Penyebab Datangnya Penyakit ‘Ain dan Cara Menyembuhkannya

Penyebab Datangnya Penyakit ‘Ain dan Cara Menyembuhkannya

PeciHitam.org – Banyak umat Muslim yang masih belum memahami tentang apa itu Penyakit ‘Ain, kata ‘Ain berasal dari bahasa Arab (‘ana-Ya’inu) yang artinya tatapan seseorang yang menampilkan kekaguman tapi diiringi dengan kebencian dan rasa iri terhadap orang yang ditatapnya.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Secara sederhana, penyakit ‘ain ialah penyakit yang disebabkan oleh rasa kagum disertai dengki pada seseorang yang kemudian dimanfaatkan oleh setan untuk mengirimkan panah hasad pada orang yang di benci atau dikagumi sehingga menimbulkan penyakit bagi orang tersebut baik penyakit fisik maupun psikis.

Penyakit ‘ain tidak dapat ditangani dengan menggunakan obat-obatan karena bukan merupakan penyakit medis tapi penyakit ini dapat mengganggu kesehatan terlebih secara mental.

Setan berperan dan meniupkan rasa iri dan dengki pada pelaku sehingga terlepaslah panah hasad tersebut yang mengenai korban sehingga menjadi sakit atau mengalami perubahan perilaku yang meresahkan hati orang tuanya seperti membangkang ataupun tiba-tiba menjauh.

Jadi penyakit ‘Ain ialah yang timbul akibat sebuah kata pujian yang disertai dengan rasa dengki yang kemudian direspon oleh setan untuk panah ‘Ain dan mengenai sasarannya sehingga menimbulkan reaksi buruk seperti sakit secara fisik maupun mental.

Adapun penyakit ‘ain ini bukanlah penyakit modern karena penyakit ini sudah ada sejak jaman Rasulullah SAW dan bahkan banyak hadits yang membahas tentang bahayanya.

Baca Juga:  Putus Asa adalah Penyakit yang Mematikan Bagi Umat Islam

Rasulullah SAW bersabda yang artinya:

“Kebanyakan yang mati pada ummatku setelah qadha dan qadarnya Allah adalah karena pengaruh pandangan mata jahat.” (HR. Bukhari)

Ibnu al-Qayyim menjelaskan bahwa yang artinya:

“Jiwa orang yang menjadi penyebab ‘ain bisa saja menimbulkan penyakit ‘ain tanpa harus dengan melihat, bahkan terkadang ada orang buta, kemudian diceritakan tentang sesuatu kepadanya, jiwanya bisa menimbulkan penyakit ‘ain, meskipun dia tidak melihatnya, ada banyak penyebab ‘ain yang bisa menjadi sebab terjadinya ‘ain, hanya dengan cerita saja tanpa melihat langsung”. (Zadul Ma’ad)

Meskipun penyakit ini terlihat tidak masuk akal karena terkadang gejalanya tidak terdeteksi oleh ilmu medis namun penyakit ini nyata dan ada, Rasulullah SAW bersabda yang artinya:

“Pengaruh ‘ain itu benar ada, seandainya ada sesuatu yang bisa mendahului takdir, ‘ain-lah yang dapat melakukannya.” (HR. Muslim)

Dalam pendapat lain menegaskan:

“Al-‘Ain adalah benar yang didatangkan oleh syaitan, dan oleh kehasadan anak adam.” (Imam Ahmad)

Setan selalu mengintai dengan waspada untuk melahap ungkapan lisan yang tidak dibarengi dengan menyebut nama Allah SWT sehingga bisa dimanfaatkan untuk memberi kemalangan pada orang yang didengki dengan izin Allah SWT, apalagi jika orang tersebut tidak membentengi diri dengan wirid dan Dzikir.

Selain lebih mudah menimpa anak-anak dan bayi penyakit ‘ain juga sangat mudah menimpa orang-orang yang kosong pikirannya dan kurang berdzikir kepada Allah SWT.

Baca Juga:  Rasulullah Menjunjung Tinggi Hak-hak Perempuan dalam Islam

Allah SWT telah berfirman:

وَإِن يَكَادُ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ لَيُزۡلِقُونَكَ بِأَبۡصَٰرِهِمۡ لَمَّا سَمِعُواْ ٱلذِّكۡرَ وَيَقُولُونَ إِنَّهُۥ لَمَجۡنُونٞ 

Artinya: “Dan sesungguhnya orang-orang kafir itu benar-benar hampir menggelincirkan kamu dengan pandangan mereka, tatkala mereka mendengar Al Quran dan mereka berkata: ‘Sesungguhnya ia (Muhammad) benar-benar orang yang gila’.” (QS. Al-Qalam 68:51)

‘Ain bukanlah sihir melainkan sebuah penyakit yang diakibatkan oleh setan yang memanfaatkan perasaan kagum atau benci yang berlebihan yang dirasakan oleh manusia terhadap manusia lain tanpa melibatkan Allah SWT yang kemudian setan mengirimkan panah hasad kepada manusia yang dibenci atau dikagumi sehingga menimbulkan kemalangan.

Secara sederhana disebabkan karena inisiatif setan atas perasaan manusia yang tidak mengingat Allah SWT saat membenci atau menyukai seseorang, sedangkan sihir disebabkan oleh manusia yang dibantu oleh setan dalam niat dan pelaksanaannya.

Adapun setiap masalah pasti ada solusi dan obatnya begitu pula dengan penyakit ‘ain yang pastinya ada cara yang bisa ditempuh untuk mengatasi kemalangannya.

  • Baca-bacaan dan mendekatkan diri pada Allah SWT.

Hal yang dilakukan ialah dengan ruqyah, namun jika masih anak-anak dan tidak terlalu parah bisa mengatasinya dengan sering-sering memperdengarkan baca-bacaan dan mengajak anak untuk membaca Al-Qur’an serta doa.

  • Tidak berlebihan dalam membagikan serta membanggakan kehidupan pribadi.
Baca Juga:  Macam-macam Penyakit Hati dan Cara Mencegahnya Menurut Islam

Terlalu membanggakan kehidupan pribadi dan membagikannya kepada orang lain secara berlebihan yang dapat menimbulkan rasa kagum dan benci yang hal ini sangat mungkin dimanfaatkan oleh setan untuk meluncurkan hasad pada korban.

  • Memandikan orang yang menyebabkan ‘ain.

Jika seseorang tiba-tiba terkena kemalangan tanpa sebab yang jelas maka cobalah untuk mengingat siapa saja sekiranya memandangi dengan cara yang berbeda, terlalu menyukai atau menunjukkan rasa tidak suka.

Jika sudah diketahui maka perintahkanlah ia agar mandi dan menyiramkan air yang bekas dipakai mandi tersebut kepada orang yang tertimpa kemalangan ‘Ain dari arah belakang tubuhnya

  • Berwudhu.

Wudhu juga dapat dilakukan untuk mengatasi kemalangan akibat penyakit ‘ain jadi orang penyebab kemalangan ain tersebut berwudhu, lalu air bekas wudhunya dipakai untuk mandi atau membasuh tubuh orang yang terkena ‘Ain.

Demikian penjelasan penyakit ‘ain dalam Islam, dan pada dasarnya hanya Allah SWT lah Sang Maha Pencipta segala sesuatu maka sudah seharusnya selalu mengingat dan menyebut nama Allah SWT dalam setiap apa yang dilakukan dan apapun yang dirasakan baik rasa suka maupun tidak suka.

Karena jika terlalu berlebihan menyukai atau membenci tanpa disertai Allah SWT maka akan dimanfaatkan setan untuk lebih memperburuk keadaan bahkan meluncurkan panah hasad sehingga menimpakan kemalangan pada orang yang kita sukai atau benci tersebut. Semoga bermanfaat

Mochamad Ari Irawan

Leave a Reply

Your email address will not be published.