Umur Manusia Cuma 1,5 Jam Akhirat, Bukti Hidup di Dunia Hanya Sementara

hidup di dunia hanya sementara

Pecihitam.org Kita sering mendengar, bahwa hidup yang kita jalani di dunia ini ternyata hanya sementara. Adapula pepatah mengatakan yang mengatakan hidup di dunia ini hanya sekedar singgah dan minum saja, yang kemudian akan kita tinggalkan, dan berlanjut menuju kehidupan selanjutnya, kehidupan yang kekal dan tidak ada kematian di dalamnya.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Dalam sabdanya, Rasulullah menyampaikan bahwa usia manusia rata-rata hanya 60 sampai 70 tahun saja. Ada yang lebih dan juga ada yang kurang namun kebanyakan di usia itu Allah memanggilnya. Rasulullah SAW bersabda:

           أَعْمَارُ أُمَّتِـي مَا بَيْنَ السِّتِّيْنَ إِلَى السَّبْعِيْنَ وَأَقَلُّهُمْ مَنْ يَجُوزُ ذَلِكَ

“Umur-umur umatku antara 60 hingga 70 tahun, dan sedikit orang yg bisa melampui umur tersebut” (HR. Ibnu Majah)

Dari usia diatas ternyata itu adalah usia yang amat singkat disisi Allah, karena di akhirat tidaklah sama dengan di dunia. Seribu tahun di dunia sama dengan satu hari di akhirat, dalam firman-Nya Allah menyampaikan bahwa:

وَيَسْتَعْجِلُونَكَ بِالْعَذَابِ وَلَنْ يُخْلِفَ اللَّهُ وَعْدَهُ ۚ وَإِنَّ يَوْمًا عِنْدَ رَبِّكَ كَأَلْفِ سَنَةٍ مِمَّا تَعُدُّونَ

Baca Juga:  Inilah 12 Kelompok Ketika Dibangkitkan dari Kubur dengan Keadaan yang Berbeda-beda

Artinya: Dan mereka meminta kepadamu agar azab itu disegerakan, padahal Allah sekali-kali tidak akan menyalahi janji-Nya. Sesungguhnya sehari disisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu. (QS. Al-Hajj : 47)

Jika seribu tahun di dunia sama dengan satu hari di akhirat, lalu berapa jam jika di dunia ini hanya 60-70 tahun saja. Mari kita hitung secara matematis.

  • 1 hari akhirat = 1000 tahun
  • 24 jam akhirat = 1000 tahun
  • 3 jam akhirat = 125 tahun
  • 1,5 jam akhirat = 62,5 tahun

Ternyata hidup di dunia selama 62,5 tahun  hanya setara dengan 1,5 jam saja di akhirat. Begitu singkatnya kehidupan ini,  waktu yang hanya satu setengah jam ini, akan menentukan kehidupan yang abadi di akhirat kelak.

Maka dari itu perlu untuk kita terus bermuhasabah dan mengevaluasi diri, agar jangan samapai lalai dalam hidup di dunia yang hanya sementara ini. Rasulullah bersabda:

عَنْ شَدَّادِ بْنِ أَوْسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ، وَالْعَاجِزُ مَنْ أَتْبَعَ نَفْسَهُ هَوَاهَا وَتَمَنَّى عَلَى اللَّهِ

Baca Juga:  Mengatasi Krisis Kebahagiaan dengan Berdzikir

Dari Syadad bin Aus ra, dari Nabi Muhammad SAW bahwa beliau bersabda, ‘Orang yang cerdas (sukses) adalah orang yang menghisab (mengevaluasi) dirinya sendiri, serta beramal untuk kehidupan sesudah kematiannya. Sedangkan orang yang lemah adalah orang yang mengikuti hawa nafsunya serta berangan-angan terhadap Allah SWT.’ (HR Tirmidzi. Ia berkata, “Ini hadits hasan”).

Sayyidina Umar bin Khattab pernah berkata bahwa orang yang terbiasa bermuhasabah dan selalu memperbaiki dirinya, kelak akan diringankan hisabnya di hari penghisaban.

حَاسِبُوا أَنْفُسَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُحَاسَبُوْا وَتَزَيَّنُوْا لِلْعَرْضِ الأَكْبَرِ وَإِنَّمَا يَخِفُّ الْحِسَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَلَى مَنْ حَاسَبَ نَفْسَهُ فِى الدُّنْيَا

“Hisablah diri (introspeksi) kalian sebelum kalian dihisab, dan berhias dirilah kalian untuk menghadapi penyingkapan yang besar (hisab). Sesungguhnya hisab pada hari kiamat akan menjadi ringan hanya bagi orang yang selalu menghisab dirinya saat hidup di dunia.”

Teruslah berbuat baik, dengan senantiasa mengikuti ajaran Rasulullah dan para ulama yang shalih, karena tujuan kita di hidupkan di dunia ini adalah untuk beribadah kepada Allah. Allah berfirman:

Baca Juga:  Mengapa Shalat Tak Mampu Cegah Perbuatan Keji dan Munkar?

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ قَدْ جَآءَكُمُ ٱلرَّسُولُ بِٱلْحَقِّ مِن رَّبِّكُمْ فَـَٔامِنُوا۟ خَيْرًا لَّكُمْ ۚ وَإِن تَكْفُرُوا۟ فَإِنَّ لِلَّهِ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا ﴿١٧٠﴾

‘Wahai manusia, sesungguhnya telah datang Rasul (Muhammad) itu kepadamu dengan (membawa) kebenaran dari Tuhanmu, maka berimanlah kamu, itulah yang lebih baik bagimu. Dan jika kamu kafir, (maka kekafiran itu tidak merugikan Allah sedikitpun) karena sesungguhnya apa yang di langit dan di bumi itu adalah kepunyaan Allah. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.’ (Q.S.An-Nisa:170)

Wallahua’lam.

Lukman Hakim Hidayat