Kyai Wahab Hasbullah, Representasi Perjuangan Kaum Santri

kyai wahab hasbullah

Santri adalah orang-orang yang ikut kiai, apakah dia belajar di pesantren atau tidak, tetapi ikut kegiatan kiai, manut pada kiai, itu dianggap sebagai santri” (KH. Ma’ruf Amin)

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Pecihitam.org – Kyai Wahab Hasbullah ditetapkan menjadi Pahlawan Nasional pada tanggal 7 November 2014. Beliau adalah seorang ulama yang berpandangan luas dan modern sehingga mampu membawa Nahdlatul Ulama menjadi sangat pesat perkembangannya, seperti dibuatnya media massa NU yang bernama “Soeara Nahdlatul Oelama“.

Perkembangan-perkembangan semacan inilah yang mampu membawa NU berkembang pesat dan sangat maju, sehingga dalam konteks Santri hari ini Kyai Wahab menjadi Representasi perjuangan kaum santri dalam kemajuan dan perjuangan bangsa ini.

Secara umum santri dikenal hanya sebagai orang yang menuntut ilmu agama di tempat yang bernama Pesantren dan diampu oleh seorang Kiyai yang berposisi sebagai guru dan pengasuh.

Santri juga dikenal dengan Image yang sederhana dengan fashion yang ala kadarnya bahkan terkesan kolot dan urakan, seperti peci hitam yang sudah menguning, sarung yang kusut dan baju yang tidak pernah disetrika. Setidaknya dulu gambaran umum santri seperti demikian adanya.

Baca Juga:  Kenapa Harus Kitab Kuning? Tidak Langsung Al-Qur'an dan Sunnah Saja

Akan tetapi Santri belakangan ini semakin melejit namanya ketika Presiden Ir. Joko widodo mengesahkan Hari Santri sebagai salah satu Peringatan Hari Nasional dan ditambah dengan disahkannya UU Pesantren. Maka keberadaan santri semakin diakui dan dirasakan kontribusinya untuk Negara dan Bangsa sebagai Penjaga NKRI.

Sehingga dengan melejitnya nama santri, sedikit demi sedikit image santri bergeser menjadi lebih kompleks dan bervariasi. Dari yang awalnya peci hitam yang kekuning-kuningan menjadi peci hitam sebagai simbol identitas keilmuan terutama ilmu Agama. Bahkan menurut Bung Karno presiden pertama kita mengatakan kalau peci hitam itu sebagai identitas laki-laki Indonesia.

Dalam Era Digitalisasi ini santripun mengambil peran penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara terutama dalam menjaga kondusifitas Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Apalagi dengan sangat mudahnya akses internet hari ini menjadi sebuah corong masuknya kelompok-kelompok tertentu yang baik secara langsung maupun tidak langsung mempunyai misi merusak NKRI.

Dalam Haul Kyai Wahab Hasbullah ke-48 yang dilaksanakan sabtu lalu (12/10/19) di daerah Kramat Jakarta, yang bertempat di rumah salah satu putri Kiyai Wahab, ada kegiatan pemutaran film pendek yang menceritakan sedikit profil dan kisah Kiyai Wahab.

Baca Juga:  Ciri Khas NU Hati-Hati dalam Bersikap

Salah satu yang menarik adalah bahwa dalam film tersebut diceritakan bahwa kiyai wahab mempunyai andil yang sangat besar bagi gerakan Islam di Indonesia.

Contohnya ketika partisipasi Nahdlatul Ulama dalam Pemilu tahun 1955 yang pada saat itu NU sudah memisahkan diri dengan Masyumi. Dikarenakan dalam tubuh masyumi sudah mempunyai banyak kepentingan yang jauh dari apa yang NU cita-citakan dan hanya memanfaatian kebesaran NU saja, sehingga NU memutuskan keluar dan membuat partai sendiri yakni partai NU.

Namun setelah memiliki pondasi politik yang kuat NU memutuskan membali ke Khittoh dan tidak lagi menjadi partai Politik.

Dapat diambil kesimpulannya bahwa tujuan NU adalah tetap pada rel untuk bisa membesarkan Agama dan Negara dalam satu wadah yang sama yakni wadah yang Bernama Indonesia. Akan tetapi, Tentu saja hal tersebut sekali lagi adalah andil besar dari seorang Kyai Wahab Hasbullah.

Maka dari seorang Kyai Wahab Hasbullah kita sebagai Santri harus bisa belajar menjadi sebuah Motor penggerak untuk kepentingan bersama dalam membangun pondasi Agama dan Negara yang kokoh.

Baca Juga:  Krisis Teologi ( Keimanan ) di Tengah Wabah Covid-19

Perihal tersebut selalu dilakoni NU dengan serius, dan dapat dibuktikan dengan NU dimanapun berada akan membantu seluruh aparat Negara Kesatuan Republik Indonesia untuk menjadi garda terdepan Pancasila.

Semoga kita semua Santri Nahdliyyin bisa meneladani ketekunan dan prestasi-prestasi Kyai wahab dalam kontribusinya menjaga kedaulatan Negara kita ini.

Kemudian menjadikan peringatan Hari santri yang kian moncer, sebagai sebuah ajang untuk terus mengharumkan nama baik Agama dan bangsa kita, terutama fenomena atas nama Agama yang akhir-akhir ini menjadi sedikit menghawatirkan sekaligus menyeramkan.

Demikian semoga bermanfaat. Tabik!

Fathur IM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *