammad Mufid Muwaffaq
Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG