Terungkap, Ini Alasan Mengapa Ansor dan Banser Kerap Dibully di Media Sosial

Banser

Pecihitam.org – Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pringsewu, Lampung, H Taufik Qurrahim mengatakan alasan mengapa Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) kerap di bully di media sosial.

Menurutnya, pihak-pihak yang sering membully Ansor di medsos merupakan kelompok yang ingin NKRI bubar, dan NU adalah benteng paling tebal dalam mempertahankan NKRI.

“Kenapa GP Ansor sering di-bully di media sosial? Kenapa yang berasal dari Ansor maupun NU sering mendapatkan sentimen negatif dari kelompok-kelompok yang banyak berkeliaran di media sosial?. Karena mereka memang kelompok yang ingin NKRI bubar dan NU adalah benteng paling tebal dalam mempertahankan NKRI,” kata Taufiq saat menghadiri Konferensi Cabang ke-3 Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PC GP Ansor) Kabupaten Pringsewu, dikutip dari situs resmi NU, Kamis, 26 September 2019.

Baca Juga:  Kaitkan Tugu JNK dan Simbol Palu Arit, GP Ansor Kecam Komentar Politikus

Kelompok-kelompok tersebut, kata Taufik,  ingin tembok NKRI runtuh dan akhirnya NKRI akan digantikan dengan ideologi mereka. Mereka tidak ingin NU dan para generasinya berkembang.

“Oleh karenanya konferensi kali ini harus menjadi momentum untuk lebih menguatkan komitmen diri untuk berkhidmat dalam organisasi sekaligus mewujudkan organisasi yang kuat, profesional, sehat, dan mandiri,” tegasnya kepada peserta Konfercab PC GP Ansor.

Sementara itu, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Pringsewu, Muhammad Sofyan, menilai, saat ini Ansor sudah menjadi ‘selebritis.’ Setiap menit setiap waktu di media sosial, Ansor selalu diperbincangkan.

“Sampai-sampai hal-hal yang tidak ada hubungannya dengan Ansor dan Banser juga sering dikait-kaitkan sehingga kelompok yang tidak suka bisa gampang mem-bully Ansor dan Banser,” kata Sofyan.

Baca Juga:  Hina Banser, Gus Nur Dituntut 2 Tahun Penjara

Namun, kata dia, hal itu tidak menyurutkan semangat dan loyalitas pemuda Ansor dalam membesarkan organisasi yang merupakan badan otonom NU.

“Mandat untuk menjaga agama dan negara akan senantiasa dilaksanakan sampai kapan pun,” tegasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *