Nama Aslinya Abdul Ghaffar, Kenapa Dikenal dengan Nama Nabi Nuh? Beginilah Ceritanya

Nama Aslinya Abdul Ghaffar, Kenapa Dikenal dengan Nama Nabi Nuh, Beginilah Ceritanya

PECIHITAM.ORG – Salah satu nabi yang yang nama dan kisahnya diabadikan dalam Al-Qur’an yaitu Nabi Nuh Alaihissalam. Nabi yang menaiki perahu beserta umatnya ketika terjadi banjir bandang ini, bernama asli Abdul Ghagfar. Lalu bagaimana ceritanya hingga kemudian ia dipanggil dan dikenal dengan sebutan Nabi Nuh?

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Nabi Nuh merupakan salah satu dari lima rasul bergelar ulul azmi, yakni rasul yang mempunyai ketabahan luar biasa ketika menghadapi penolakan kaumnya dalam menyampaikan risalah Allah.

Hingga kemudian, ada perintah dari Allah untuk meneladani ketabahan dan kesabaran para rasul ulul azmi, sebagaimana firman-Nya dalam Surat Al-Ahqaf

فَاصْبِرْ كَمَا صَبَرَ أُولُو الْعَزْمِ مِنَ الرُّسُلِ وَلَا تَسْتَعْجِل لَّهُمْ ۚ


“Maka bersabarlah kamu seperti kesabaran orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari para rasul dan janganlah kamu meminta disegerakan (azab) bagi mereka.” 
(QS. Al-Ahqaf ayat 35)

Kembali ke asal muasal penamaan Nabi Nuh. Dikutip dari Badai’uz Zuhur halaman 51, nama aslinya adalah Abdul Ghaffar atau Yasykur bin Lamak.

Baca Juga:  Abu Nawas: Cara Keledai Mengajari kita Membaca Buku

Pada suatu hari Abdul Ghofar melihat seekor anjing yang kudisan bermata empat. Ia pun mengatakan betapa jeleknya anjing sang. Sudah kudisan, matanya empat lagi. Anjing pun seketika bisa berbicara. Anjing mempertanyakan siapa yang sebenarnya sedang dihina, apakah dirinya atau Tuhan yang menciptakan.

Jika yang dihina oleh Abdul Ghaffar adalah dirinya, maka sungguh ia tidak memesan untuk tercipta sebagai anjing kudisan yang bermata empat.

Tapi jika yang dihina adalah Allah dzat yang menciptakan anjing, maka hinaan itupun lebih tidak pantas, karena Allah Maha Berkehendak.

Abdul Ghaffar pun menyesal perkataannya. Semenjak saat itu, ia menangis sepanjang waktu. Dari situlah kemudian ia dikenal dengan nama Nuh yang artinya merintih atau menangis.

Berikut redaksi asli dalam bahasa Arab beserta terjemah yang menceritakan peristiwa tersebut

قال الكسائي كان اسمه عبد الغفار أو يشكر وسبب تسميته نوحا ما قيل أنه رأي كلبا له أربعة أعين فقال نوح ان هذا الكلب شنيع

Baca Juga:  Salahudin Al-Ayyubi; Jenderal Perang dari Kerajaan Seljuk

Imam Al-Kasa’i berkata: Nama Nabi Nuh adalah Abdul Ghaffar atau Yasykur. Sebab terjadinya dinamakan Nuh, diceritakan bahwa ia melihat anjing mempunyai empat mata. Lalu Nuh berkata: Anjing ini sangat jelek, menjijikkan.

فقال له الكلب يا عبد الغفار أتعيب النقش أمن النقاش فان كان العيب على النقش فان الأمر لو كان الىّ لما أخترت أن أكون كلبا وان كان العيب من النقاش فهو لا يلحقه عيب لانه يفعل ما يشاء

Kemudian anjing tadi bicara pada Nuh. “Wahai Abdul Ghaffar, engkau menghina ukiran apa yang mengukir?
Jika hinaan itu pada ukiran, jelas jika itu tertuju padaku, maka aku enggan memilih menjadi anjing. Jika hinaan tmitu tertuju pada Sang Pengukir, maka hinaan itu tidaklah layak, karena Ia bisa berkehendak pada apa yang Ia kehendaki”.

فكان كلما ذكر ذلك ينوح ويبكي على خطيئته وذنبه فلكثره نوحه سمي نوحا

Baca Juga:  Kisah Abu Ubaidah, Sahabat Nabi Yang Paling Kuat dan Terpercaya

Sejak saat itu, setiap mengingat perkataan sang anjinh, Abdul Ghaffar terus menangis dan menangisi kesalahan dan dosanya. Karena seringnya dia menangis, maka dinamakanlah dia Nuh (menangis).

Sahabat pembaca Pecihitam.org, demikianlah kisah tentang asal muasal penamaan Nabi Nuh. Dari kisah ini, semoga kita tidak mudah menghina, dan semoga kita menjadi orang yang mau menyadari dan mengakui kesalahan, bukan mencari-cari dalil untuk pembenaran dari menghinanya.

Faisol Abdurrahman