Surah An-Nur Ayat 47-52; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an

Surah An-Nur Ayat 47-52

Pecihitam.org – Kandungan Surah An-Nur Ayat 47-52 ini, menjelaskan ciri-ciri orang munafik, mereka selalu mengatakan kami beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, tetapi mereka selalu mengerjakan hal-hal yang bertentangan dengan Islam dan tidak pernah patuh dan taat kepada hukum Allah dan Rasul-Nya.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an surah An-Nur Ayat 47-52

Surah An-Nur Ayat 47
أوَيَقُولُونَ آمَنَّا بِاللَّهِ وَبِالرَّسُولِ وَأَطَعْنَا ثُمَّ يَتَوَلَّى فَرِيقٌ مِّنْهُم مِّن بَعْدِ ذَلِكَ وَمَا أُولَئِكَ بِالْمُؤْمِنِينَ

Terjemahan: Dan mereka berkata: “Kami telah beriman kepada Allah dan rasul, dan kami mentaati (keduanya)”. Kemudian sebagian dari mereka berpaling sesudah itu, sekali-kali mereka itu bukanlah orang-orang yang beriman.

Tafsir Jalalain: وَيَقُولُونَ (Dan mereka berkata) maksudnya orang-orang munafik, آمَنَّا (“Kami telah beriman) Kami telah percaya بِاللَّهِ (kepada Allah) dengan mengesakan-Nya وَبِالرَّسُولِ (dan Rasul) yaitu Nabi Muhammad وَأَطَعْنَا (dan Kami menaati”) apa yang telah ditetapkan oleh Allah dan Rasul-Nya.

ثُمَّ يَتَوَلَّ (Kemudian berpalinglah) memalingkan diri فَرِيقٌ مِّنْهُم مِّن بَعْدِ ذَلِكَ (sebagian dari mereka sesudah itu) dari apa yang telah ditetapkan oleh Allah dan Rasul-Nya وَمَا أُولَئِكَ (sekali-kali mereka itu bukanlah) orang-orang yang berpaling itu بِالْمُؤْمِنِينَ (orang-orang yang beriman) sejati, yang hati dan lisan mereka bersesuaian.

Tafsir Ibnu Katsir: Allah swt. menceritakan karakter kaum munafik yang menampakkan semua yang bertentangan dengan apa yang terselip di dalam hati. Mereka mengatakan dengan lisan mereka: آمَنَّا بِاللَّهِ وَبِالرَّسُولِ وَأَطَعْنَا ثُمَّ يَتَوَلَّى فَرِيقٌ مِّنْهُم مِّن بَعْدِ ذَلِكَ (“Kami telah beriman kepada Allah dan Rasul, dan kami mentaati [keduanya], kemudian sebagian dari mereka berpaling sesudah itu.”) ucapan mereka menyelisihi amal perbuatan mereka. mereka mengatakan apa-apa yang tidak mereka lakukan. Oleh karen itu Allah befirman: وَمَا أُولَئِكَ بِالْمُؤْمِنِينَ (“Sekali-sekali mereka itu bukanlah orang-orang yang beriman.”)

Tafsir Kemenag: Pada ayat ini Allah menjelaskan ciri-ciri orang munafik, mereka selalu mengatakan kami beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, tetapi mereka selalu mengerjakan hal-hal yang bertentangan dengan Islam dan tidak pernah patuh dan taat kepada hukum Allah dan Rasul-Nya. Sebenarnya mereka itu bukanlah orang-orang yang beriman.

Iman mereka hanya di mulut saja, tetapi hati mereka tetap kafir, dan dipenuhi oleh kekotoran hawa nafsu. Bila ada sesuatu yang menguntungkan mereka, mereka berani bersumpah bahwa mereka benar-benar orang-orang yang beriman. Tetapi bila ada sesuatu yang merugikan dengan pernyataan beriman itu mereka lari berpihak kepada musuh-musuh Islam. Firman Allah:

Dan apabila mereka berjumpa dengan orang yang beriman, mereka berkata, “Kami telah beriman.” Tetapi apabila mereka kembali kepada setan-setan (para pemimpin) mereka, mereka berkata, “Sesungguhnya kami bersama kamu, kami hanya berolok-olok.” (al-Baqarah/2: 14).

Tafsir Quraish Shihab: Orang-orang munafik berkata, “Kami telah beriman kepada Allah dan rasul dan kami telah mematuhi segala perintah keduanya.” Ketika mereka diuji setelah mengatakan seperti itu, sebagian dari mereka enggan ikut bersama-sama kaum muslim melakukan kebaikan seperti berjihad dan lain sebagainya. Mereka bukanlah orang-orang yang beriman dengan tulus dan tidak pantas untuk disebut sebagai orang-orang Mukmin.

Surah An-Nur Ayat 48
وَإِذَا دُعُوا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ إِذَا فَرِيقٌ مِّنْهُم مُّعْرِضُونَِ

Terjemahan: Dan apabila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya, agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka, tiba-tiba sebagian dari mereka menolak untuk datang.

Tafsir Jalalain: وَإِذَا دُعُوا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ (Dan apabila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya) yang menyampaikan kepada mereka لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ إِذَا فَرِيقٌ مِّنْهُم مُّعْرِضُونَ (agar Rasul menghukum/mengadili di antara mereka, tiba-tiba sebagian dari mereka berpaling) menolak untuk datang memenuhi seruan Rasul.

Baca Juga:  Surah An-Nur Ayat 45-46; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Tafsir Ibnu Katsir: Firman Allah: وَإِذَا دُعُوا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ (“Dan apabila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya, agar Rasul menghukum [mengadili] di antara mereka.”) yakni jika mereka diminta untuk mengikuti hidayah yang telah diturunkan Allah kepada Rasul-Nya, mereka berpaling darinya dan menolak untuk mengikutinya dengan sikap sombong.

Tafsir Kemenag: Di antara sifat-sifat orang-orang munafik itu, bila mereka dipanggil untuk menerima ketetapan Allah dan Rasul-Nya mereka berpaling tak mau menerima ketetapan itu. Mereka lebih senang menerima ketetapan siapa pun selain Allah dan Rasul-Nya asal saja ketetapan itu menguntungkan mereka.

Mereka tegas-tegas menolak ketetapan Allah dan Rasul-Nya walaupun ketetapan itu nyata-nyata berdasarkan keadilan dan kebenaran dan dikuatkan pula oleh bukti-bukti yang jelas. Dalam ayat lain Allah berfirman menjelaskan sifat orang munafik itu.

Tidakkah engkau (Muhammad) memperhatikan orang-orang yang mengaku bahwa mereka telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelummu? Tetapi mereka masih menginginkan ketetapan hukum kepada Tagut, padahal mereka telah diperintahkan untuk mengingkari Tagut itu.

Dan setan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) kesesatan yang sejauh-jauhnya. Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Marilah (patuh) kepada apa yang telah diturunkan Allah dan (patuh) kepada Rasul,” (niscaya) engkau (Muhammad) melihat orang munafik menghalangi dengan keras darimu. (an-Nisa`/4: 60-61)

Tafsir Quraish Shihab: Panjang, pendek, permulaan dan penghabisan yang terjadi pada siang dan malam, diubah silih berganti oleh Allah berdasarkan perputaran orbit.Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang berakal sehat dan jernih. Melalui itu semua mereka beriman kepada Allah.

Surah An-Nur Ayat 49
وَإِن يَكُن لَّهُمُ الْحَقُّ يَأْتُوا إِلَيْهِ مُذْعِنِينَ

Terjemahan: Tetapi jika keputusan itu untuk (kemaslahatan) mereka, mereka datang kepada rasul dengan patuh.

Tafsir Jalalain: وَإِن يَكُن لَّهُمُ الْحَقُّ يَأْتُوا إِلَيْهِ مُذْعِنِينَ (Tetapi jika keputusan itu untuk kemaslahatan mereka, mereka mau datang kepada Rasul dengan patuh) dengan segera dan penuh ketaatan.

Tafsir Ibnu Katsir: Firman Allah: وَإِن يَكُن لَّهُمُ الْحَقُّ يَأْتُوا إِلَيْهِ مُذْعِنِينَ (“Tetapi jika keputusan itu untuk [kemaslahatan] mereka, mereka datang kepada Rasul dengan patuh.”) yakni jika keputusan hukum menguntungkan mereka dan tidak merugikan mereka, maka mereka datang dengan patuh dan taat, itulah makna dari “ مُذْعِنِينَ”.

