Niat, Waktu dan Tata Cara Shalat Taubatan Nasuha, Tuntunan Paling Lengkap

Shalat Taubatan Nasuha

Pecihitam.org – Tak dapat dipungkiri bahwa Hampir setiap saat kita melakukan dosa, baik disadari atau tidak, Dosa kecil ataupun dosa besar. Maka sangat dianjurkan untuk senantiasa bertaubat. Salah satu cara menebus dosa yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah Muhammad SAW adalah dengan menjalankan shalat taubatan nasuha.

Karena taubat merupakan suatu kewajiban bagi orang yang bersalah maka menunda bertaubat dari satu kesalahan merupakan sebuah dosa yang juga mesti ditobati. Demikian Syekh Nawawi Banten menyampaikan dalam kitabnya Nihâyatuz Zain (Bandung: Syirkah Al-Ma’arif, tt, hal. 106).

Masih menurut beliau bahwa bila taubat yang dilakukan seseorang itu benar maka secara pasti ia akan melebur dosa yang telah dilakukan meskipun itu dosa besar seperti kufur dan lainnya.

Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:

كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ، وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ

Artinya: “Setiap anak keturunan Adam adalah orang yang berbuat kesalahan, dan sebaik-baik orang yang berbuat kesalahan adalah orang yang bertobat.” (HR. Ibnu Majah; lihat Ibnu Hajar Al-Asqalani, Bulûghul Marâm)

Keutamaan Shalat Taubatan Nasuha

Para ulama mengajarkan agar ketika seseorang hendak bertaubat atas sebuah dosa dan kesalahan yang diperbuat terlebih dahulu melakukan shalat sunnah dua rakaat yang disebut dengan shalat taubatan Nasuha.

Ajaran para ulama ini didasarkan pada sebuah hadits Nabi—di antaranya diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi—dari sahabat Ali bin Abi Thalib, dari sahabat Abu Bakar As-Shidiq bahwa Rasulullah bersabda:

مَا مِنْ رَجُلٍ يُذْنِبُ ذَنْبًا ثُمَّ يَقُومُ فَيَتَطَهَّرُ، ثُمَّ يُصَلِّي ثُمَّ يَسْتَغْفِرُ اللَّهَ إِلَّا غَفَرَ لَهُ

Artinya: “Tidaklah seseorang berbuat dosa lalu ia beranjak bersuci, melakukan shalat kemudian beristighfar meminta ampun kepada Allah kecuali Allah mengampuninya.”

Baca Juga:  Hukum Operasi Plastik Dalam Pandangan Ahli Tafsir dan Hasil MUNAS NU

Syekh Nawawi Banten dalam kitab Nihâyatuz Zain menuturkan perihal shalat taubatan nasuha sebagai berikut:

وَمِنْه صَلَاة التَّوْبَة وَهِي رَكْعَتَانِ قبل التَّوْبَة يَنْوِي بهما سنة التَّوْبَة

Artinya: “Termasuk shalat sunah adalah shalat taubat, yakni shalat dua rakaat sebelum bertaubat dengan niat shalat sunnah taubat.”

Dari penjelasan Syekh Nawawi di atas dapat disimpulkan bahwa shalat tabatan nasuha merupakan shalat sunnah yang terdiri dari dua rakaat dan dilakukan sebelum seseorang bertaubat kepada Allah atas dosa yang telah dilakukan.

Waktu Shalat Taubat Nasuha

Shalat taubatan Nasuha dilaksanakan dua raka’at dengan waktu yang bebas kecuali pada waktu yang diharamkan untuk melakukan shalat. Shalat yang dikerjakan oleh seseorang disebabkan menyesali perbuatan maksiat (dosa) dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi. Berikut ini pembahasan tata cara sholat taubat.

Niat Shalat Taubat Nasuha

Niat shalat taubatan nasuha adalah sebagai berikut:

أُصَلِّى سُنَّةَ التَّوْبَةَ رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى

Ushalli Sunnatat Taubata Rak’ataini Lillahi Ta’ala

Artinya: Saya niat shalat sunnah taubat dua rakaat karena Allah.

Tata Cara Shalat Taubatan Nasuha

Dalam pelaksanaan shalat taubat nasuha seperti halnya shalat sunat yang lain sesungguhnya tidak ada perbedaan jumlah rakaat, jumlah rakaat sholat taubat 2 , 4, dan 6 rakaat. Untuk hal yang berkaitan bacaan shalat taubat maka dianjurkan :

Pada rakaat pertama: membaca Al-Fatihah dan Surat Al-Kafirun,

Sedangkan rakaat kedua: membaca Al-Fatihah dan Surat Al-Ikhlas.

Tuntunan Doa Shalat Taubat Nasuha

استغفرالله العظيم الذى لااله الاهو الحي القيوم واتوب اليه توبة عبد ظالم لايملك لنفسه ضراولا نفعا ولاموتا ولاحياة ولانشورا.

Baca Juga:  Ciri-ciri dan Hukum Menahan Sperma Keluar, Wajibkah Mandi?

Artinya : saya memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung, saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah, Tuhan yang senantiasa hidup dan mengawasi, saya memohon taubat kepada-Nya sebagaimana taubatnya hamba yang dholim yang berdosa tidak memiliki daya upaya untuk berbuat mudharat atau manfaat untuk mati atau hidup maupun bangkit nanti.

اللهم أنت ربيى لااله الا انت خلقتنى واناعبدك وانا على عهدك ووعدك مااستطعت. اعوذبك من شرّ ماصنعت ابوء لك بنعمتك علىّ وابوء بذنبي فاغفرلى لايغفر الذّنوب الا انت

Artinya : Ya Allah, Engkaulah Tuhan kami, tiada Tuhan melainkan Engkau yang telah menciptakan aku, dan akulah hamba-Mu. Dan aku pun dalam ketentuan serta janji-Mu yg sedapat mungkin aku lakukan. Aku berlindung kepada-Mu dari segala kejahatan yg telah aku lakukan, aku mengakui nikmat-Mu yang Engkau limpahkan kepadaku, dan aku mengakui dosaku, karena itu berilah ampunan kepadaku, sebab tiada yg dapat memberi ampunan kecuali Engkau sendiri. Aku memohon perlindungan Engkau dari segala kejahatan yg telah aku lakukan.

Tips Agar Taubat Kita Diterima

Perlu diperhatikan, di dalam Islam ada syarat-syarat yang harus dipenuhi agar taubat diterima Allah SWT. Syekh Abdul Qadir Al-Jilani dalam Kitab Al-Ghunyah menjelaskan ada tiga syarat tobat:

أما شروطها فثلاثة: أولها الندم على ما عمل من المخالفات وهو قول النبي صلى الله عليه وسلم الندم توبة. وعلامة صحة الندم رقة القلب وغزارة الدمع ولهذا روي عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال: جالسوا التوابين فإنم أرق أفئدة. والثاني ترك الزلات في جميع الحالات والساعات. والثالث العزم على ألا يعود إلى مثل ما اقترف من المعاصى والخطيئات

Baca Juga:  5 Hal Ini Dapat Membatalkan Wudhu, Nomor 1 Paling Sering Terjadi

Artinya, “Syarat taubat ada tiga: pertama, menyesali atas kesalahan dan kekeliruan yang dilakukan, ini berdasarkan hadis Rasulullah, ‘Menyesali kesalahan adalah taubat’. Tanda dari penyesalan adalah lembutnya hati dan berderainya air mata. Sebab itu, Rasulullah mengatakan, ‘Berkumpullah bersama orang yang bertaubat, karena hati mereka lembut’. Kedua, meninggalkan setiap kesalahan di mana pun dan kapan pun. Ketiga, berjanji dan berusaha untuk tidak kembali pada dosa dan kesalahan.”

Menurut Syekh Abdul Qadir, ketiga syarat ini mesti dipenuhi dalam bertaubat agar diterima Allah SWT. Ketiga syarat itu adalah menyesali kesalahan, meninggalkan maksiat, dan menghindar serta menjaga diri agar tidak jatuh pada lubang yang sama. inilah yang disebut Taubatan Nasuha.

Oleh karena itu, taubat tidak cukup sekedar diniatkan dan diucapkan, tapi mesti diwujudkan dalam tindakan. Setelah menyesali perbuatan yang dilakukan, mintalah ampun kepada Allah, dan jangan ulangi perbuatan dan kesalahan yang pernah dilakukan. Semoga Allah menerima tobat hamba-hamba-Nya.

Demikian tuntunan lengkap mengenai Tata Cara Shalat Taubatan Nasuha dilengkapi dengan niat, Doa dan Tips agar Taubat Mudah diterima

Wallahu a’lam.

Redaksi

Redaksi at Pecihitam.org
Suka Menulis? Silahkan kirimkan tulisan dengan topik seputar Keislaman ke email redaksi di portalpecihitam@gmail.com
Redaksi
Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi, menyedekahkan sebagian harta kamu di Jalan Dakwah

DONASI SEKARANG