Kenapa Shalat Jumat Bacaannya Jahr Padahal Shalat Dzuhur Sirr?

Kenapa Shalat Jumat Bacaannya Jahr

Pecihitam.org – Shalat di siang hari, umumnya bacaannya sirr, hingga kadang timbul pertanyaan “kenapa shalat Jumat bacaannya jahr padahal shalat Dzuhur lirih, kan waktunya sama?”

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Pada masa awal-awal Islam, ketika fase Mekkah, kondisi ummat Islam belum aman. Sehingga shalat yang dilaksanakan di siang hari, disyariatkan membaca dengan sirr.

Ini dilakukan agar muslim yang waktu itu masih minoritas dan sering diancam bahkan ditindas, tidak hanya diolok-olok bahkan disakiti jika ketahuan ada bacaan Al-Quran dalam shalat dari bacaan yang terdengar.

Maka, antisipasi akan hal itu, Allah syariatkan shalat semisal Dzuhur dan Ashar dibaca secara sirr. Beda lagi shalat Jumat dan juga shalat Id. Walaupun sama-sama di siang hari, tapi bacaannya secara jahr.

Karena shalat Jumat dan shalat Id pertama kali dilakukan Nabi ketika di Madinah, ketika kondisi sudah aman, di mana muslim jadi mayoritas dan unggul dalam segala aspek atas nun muslim.Keterangan semacam ini bisa ditemukan dalam Kitab al-Bajuri

قوله الصبح: إنما طلب الجهر فيها مع أن الكفار كانوا حين سماعهم القرآن في صلاة النبي صلى الله عليه و سلم يسبون من أنزله و من أنزل عليه كما مر لأنهم يكونون في هذه الوقت نائمين و لذلك طلب الجهر في العشاء أيضا و في نهارية مقضية ليلا أو وقت صبح و أما المغرب فطلب الجهر فيه لأنهم كانوا يشتغلون في وقته بالعشاء و أما الجمعة و العيد فلأنه صلى الله عليه و سلم أقامهما بالمدينة و لم يكن للكفار فيها قوة و لما كانوا مستعدين للإيذاء في وقتي الظهر و العصر طلب الإسرار فيهما بل و في الليلة المقضية نهارا

Baca Juga:  Jika dengan Kalimat Subhanallah Tidak Berhasil, Bolehkah Mengingatkan Imam dengan Berbicara?

Disunnahkan menyaringkan bacaan pada shalat Shubuh padahal orang-orang kafir ketika mendengar pembacaan Al-Quran dalam shalat Nabi, ia mencela Dzat yang menurunkan dan orang yang menerima Al-Quran. Karena pada waktu Shubuh itu orang-orang kafir sedang tidur. Oleh karena itu, disunnahkan juga bacaan jahr pada shalat Isya’ dan pada shalat-shalat siang yang diqadha’ pada waktu malam atau waktu Shubuh.

Adapun shalat Maghrib, disunnahkan bacaan jahr, karena pada waktu ini orang-orang kafir sedang sibuk makan malam. Adapun shalat Jumat dan Id, disunnahkan bacaan jahr, karena Nabi mulai melakukannya ketika tinggal di Madinah di saat orang-orang kafir tidak memiliki kekuatan lebih. Jadi ketika mereka mempersiapkan diri untuk mengolok al-Quran dalam bacaan shalat Nabi dalam shalat Shubuh dan Ashar, pada saat itulah dianjurkan bacaan shalatnya sirr, bahkan pada shalat malam yang diqadha’ di siang hari. (Hasyiyah Ibrahim al-Baijuri Juz I halaman 174)

Baca Juga:  Begini Tatacara Sumpah Li’an yang Benar dalam Hukum Islam

Inilah sebab atau alasan disyariatkan bacaan shalat Jumat (juga shalat Id) bacaannya disunnahkan secara jahr, walaupun pelaksanaannya di siang hari. Apa yang dijelaskan di atas adalah tentang sebabnya.

Selain tentang sebab, perintah disyariatkannya suatu amal juga ada hikmahnya. Sedangkan hikmah disyariatkannya bacaan jahr pada shalat Jumat dan shalat Id adalah sebagaimana yang diurai dalam al-Fawakih

وإنما طلب الجهر في الجمعة والعيدين لحضور أهل البوادي والقرى فأمر القارئ بالجهر ليسمعوه فيحصل لهم الاتعاظ بسماعه.

Diberlakukan anjuran menyaringkan bacaan pada shalat Jumat dan shalay Id, karena kehadiran orang-orang pedalaman dan pedesaan untuk menjalankan shalat tersebut, maka diperintahkan menyaringkan bacaan agar mereka dapat mengambil wejangan saat mendengar bacaan al-Quran. (Al-Fawakih ad-Dawaany Juz I halaman 505)

Baca Juga:  Mengeraskan atau Melirihkan Bacaan Shalat? Ini Penjelasannya!

Demikian tentang alasan dan hikmah kenapa shalat Jumat bacaannya jahr, berbeda dengan shalat di siang hari lainnya yang notabene bacaannnya sirr (lirih).

Faisol Abdurrahman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *