Sepanjang 2019, Militer AS Jatuhkan 7.423 Bom di Afghanistan

Pecihitam.org – Total jumlah bom yang dijatuhkan oleh Amerika Serikat di Afghanistan selama periode 2019 ternyata memecahkan rekor.

Menurut Komando militer pusat AS, jumlah bom dan amunisi yang dijatuhkan mencapai angka 7.423. Angka tersebut meningkat hampir delapan kali lipat dari jumlah bom yang jatuh pada tahun 2015.

Dilansir dari Liputan Islam, Kamis, 30 Januari 2020, menurut pihak AS, serangan udara mereka di Afghanistan menargetkan titik-titik yang dikuasai militan Taliban yang masih mengendalikan sebagian besar wilayah Afghanistan.

Kendati demikian, berdasarkan laporan data yang dikeluarkan PBB menunjukkan bahwa AS bertanggung jawab atas setengah dari 1.149 kematian warga sipil selama sembilan bulan pertama tahun 2019.

Baca Juga:  Israel Blokade Ekspor Pertanian Rakyat Palestina

Namun, warga setempat menyebut bahwa jumlah korban sipil akibat serangan AS sebenarnya jauh lebih tinggi dari data yang dilaporkan PBB.

Menurut warga Afghanistan, situasi keamanan semakin memburuk meskipun adanya kehadiran militer AS selama 19 tahun terakhir. Hal tersebut memperlihatkan bahwa Washington tidak pernah berhasil membawa keamanan dan stabilitas politik di negara itu.

Diketahui, pada Senin 27 Januari 2020, sebuah pesawat militer AS jatuh di provinsi Ghazni yang sebagian besar dikendalikan oleh Taliban.

Kelompok Taliban pun mengaku sebagai pihak yang bertanggung jawab atas jatuhnya pesawat itu.

Namun, juru bicara militer AS menyatakan bahwa pesawat tersebut jatuh bukan karena ditembak musuh.

Sejumlah pihak menyebut tahun 2019 sebagai tahun paling mematikan bagi pasukan AS di Afghanistan dalam beberapa tahun terakhir. Sebanyak 2.400 pasukan AS tewas sejak dimulainya perang pada tahun 2001.

Baca Juga:  Usai Teken Perjanjian Damai dengan AS, Taliban Serang Pasukan Afghanistan
Muhammad Fahri