Surah Al-Ahzab Ayat 30-31; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an

Surah Al-Ahzab Ayat 30-31

Pecihitam.org – Kandungan Surah Al-Ahzab Ayat 30-31 ini, Allah memperingatkan istri-istri Nabi agar selalu menjaga diri karena mereka adalah ibu dari seluruh kaum Muslimin dan menjadi contoh teladan bagi mereka.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Allah menerangkan bahwa siapa pun di antara istri-istri Nabi. saw yang tetap taat kepada Allah dan rasul-Nya, serta mengerjakan amal yang saleh, pasti diberi-Nya pahala dua kali lipat sebagai penghargaan bagi mereka.

Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Ahzab Ayat 30-31

Surah Al-Ahzab Ayat 30
يَٰنِسَآءَ ٱلنَّبِىِّ مَن يَأۡتِ مِنكُنَّ بِفَٰحِشَةٍ مُّبَيِّنَةٍ يُضَٰعَفۡ لَهَا ٱلۡعَذَابُ ضِعۡفَيۡنِ وَكَانَ ذَٰلِكَ عَلَى ٱللَّهِ يَسِيرًا

Terjemahan: Hai isteri-isteri Nabi, siapa-siapa di antaramu yang mengerjakan perbuatan keji yang nyata, niscaya akan di lipat gandakan siksaan kepada mereka dua kali lipat. Dan adalah yang demikian itu mudah bagi Allah.

Tafsir Jalalain: يَٰنِسَآءَ ٱلنَّبِىِّ مَن يَأۡتِ مِنكُنَّ بِفَٰحِشَةٍ مُّبَيِّنَةٍ (Hai istri-istri nabi, siapa-siapa di antara kalian yang mengerjakan perbuatan keji yang nyata) Mubayyanatin dapat dibaca Mubayyinatin, artinya yang terang atau jelas يُضَٰعَفۡ (niscaya akan dilipat gandakan) menurut suatu qiraat dibaca Yudha’-‘af dan menurut qiraat lainnya dibaca Nudhaa’af kemudian lafal Al ‘Adzaabu dibaca Nashab sehingga menjadi Al ‘Adzaaba لَهَا ٱلۡعَذَابُ ضِعۡفَيۡنِ (siksaan kepadanya dua kali lipat) dua kali lipat siksaan yang diterima oleh orang-orang selain kalian. وَكَانَ ذَٰلِكَ عَلَى ٱللَّهِ يَسِيرًا (Dan adalah yang demikian itu mudah bagi Allah.).

Tafsir Ibnu Katsir: Allah Ta’ala berfirman menasehati istri-istri Nabi saw. yang telah memilih Allah, Rasul-Nya dan negeri akhirat serta menetapkan mereka di bawah Rasulullah saw. Maka amat sesuai Allah mengabarkan kepada mereka tentang hukum mereka dan keistimewaan mereka dibandingkan dengan seluruh wanita yang lain, jika mereka melakukan perbuatan keji yang nyata.

Ibnu ‘Abbas ra. berkata: “Yaitu nuyuz [pembangkangan kepada suami] dan buruk akhlak. Atas dasar apapun dia adalah suatu syarat. Dan suatu syarat tidak harus terjadi, seperti firman Allah: “Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada [para Nabi sebelummu]: ‘Jika kamu mempersekutukan [Allah], niscaya akan hapus amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.’” (az-Zumar: 65)

Baca Juga:  Surah Fatir Ayat 33-35; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Ketika kedudukan mereka itu tinggi, maka sesuai sekali dosa untuk mereka amat berat jika terjatuh dalam kemaksiyatan dalam rangka menjaga kehormatan dan hijab mereka yang mulia. Untuk itu Allah berfirman:

مَن يَأۡتِ مِنكُنَّ بِفَٰحِشَةٍ مُّبَيِّنَةٍ يُضَٰعَفۡ لَهَا ٱلۡعَذَابُ ضِعۡفَيۡنِ (“Siapa-siapa di antaramu yang mengerjakan perbuatan keji yang nyata, niscaya akan dilipatgandakan siksaan kepada mereka dua kali lipat.”)

Malik berkata, dari Zaid bin Aslam: يُضَٰعَفۡ لَهَا ٱلۡعَذَابُ ضِعۡفَيۡنِ (“niscaya akan dilipatgandakan siksaan kepada mereka dua kali lipat.”) di dunia dan di akhirat.” Pendapat senada diriwAyatkan dari Ibnu Abi Najih dari Mujahid.
وَكَانَ ذَٰلِكَ عَلَى ٱللَّهِ يَسِيرًا (“Dan adalah yang demikian itu mudah bagi Allah.”) yaitu mudah dan ringan.

Tafsir Kemenag: Pada Ayat ini, Allah memperingatkan istri-istri Nabi agar selalu menjaga diri karena mereka adalah ibu dari seluruh kaum Muslimin dan menjadi contoh teladan bagi mereka. Perintah Allah itu ialah, “Barang siapa di antara istri Nabi yang mengerjakan perbuatan keji, perbuatan yang terlarang, dan sebagainya, maka mereka akan memperoleh azab dua kali lipat dari azab yang diterima orang biasa.”

Pemberian azab dua kali lipat kepada istri-istri Nabi ini ialah karena mereka termasuk orang-orang yang telah mengetahui dengan sebenarnya perintah-perintah dan larangan-larangan Allah. Di samping itu, mereka juga adalah penjaga rumah tangga Rasulullah dari segala perbuatan yang jahat yang mungkin terjadi di dalamnya.

Sebagian ulama menetapkan hukum berdasarkan Ayat ini bahwa untuk tindakan kejahatan yang sama jenisnya, maka hukuman yang akan diterima oleh orang-orang yang tahu itu lebih berat dari hukuman yang akan diterima oleh orang yang tidak tahu.

Orang yang tahu telah mengetahui akibat dari suatu perbuatan. Jika ia melakukan perbuatan itu, berarti ia melakukan dengan penuh kesadaran, sedang yang tidak tahu, ia mengerjakan tindakan kejahatan itu tanpa kesadaran dalam arti yang sebenarnya. Oleh karena itu, orang-orang tahu itu wajib memperoleh hukuman dua kali lipat dari hukuman yang diperoleh orang yang tidak tahu.

Baca Juga:  Tafsir Surah Al Baqarah Ayat 21-30 dan Artinya

DiriwAyatkan bahwa seorang laki-laki berkata kepada Zainal ‘abidin r.a., “Sesungguhnya kamu adalah keluarga Nabi yang telah memperoleh ampunan.” Maka Zainal ‘abidin marah kepada orang itu dan berkata, “Apa yang telah ditetapkan Allah terhadap istri-istri Nabi lebih pantas untuk ditetapkan bagi kami dari apa yang kamu katakan itu.

Kami berpendapat bahwa balasan kebajikan kami dilipatgandakan sebagaimana balasan kesalahan kami dilipatgandakan pula.” Kemudian beliau membaca Ayat ini.

Tafsir Quraish Shihab: Wahai istri-istri Rasul, jika salah seorang dari kalian melakukan suatu kesalahan atau berbuat dosa yang sangat nyata kekejiannya, maka ia akan mendapatkan tambahan dua kali lipat siksa akibat dosa itu. Dengan kata lain, ia akan mendapatkan tiga kali lipat siksa wanita biasa yang melakukan dosa yang sama. Sungguh pekerjaan seperti itu bukan suatu hal yang sulit bagi Allah.

Surah Al-Ahzab Ayat 31
وَمَن يَقۡنُتۡ مِنكُنَّ لِلَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَتَعۡمَلۡ صَٰلِحًا نُّؤۡتِهَآ أَجۡرَهَا مَرَّتَيۡنِ وَأَعۡتَدۡنَا لَهَا رِزۡقًا كَرِيمًا

Terjemahan: Dan barang siapa diantara kamu sekalian (isteri-isteri nabi) tetap taat kepada Allah dan Rasul-Nya dan mengerjakan amal yang saleh, niscata Kami memberikan kepadanya pahala dua kali lipat dan Kami sediakan baginya rezeki yang mulia.

Tafsir Jalalain: وَمَن يَقۡنُتۡ (Dan barang siapa yang tetap taat) tetap setia مِنكُنَّ لِلَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَتَعۡمَلۡ صَٰلِحًا نُّؤۡتِهَآ أَجۡرَهَا مَرَّتَيۡنِ (di antara kalian kepada Allah dan Rasul-Nya dan mengerjakan amal yang saleh, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dua kali lipat) dua kali lipat pahala yang diterima oleh wanita-wanita yang taat selain kalian. Dan menurut suatu qiraat lafal Ta’malu dan Nu’tihaa dibaca Ya’malu dan Yu’tihaa وَأَعۡتَدۡنَا لَهَا رِزۡقًا كَرِيمًا (dan Kami sediakan baginya rezeki yang mulia) di surga sebagai tambahan pahalanya.

Tafsir Ibnu Katsir: Kemudian Allah menyebutkan keadilan dan keutamaannya dalam firman-Nya: وَمَن يَقۡنُتۡ مِنكُنَّ لِلَّهِ وَرَسُولِهِۦ (“Dan barangsiapa di antara kamu sekalian [istri-istri Nabi] tetap taat kepada Allah dan Rasul-Nya.”) yaitu mentaati dan memperkenankan Allah dan Rasul-Nya.

وَتَعۡمَلۡ صَٰلِحًا نُّؤۡتِهَآ أَجۡرَهَا مَرَّتَيۡنِ وَأَعۡتَدۡنَا لَهَا رِزۡقًا كَرِيمًا (“Dan mengerjakan amal yang shalih, niscaya Kami memberikan kepadanya pahala dua kali lipat dan Kami sediakan baginya rizky yang mulia.”) yaitu di dalam surga.

Baca Juga:  Surah Al-Ahzab Ayat 53-54; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Karena mereka berada dalam kedudukan Rasulullah saw. di tempat yang amat tinggi di atas kedudukan seluruh makhluk pada maqam al-Wasilah yaitu tempat surga yang lebih dekat kepada ‘Arsy.

Tafsir Kemenag: Pada Ayat ini, Allah menerangkan bahwa siapa pun di antara istri-istri Nabi. saw yang tetap taat kepada Allah dan rasul-Nya, serta mengerjakan amal yang saleh, pasti diberi-Nya pahala dua kali lipat sebagai penghargaan bagi mereka.

Penghargaan itu karena kedudukan mereka selaku “Ummahatul Mu’minin”, yaitu ibu kehormatan segenap kaum mukminin, dan mereka berada di rumah Nabi saw, tempat turun wahyu Allah, cahaya hikmat dan petunjuk ke jalan yang lurus.

Selain pahala yang berlipat ganda, Allah akan memberikan pula rezeki yang mulia di dunia dan di akhirat. Di dunia karena mereka menjadi pusat perhatian seluruh perempuan mukminat yang memandang mereka dengan penuh penghormatan dan kewibawaan dan di akhirat karena mereka adalah istri-istri Nabi. saw yang akan ditempatkan oleh Allah pada derajat yang tinggi dalam surga Jannatun Na’im.

Tafsir Quraish Shihab: Dan apabila salah seorang dari kalian tetap teguh dan tunduk pada Allah dan rasul-Nya serta berbuat kebajikan, maka Allah akan memberikan pahala dua kali lipat kebaikan itu. Dan Kami akan menyediakan baginya rezeki yang sangat besar.

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah Al-Ahzab Ayat 30-31 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Kemenag dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S