Makna Taqabbalallahu Minna wa Minkum, Jawaban dan Keutamaannya

Taqabbalallahu Minna wa Minkum

Pecihitam.org – Taqabbalallahu minna wa minkum merupakan kalimat sering kita ucapkan ketika hari raya Idul Fitri. Ucapan ini berasal dari sahabat Nabi ketika bertemu sahabat lainnya di hari raya. Lantas apa arti ucapan tersebut, apa saja keutamaannya dan bagaimana jawaban dari kalimat tersebut? Berikut pembahasan selengkapnya.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Makna Taqabbalallahu Minna wa Minkum

Ketika seorang muslim bertemu dengan sesama muslim lainnya di hari raya Idul Fitri, para sahabat Nabi mencontohkan kalimat toyibah, sebagai ucapan selamat hari raya yaitu:

تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَ مِنْكُمْ
Taqobbalalloohu minna wa minkum

Artinya: “Semoga Allah menerima (puasa dan amal) dari kami dan (puasa dan amal) dari kalian”.

Kalimat ini memiliki tujuan dan arti doa yang sangat baik. Doa tersebut adalah semoga Allah menerima amal yang mengucapkan dan juga yang mendapat ucapan itu.

Bukan sekedar ucapan di atas saja, biasanya ada juga yang menambahkan dengan” Taqabbal yaa kariim, wa ja’alanaallaahu wa iyyaakum minal ‘aaidiin wal faaiziin.” Atau menambahi dengan ” Wal maqbuulin kullu ‘ammin wa antum bi khair.”

Jika dirangkai semua, ucapan tersebut akan berbunyi demikian:

Taqabbalallaahu minnaa wa minkum taqabbal yaa kariim, wa ja’alanaallaahu wa iyyaakum minal ‘aaidin wal faaiziin wal maqbuulin kullu ‘ammin wa antum bi khair.”

Artinya: “Semoga Allah menerima (amal ibadah Ramadlan) kami dan kamu. Wahai Allah Yang Maha Mulia, terimalah! Dan semoga Allah menjadikan kami dan kamu termasuk orang-orang yang kembali dan orang-orang yang menang serta diterima (amal ibadah). Setiap tahun semoga kamu senantiasa dalam kebaikan.”

Namun jika dirasa terlalu panjang, cukup menggunakan kalimat ‘Taqabbalallahu minna wa minkum saja tidak menjadi masalah, karena doanya sudah mewakili.’ Adapun Imam Ibnu Hajar Al Asqalani dalam kitab Fathul Bari berpendapat,

“Para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam apabila bertemu di hari raya, mereka mengucapkan kepada sebagian lainnya: taqabbalallahu minna wa minka.”

Karena diucapkan para sahabat dan Nabi Muhammad Saw juga tidak melarangnya, maka ini termasuk dalam katagori hadits taqriri. Artinya suatu perbuatan sahabat yang disetujui oleh Rasulullah Saw sehingga menjadi sunnah bagi umatnya.

Baca Juga:  Rahasia Dibalik Penciptaan Keperawanan Kajian Kitab Fathul Izar Bagian 6

Sayyid Sabiq dalam bukunya Fiqih Sunnah, juga menjelaskan hal yang serupa. Bahkan ucapan ini bukan hanya untuk Idul Fitri, namun juga bisa diucapkan saat hari raya Idul Adha. Hal ini berdasarkan pada riwayat dari Jubair bin Nafir, yang mengatakan,

“Apabila sahabat-sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertemu pada hari raya, mereka saling mengucapkan taqabbalallahu minna wa minkum.”

Hal ini menunjukkan, dengan ucapan dan doa ini, sesama muslim saling mendoakan agar puasa, sholat Tarawih, sholat Witir, sholat lima waktu, Tilawah al Quran, Infaq dan Sodaqah, Zakat, sholat Idul Fitri serta semua amal ibadah mereka diterima Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Jawaban Taqabbalallahu Minna wa Minkum

Lalu bagaimana jawaban ucapan sekaligus doa ini? Karena ini sebuah doa maka dapat dijawab dengan “Amiin”. Namun, dalam riwayat juga dikatakan bahwa, jawaban taqabbalallahu minna wa minkum adalah doa yang sama: taqabbalallahu minna wa minkum.

Dari Habib bin Umar Al Anshari, ayahnya bercerita kepadanya bahwa beliau bertemu dengan Watsilah radhiallahu ‘anhu ketika hari raya, maka ketika ia mengucapkan kepada Watsilah, “Taqabbalallahu minna wa minkum,” Watsilah menjawab, “Taqabbalallahu minna wa minkum.” (HR. Ad-Daruquthni dalam Mu’jam Al Kabir)

Dari Syu’bah bin Al-Hajjaj, ia berkata, “Saya bertemu dengan Yunus bin Ubaid, dan saya sampaikan, ‘Taqabbalallahu minna wa minka.’ Kemudian ia menjawab dengan ucapan yang sama.” (HR. Ad-Daruquthni dalam Ad Du’a)

Jawaban ini sebagaimana perintah Allah dalam Al Qur’an,

وَإِذَا حُيِّيتُمْ بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوا بِأَحْسَنَ مِنْهَا أَوْ رُدُّوهَا

“Jika kalian diberi salam dalam bentuk apa pun maka balaslah dengan salam yang lebih baik atau jawablah dengan yang sama” (QS. An Nisa’ : 86)

Bagaimana jika kita menjawabnya dengan “Taqabbal ya kariim”? Jawaban demikian ini juga tidak masalah karena intinya adalah sama-sama mengaminkan doa kebaikan.

Baca Juga:  Hukum Menyambung Rambut Menurut Islam, Haramkah?

Keutamaan Taqabbalallahu Minna wa Minkum

Karena kalimat ini bernilai sunnah dan dicontohkan para sahabat, tentunya terkandung banyak keutamaan atau fadhilah. Adapun berikut ini sebagian keutamaan ucapan taqabbalallahu minna wa minkum:

1. Menghidupkan Sunnah

Meski ada ucapan lain untuk hari raya seperti minal aidin wal faizin, namun taqabbalallahu minna wa minkum memiliki keutamaan tersendiri yakni menghidupkan sunnah yang dicontohkan para sahabat dan mendapatkan legalitas dari Rasulullah Saw.

Nah, salah satu keutamaan bagi yang menghidupkan sunnah adalah mendapatkan pahala seperti pahala orang-orang yang mengikutinya. Hal ini sebagaimana penjelasan hadist berikut:

مَنْ أَحْيَا سُنَّةً مِنْ سُنَّتِى فَعَمِلَ بِهَا النَّاسُ كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ مَنْ عَمِلَ بِهَا لاَ يَنْقُصُ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا

“Barangsiapa yang menghidupkan satu sunnah dari sunnah-sunnahku, kemudian diamalkan oleh manusia, maka dia akan mendapatkan (pahala) seperti pahala orang-orang yang mengamalkannya, dengan tidak mengurangi pahala mereka sedikit pun“ (HR. Ibnu Majah)

Jadi ketika kita mengucapan doa ini, kepada orang lain, insya Allah kita akan mendapatkan pahala seperti pahala mereka tanpa mengurangi sedikitpun pahala mereka.

2. Berpahala

Ucapan ini termasuk kalimat toyibah (baik), karena isinya menyebut nama Allah, mengagungkan-Nya, berdoa kepada-Nya, mengharap kepada-Nya, mendoakan sesama umat muslim. Kalimat ini juga merupakan syiar Islam yang begitu orang mendengar, ia akan ingat Allah dan ingat agama Islam ini. Dan jelas semua ini adalah kebaikan yang mendatangkan pahala.

3. Mengikuti Sahabat

Mengamalkan ucapan ini termasuk salah satu upaya mengikuti sahabat yang pada hakikatnya sama saja dengan kita mengikuti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Dan siapapun yang mengikutinya, Allah Swt telah mengisyaratkan bahwa mereka akan mendapatkan ridha-Nya.

وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha terhadap mereka dan mereka ridha kepada Allah. Allah menyediakan bagi mereka surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemeangan yang besar.” (QS. At Taubah: 100)

4. Allah Akan Mengabulkan Doa

Allah menyukai hamba-hamba-Nya yang senatiasa berdoa kepada-Nya. Sebaliknya, Allah akan murka kepada orang-orang yang menyombongkan diri dengan tidak mau berdoa kepadaN-ya.

Baca Juga:  Tata-cara dan Doa Sholat Tahajud Lengkap dengan Dalil, Latin dan Artinya

Padahal Allah telah berfirman bahwa Ia akan mengabulkan doa hamba-Nya. Dengan demikian, ucapan taqabbalallahu minna wa minkum yang merupakan kalimat doa ini, akan mendatangkan pengabulan dariNya.

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina” (QS. Al Mu’min: 60)

أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ

Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepadaKu (QS. Al Baqarah: 186)

Bahkan firman Allah dalam Surat Al Baqarah ayat 186 ini berada di tengah-tengah ayat tentang puasa Ramadhan, ini mengisyaratkan bahwa doa orang yang berpuasa lebih dikabulkan oleh Allah. Dan doa taqabbalallahu minna wa minkum ketika Idul Fitri ini nyata-nyata dipanjatkan oleh orang-orang yang baru saja melaksanakan puasa Ramadhan.

5. Allah Menerima Amalnya

Dan inilah inti yang paling utama dari doa ini, yakni semoga Allah menerima amal-amal kita. Sebab kita sadari bahwa yang paling penting adalah amal yang diterima Allah. Apalah artinya amal sebesar jihad jika tidak diterima Allah.

Oleh karenanya di hari raya Idul Fitri kita berdoa dengan mencontoh para sahabat: Taqabbalallahu minna wa minkum. Dan kita yakin bahwa jika kita berdoa dengan doa ini, Allah akan mengabulkan dengan menerima amal kita dan amal saudara yang kita doakan.

Demikian semoga bermanfaat. Wallahua’lam bisshawab.

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik