Kitab Tafsir Ibnu Katsir, Karya Imam Ibnu Katsir

tafsir ibnu katsir

Pecihitam.org – Pada mulanya Tafsir Ibnu Katsir ditulis dengan sepuluh jilid, tapi kemudian dicetak dengan empat jilid dengan jilidan yang sangat tebal. Pada terbitan Daarul Jiil, Beirut, tahun 1991, kalasifikasinya seperti berikut:

  • Jilid I, dari surat al-Fatihah sampai surat an-Nisaa. Tebal : 552 halaman
  • Jilid II, dari surat al-Maidah sampai surat an-Nahl. Tebal : 573 halaman
  • Jilid III, dari surat al-Israa samapai surat Yaasiin. Tebal : 558 halaman
  • Jilid IV, dari surat as-Shaafat sampai surat an-Naas. Tebal :580 halaman

Metodologi Tafsir ibnu Katsir

Sosok Ibnu Katsir yang condong kepada keabsahan turats telah ikut mewarnai karyanya. Begitu juga hal ini tidak bisa lepas dari kondisi jaman saat itu, perhelatan aliran pemikiran pada abad ke 7/8 H memang sudah kompleks. Artinya telah banyak aliran pemikiran yang telah ikut mewarnai karakter seseorang. Pemahaman yang orisinil untuk mempertahankan keauntetikan Qur`an dan hadits terus dijaga. Inilah sebagian pewarnaan Ibnu Katsir dalam tafsirnya.

Metode yang digunakan dalam Tafsir Ibnu Katsir adalah sebagai berikut:

  • Menafsirkan Al-Quran dengan Al-Quran. Yaitu, Ibnu Katsir menjelaskan satu ayat dengan ayat yang lain yang ada didalam Al-Qur’an. Ibnu Katsir menggunakan rujukan ini didasarkan sebuah ungkapan, “bahwa cara yang paling baik dalam penafsiran, adalah menafsirkan ayat dengan ayat yang lain”.
  • Menafsirkan al-Quran dengan Sunnah (Hadits). Ibnu Katsir menjadikan hadits sebagai metode kedua dalam tafsirnya. Bahkan Ibnu tidak tanggung-tanggung untuk menafsirkan suatu ayat Ibnu Katsir bisa menggunakan berpuluh-puluh hadits.
  • Tafsir Quran dengan perkataan sahabat. Ibnu Katsir berkata, jika kamu tidak mendapati tafsir dari suatu ayat dari al-Qur`an dan Sunnah, maka jadikanlah para sahabat sebagai rujukannya, karena para sahabat adalah orang yang adil dan mereka sangat mengetahui kondisi serta keadaan turunnya wahyu.
  • Menafsirkan dengan perkataan tabi’in. Ini adalah cara yang paling. Ibnu Katsir menggunakan metode ini, karena banyak para ulama tafsir yang melakukannya, artinya, banyak ulama tabi’in yg dijadikan rujukan dalam tafsir.
Baca Juga:  Kitab Nihayatu Al Mathlab Karya Imam Al Juwaini

Sikapnya terhadap Israiliyat

Terhadap israiliyat sikap Ibnu Katsir sama dengan gurunya Ibnu Taymiyyah, namun Ia lebih tegas dalam menghadapi masalah ini. Ibnu Katsir menggolongkan israiliyat ke dalam tiga jenis:

  1. Pertama, riwayat yang shahih dan kita harus meyakininya. Singkatnya, riwayat israiliyat tersebut sesuai dengan apa yang di ajarkan oleh syariat Islam.
  2. Kedua, riwayat yang bersebrangan dengan Islam, berarti kewajiban untuk ditolak, karena riwayat ini adalah riwayat dusta.
  3. Ketiga, riwayat yang ‎tawaquf ditangguhkan. Hal ini menuntut sikap untuk tidak meyakini 100 % dan menolak 100%.

Pada klasifikasi yang pertama dan kedua Ibnu Katsir sependapat dengan ulama yang lain, namun untuk yang ketiga ia kurang sepakat dalam tatanan dan realitanya. Hal ini bisa kita cermati, ketika beliau banyak mengedepankan tentang larangan periwayatan israiliyat yang disuguhkan dalam metode tafsirnya.

Referensi Tafsirnya

Setelah diteliti oleh muhaqqiq dalam bidang tafsir dan hadits, Tafsir Ibnu Katsir sangat ilmiah dan kaya dengan referensi yang sulit di dapat. Tidak kurang dari 241 referensi yang terkumpul dari berbagai disiplin ilmu di jadikan rujukan Tafsir Ibnu Katsir. Dari jumlah itu bisa diklasifikasikan sebagai berikut:

  1. Kutub al-muqaddasah; al-qur`an, at-taurat dan injil.
  2. Tafsir dan ilmunya, tidak kurang dari 36 judul buku dari berbagai pengarang.
  3. Hadits, syarh hadits dan ilmu-ilmunya terdiri dari 71 judul buku dari berbagai pengarang.
  4. Fiqh dan ilmu ushul fiqh yang terhipun dari 32 judul buku.
  5. Sejarah tidak kurang dari 25 judul buku.
  6. Bahasa dan disiplin ilmunya 4 judul buku.
  7. Kategori berbagai disiplin ilmu terdiri dari 44 judul buku.
  8. Kategori karya umum: 7 judul buku.
  9. Naql langsung dari guru-guru ibn katsir.
  10. Kategori umum yang tidak bisa dilacak kurang lebih 13 jenis.
Baca Juga:  Kitab Hasyiyah al Bajuri Karya Syaikh Ibrahim al Bajuri

Keistimewaan metodologi Tafsir Ibnu Katsir

Keistimewaan tafsir Ibnu Katsir ini bisa kita jabarkan ke dalam beberap point;

  • Pertama, nilai (isi) tafsir tersebut tidak hanya tafsir atsari saja (bilma’tsur), yang menghimpun riwayat serta khabar. Tapi beliau juga menghimpun referensi yang lain.
  • Kedua,menghimpun ayat-ayat yang serupa dengan menjelaskan rahasia yang dalam dengan keserasiannya, keselarasan lafadnya, kesimetrisan uslubnya serta keagungan maknanya.
  • Ketiga, menghimpun hadits dan khabar baik itu perkataan sahabat dan tabi’in. Dengan menjelaskan derajat hadits atau riwayat tersebut dari shahih dan dla’if, dengan mengemukakan sanad serta mata rantai rawi dan matannya atas dasar ilmu jarh wa ta’dil.
  • Keempat, keterkaitan kitab tafsir ini dengan pengarangnya yang mempunyai kapabilitas mumpuni dalam bidangnya, yaitu ahli tafsir namun juga sebagai muhaddits, sehingga ia sangat memahami sanad suatu hadits. Itu sebabnya, ia menyelaraskan suatu riwayat dengan naql yang shahih dan akal sehat. Serta menolak riwayat yang munkar dan riwayat yang dusta.
  • Kelima, jika ada riwayat israiliyat Ia mendiskusikannya serta menjelaskan kepalsuannya, juga menyangkal kebohongannya dengan menggunakan konsep jarh wa ta’dil.
  • Keenam, mengekspresikan manhaj salafusshaleh dalam metode dan cara pandang, sebagaimana yang tertera dalam Al-Qur`an dan As-Sunnah.
Baca Juga:  Syarah al Hikam Karya KH Sholeh Darat as Samarani

Keunggulan dan Kelemahan Tafsir Ibnu Katsir

Tak ada gading yang tak retak, begitupun pada kitab tafsir ini . Terdapat beberapa kelemahan dalam penafsiran Ibnu Katsir. Diantaranya kurang membahas masalah I’rab dan tatabahasa dalam menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an. Dari hasil penelitian yang dilakukan para peneliti dari ulama al-Azhar terdapat beberapa catatan yang mengungkapkan adanya kesamaran dalam karyanya

Tafsir ini memiliki banyak keunggulan diantaranya yaitu kehati-hatian Ibnu katsir dalam menafsirkan ayat-ayat al-Qur’an, terlebih kaitannya dengan Hadits atau Khabar yang kurang tsiqah. Beliau mencoba sejauh mungkin untuk menghindarinya. Begitupun dengan Israilliyat.

Dapat disimpulkan bahwa Tafsir Ibnu Katsir merupakan tafsir yang menggunakan metodologi bil ma’tsur, bahkan merupakan tafsir bil ma’tsur yang mendapatkan predikat termasyhur kedua setelah tafsir at- Thabari.

Silahkan download kitab tersebut pada link dibawah ini:

Kitab Tafsir Ibnu Katsir

Penting: Kitab ini berbentuk digital, jika anda menemukan link download yang error atau isi kitab yang tidak sesuai dengan teks aslinya silahkan komentar dibawah atau kirimkan email ke redaksi. Dan disarankan lebih baik membeli kitab yang berbentuk cetakan asli dari penerbit terpercaya sebagai bentuk kehati-hatian. Terima kasih

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik
Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *