Sempat Tangani Santri yang Positif, 5 Petugas Medis di Sulsel Tertular Corona

Pecihitam.org – Sebanyak 5 tenaga medis di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, menjadi korban dari penyebaran virus corona. Hal itu terungkap berdasarkan hasil pemeriksaan tes swab.

Kelima petugas medis tersebut diketahui sempat menangani satu santri yang positif corona, baik saat pemeriksaan di Puskesmas Palanro di Mallawa, maupun saat karantina di RSUD selama beberapa hari sebelum di bawa ke Makassar.

“Tujuh tenaga kesehatan yang sebelumnya reaktif di rapid test, 4 diantaranya dinyatakan positif berdasar hasil Swab. Dan kesemuanya sudah di bawa ke Makassar,” kata Bupati Barru Suardi Saleh, dikutip dari Terkini.id, Kamis, 14 Mei 2020.

Sedangkan satu positif lainnya, yakni kepala Puskesmas Palanro. Ia dikabarkan turun langsung melakukan pemeriksaan rapid test terhadap santri yang sebelumnya dinyatakan positif berdasar hasil swab.

Baca Juga:  Santri Asal Bulukumba yang Mondok di Ponpes Al-Fatah Temboro Positif Corona

Dengan penambahan 5 tenaga medis ini, maka total warga Barru yang positif sudah ada tujuh orang.

Mereka semuanya sudah berada di Makassar untuk ditempatkan di hotel yang ditunjuk Pemprov Sulsel dalam melakukan perawatan dan karantina.

Meski demikian, kondisi para tim medis, maupun kepala Puskesmas, kondisinya tetap stabil. Sama dengan dua warga yang sebelumnya dinyatakan positif, nyaris tak gejala yang ditunjukkan jika terpapar corona.

“Alhamdulillah, kesemuanya terlihat bugar. Jadi kita bawa ke hotel di Makassar. Biar tidak stress menjalani masa inkubasi 14 hari sebelum diperiksa lagi, apakah masih positif atau sudah negatif,” tambah Suardi Saleh.

Sekadar diketahui, semenjak satu santri dinyatakan positif, Pemkab Barru bergerak cepat mengamankan tim medis yang menangani remaja itu selama di RSUD Barru.

Baca Juga:  Mengaku Ulama, Pria di Kabupaten Pandeglang Malah Cabuli Anak di Bawah Umur

Para tim medis yang menangani santri tersebut langsung dikarantina di Bola Soba’e selama beberapa hari terakhir. Tercatat ada 20 yang dikarantina.

Muhammad Fahri