Tanggapi Soal Perceraian UAS, Fahri Hamzah: Nabi Muhammad Saja Bercerai

Fahri Hamzah

Pecihitam.org – Belum lama ini publik Tanah Air dihebohkan dengan keputusan Ustaz kondang, Ustaz Abdul Somad (UAS), yang menceraikan istrinya, Mellya Juniarti.

UAS resmi menceraikan Mellya Juniarti di Pengadilan Agama Bangkinang . Keputusan cerai tersebut telah dikeluarkan Pengadilan Agama Bangkinang pada Rabu, 4 Desember 2019.

Perkara perceraian UAS dan Mellya telah disidangkan sejak Selasa, 3 Desember 2019 di Pengadilan Agama Bangkinang tanpa kehadiran UAS maupun Mellya.

 “Saat putusan dibacakan hakim kemarin hanya dihadiri kuasa hukum pemohon,” ungkap Muliyas, dilansir dari Tribun Pekanbaru, Rabu, 4 Desember 2019.

Muliyas menambahkan, terkait kasus perceraian ini para pihak masih punya waktu 14 hari untuk berpikir menerima putusan atau melakukan upaya hukum lainnya.

Baca Juga:  Gus Sahal ke UAS Soal Penembak Laskar FPI Masuk Neraka: Ngawur

Sejumlah pihak ikut mengomentari perihal perceraian antara UAS dan istrinya. Salah satunya datang dari Mantan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah.

Dilansir dari Warta Ekonomi, Kamis, 5 Desember 2019, Fahri Hamzah mengomentari perkara itu lewat cuitannya di Twitter.

Fahri Hamzah menyatakan bahwa Nabi Muhammad pun pernah bercerai

“Nabi Muhammad SAW saja bercerai… kenapa kita?” tulisnya di akun Twitter pribadinya, @fahrihamzah, Rabu, 4 Desember 2019.

Pendiri Partai Gelora Indonesia ini menjelaskan pernikahan adalah kontrak antara dua orang dewasa yang sama-sama sadar.

Pihak perempuan, tulis Fahri, pada awalnya diwakili oleh wali agar akad nikahnya lebih rasional.

Menurutnya, cara itu juga membuat perempuan memiliki posisi tawar yang seimbang dengan calon suami.

Baca Juga:  PA 212 Sindir Tokoh yang Kerap Maju Pilpres Tapi Selalu Gagal

“Karena itu kontrak sadar yang dewasa seharusnya tidak mudah pecah… tetapi faktanya Nabi pun bercerai,” tulisnya di kicauan Twitter.

Fahri juga mengatakan bahwa lembaga pernikahan lebih kompleks. Sebab, pernikahan bukan sekadar kontrak tertulis, tetapi juga mengandung rasa cinta dan buah hati yang tidak bisa dihitung dengan logika.

“Maka pernikahan itu tak saja kompleks tapi intens… ikatan itu terlalu dekat untuk memelihara kepura-puraan,” cuitnya.