Begini Cara Al-Quran Menjawab Patologi Sosial dari Waktu ke Waktu

Begini Cara Al-Quran Menjawab Patologi Sosial dari Waktu ke Waktu

Pecihitam.org- Tujuan Al-Quran diturunkan pada masyarakat Arab saat itu adalah untuk meluruskan patologi sosial masyarakat Arab dan sebagai kitab petunjuk bagi seluruh umat manusia.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Tata nilai masyarakat Arab sudah sedemikian parahnya sehingga perlu adanya kitab petunjuk untuk meluruskan kondisi tersebut. Tata nilai dan perubahan yang dibawa oleh Alquran mampu memberikan pengaruh yang cukup mendalam pada diri orang Arab sehingga Islam mampu membangun tatanan baru masyarakat yang kokoh berlandaskan Alquran.

Politheisme dan paganisme dirubah menjadi monotheisme, fanatik kesukuan dirubah menjadi persamaan dan persaudaraan, penindasan menjadi keadilan social.

Tantangan dan patologi sosial selalu ada dan selalu akan muncul mengiringi perjalanan hidup manusia. Hal ini berkaitan erat dengan potensi yang ada dalam diri manusia yaitu potensi destruktif dan konstruktif.

Sebab itu, manusia tidak boleh ditinggalkan tanpa petunjuk dan harus terus dibimbing. Dan Al-quran akan selalu menjadi kitab petunjuk dalam membimbing manusia di mana pun dan kapan pun terjadi patologi sosial.

Baca Juga:  Surah Al-Hijr Ayat 10-13; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Alquran adalah suatu ajaran yang berkepentingan terutama untuk menghasilkan sikap moral yang benar bagi tindakan manusia. Tindakan yang benar, apakah itu tindakan politik keagamaan ataupun sosial, dipandang Alquran sebagai ibadah (pengabdian terhadap Allah).

Karena itu, Alquran mengutamakan semua penekanan moral dan faktor-faktor psikologis yang melahirkan kerangka berfikir yang benar bagi tindakan. Hal ini sesuai dengan tujuan utama Alquran yakni menegakan sebuah tata aturan masyarakat yang adil, berdasarkan etika dan dapat bertahan di muka bumi ini.

Alquran merupakan sumber utama bagi umat Islam yang berfungsi sebagai petunjuk bagi kehidupan di dunia untuk meraih kehidupan di akhirat. Karena fungsinya tersebut, maka usaha untuk mengkaji dan memahami Alquran menjadi persoalan yang sangat penting sehingga pesan-pesan yang terkandung di dalamnya dapat diterima sekaligus dapat dilaksanakan.

Selain itu, sudah merupakan suatu keyakinan yang melekat di kalangan umat Islam bahwa Alquran adalah mukjizat Nabi Muhammad SAW yang kekal dan ajaran-ajarannya bersifat universal.

Baca Juga:  Surah An-Nahl Ayat 120-123; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Hal tersebut didukung pula oleh keyakinan bahwa Islam adalah agama terakhir yang menyempurnakan agama-agama sebelumnya. Karena keyakinan tersebut, maka Alquran haruslah mampu menjawab persoalan-persoalan yang dihadapi oleh masyarakat muslim kapanpun dan dimanapun, serta sejalan dengan perubahanperubahan yang dialaminya.

Tetapi, apakah memang kita sudah benar-benar memahami ajaran Alquran yang bersifat universal tersebut dalam kehidupan kita sekarang ini. Kehidupan modern dengan segala perubahannya yang cepat dalam berbagai bidang kehidupan; sosial, ekonomi, politik, dan bahkan dalam bidang pemikiran.

Dan apakah konsepsi-konsepsi Alquran masih dapat dipergunakan dalam mencari solusi dan terapi kegalauan sosial yang diakibatkan modernitas dan perubahan sosial tersebut?.

Kalau kita telusuri sejarah turunnya Alquran, maka kita akan melihat bahwa teks Alquran terbentuk dalam rentang waktu lebih dari dua puluh tahun sebagai respon terhadap persoalan-persoalan sosial yang dihadapi masyarakat Arab pada masanya.

Sebab itulah, maka dalam memahami Alquran tidak bisa dilepaskan begitu saja dengan sejarah dan tradisi saat Alquran diturunkan, untuk mengetahui pesan dasar dari maksud tersebut.

Baca Juga:  Pahami Kembali Ushul dan Furu' Agar Tak Mudah Memvonis Bid'ah, Kafir dan Sesat

Alquran diturunkan secara berangsurangsur selama ±23 tahun kepada masyarakat Arab pada waktu itu, mengomentari keadaan dan peristiwa-peristiwa yang mereka alami bahkan menjawab pertanyaan-pertanyaan dan permasalahan yang mereka hadapi.

Banyak di antara pesan-pesan Alquran bersifat bantahan yang nyata atas norma-norma sosial yang diberlakukan masyarakat Jahiliyyah. Isi Alquran bukan hanya mereformasi tatanan masyarakat yang ada tetapi bahkan merevolusi konsep-konsep yang sudah baku dan menggantinya dengan konsep baru yang mencerahkan dan membebaskan.

Mochamad Ari Irawan