Jika keputusan hukum tidak menguntungkan mereka, maka mereka pun berpaling darinya dan mengajak untuk berhukum kepada yang tidak haq serta menghendaki agar berhukum kepada selain Rasulullah saw. demi mendukung kebathilan mereka.

Tafsir Kemenag: Di antara sifat-sifat orang-orang munafik itu, bila mereka dipanggil untuk menerima ketetapan Allah dan Rasul-Nya mereka berpaling tak mau menerima ketetapan itu. Mereka lebih senang menerima ketetapan siapa pun selain Allah dan Rasul-Nya asal saja ketetapan itu menguntungkan mereka.

Mereka tegas-tegas menolak ketetapan Allah dan Rasul-Nya walaupun ketetapan itu nyata-nyata berdasarkan keadilan dan kebenaran dan dikuatkan pula oleh bukti-bukti yang jelas. Dalam ayat lain Allah berfirman menjelaskan sifat orang munafik itu.

Tidakkah engkau (Muhammad) memperhatikan orang-orang yang mengaku bahwa mereka telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelummu? Tetapi mereka masih menginginkan ketetapan hukum kepada Tagut, padahal mereka telah diperintahkan untuk mengingkari Tagut itu.

Dan setan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) kesesatan yang sejauh-jauhnya. Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Marilah (patuh) kepada apa yang telah diturunkan Allah dan (patuh) kepada Rasul,” (niscaya) engkau (Muhammad) melihat orang munafik menghalangi dengan keras darimu. (an-Nisa`/4: 60-61).

Baca Juga:  Surah Maryam Ayat 88-95; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Surah An-Nur Ayat 50
أَفِي قُلُوبِهِم مَّرَضٌ أَمِ ارْتَابُوا أَمْ يَخَافُونَ أَن يَحِيفَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ وَرَسُولُهُ بَلْ أُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

Terjemahan: Apakah (ketidak datangan mereka itu karena) dalam hati mereka ada penyakit, atau (karena) mereka ragu-ragu ataukah (karena) takut kalau-kalau Allah dan rasul-Nya berlaku zalim kepada mereka? Sebenarnya, mereka itulah orang-orang yang zalim.

Tafsir Jalalain: أَفِي قُلُوبِهِم مَّرَضٌ (Apakah di dalam hati mereka ada penyakit) yakni kekafiran أَمِ ارْتَابُوا (atau karena mereka ragu-ragu) mereka meragukan kenabiannya أَمْ يَخَافُونَ أَن يَحِيفَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ وَرَسُولُهُ (ataukah karena mereka takut kalau-kalau Allah dan Rasul-Nya berlaku zalim kepada mereka?) di dalam peradilan, yakni mereka diperlakukan secara aniaya di dalamnya. Tidak بَلْ أُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ (sebenarnya, mereka itulah orang-orang yang zalim) karena mereka berpaling dari peradilan itu.

Tafsir Ibnu Katsir: Firman Allah: أَفِي قُلُوبِهِم مَّرَضٌ (“Apakah [ketidak datangan mereka itu karena] dalam hati mereka ada penyakit.”) yakni tidak ada alternatif lain selain hati mereka telah terjangkiti penyakit yang selalu menyertai atau keraguan tentang agama ini telah masuk ke dalam hati mereka atau mereka khawatir Allah dan Rasul-Nya berlaku dhalim dalam menetapkan hukum. Apa pun alternatifnya, tindakan mereka itu merupakan kekufuran yang nyata. Allah Mahatahu tentang mereka semua dan siapa saja yang memiliki karakter seperti itu.

Firman Allah: بَلْ أُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ (“Sebenarnya, mereka itulah orang-orang yang dhalim”) yakni pada hakekatnya merekalah orang-orang yang dhalim dan fajir, Allah dan Rasul-Nya terlepas dari apa yang mereka sangka dan perkirakan, yaitu sangkaan akan berlaku dhalim dan curang. Mahasuci Allah dan Rasul-Nya dari hal tersebut.

Tafsir Kemenag: Kemudian Allah mengemukakan pertanyaan mengenai sebab-sebab yang menjadikan orang-orang munafik itu bersifat demikian. Apakah karena memang dalam hati mereka ada penyakit sehingga mereka selalu ragu terhadap segala putusan yang merugikan mereka walaupun bukti-bukti dan dalil-dalil menguatkan putusan itu? Ataukah memang mereka pada dasarnya ragu-ragu terhadap kerasulan dan kenabian Muhammad saw.

Ataukah mereka khawatir Allah dan Rasul-Nya akan berlaku zalim terhadap mereka? Itulah akhlak, tingkah laku, dan sifat-sifat mereka. Sifat-sifat orang yang telah sesat, tidak mau menerima kebenaran bila akan merugikan mereka. Itulah sifat-sifat orang-orang kafir yang telah tersesat. Mereka itulah orang-orang yang zalim yang suka merugikan orang lain dan zalim pula terhadap diri mereka sendiri.

Surah An-Nur Ayat 51
إِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِينَ إِذَا دُعُوا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ أَن يَقُولُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Terjemahan: Sesungguhnya jawaban oran-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan. “Kami mendengar, dan kami patuh”. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.

Tafsir Jalalain: إِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِينَ إِذَا دُعُوا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ (Sesungguhnya jawaban orang-orang Mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya agar Rasul mengadili di antara mereka) maka jawaban yang pantas mereka katakan أَن يَقُولُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا (ialah ucapan, “Kami mendengar dan Kami patuh”) yakni mengiakan secara spontan.

وَأُولَئِكَ (Dan mereka) sejak saat itu هُمُ الْمُفْلِحُونَ (adalah orang-orang yang beruntung) artinya orang-orang yang selamat di dunia dan akhirat.

Baca Juga:  Surah Muhammad Ayat 1-3; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Tafsir Ibnu Katsir: Kemudian Allah menceritakan sifat kaum Mukminin yang menyambut seruan Allah dan Rasul-Nya: إِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِينَ إِذَا دُعُوا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ أَن يَقُولُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا (“Sesungguhnya jawaban orang-orang Mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya agar Rasul mengadili di antara mereka ialah ucapan:

‘Kami mendengar dan kami patuh.’”) yakni kami mendengar dan mematuhinya. Oleh sebab itu Allah mensifati mereka sebagai orang-orang yang beruntung, yaitu yang berhasil meraih apa yang diinginkan dan selamat dari apa yang ditakuti. Allah berfirman: وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ (“Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung”).

Tafsir Kemenag: Orang-orang yang benar-benar beriman apabila diajak bertahkim kepada Allah dan Rasul-Nya, mereka tunduk dan patuh menerima putusan, baik putusan itu menguntungkan atau merugikan mereka. Mereka yakin dengan sepenuh hati tidak merasa ragu sedikit pun bahwa putusan itulah yang benar, karena putusan itu adalah putusan Allah dan Rasul-Nya.

Tentu putusan siapa lagi yang patut diterima dan dipercayai kebenaran dan keadilannya selain putusan Allah dan Rasul-Nya? Demikianlah sifat-sifat orang-orang yang beriman benar-benar percaya kepada Allah dan Rasul-Nya dan yakin sepenuhnya bahwa Allah Yang Mahabenar dan Mahaadil.

Surah An-Nur Ayat 52
وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَخْشَ اللَّهَ وَيَتَّقْهِ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَائِزُونَ

Terjemahan: Dan barang siapa yang taat kepada Allah dan rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, maka mereka adalah orang-orang yang mendapat kemenangan.

Tafsir Jalalain: وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَخْشَ اللَّهَ (Dan barang siapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya dan takut kepada Allah) merasa takut kepada-Nya وَيَتَّقْهِ (dan bertakwa kepada-Nya) dapat dibaca Wayattaqih dan Wayattaqhi, yakni dengan menaati-Nya (maka mereka adalah orang-orang yang mendapat kemenangan) yaitu mendapat surga.

Tafsir Ibnu Katsir: Firman Allah: وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ (“Dan barangsiapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya”) Qatadah mengatakan: “Mentaati Allah dan Rasul-Nya dengan mengerjakan segala perkara yang telah diperintahkan dan meninggalkan segala perkara yang telah dilarang, takut kepada Allah terhadap dosa yang telah dilakukannya dan bertakwa kepada-Nya untuk masa yang akan datang.

Firman Allah: فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَائِزُونَ (“Maka mereka itulah orang-orang yang mendapat kemenangan”) yaitu merekalah orang-orang yang menang dan memperoleh segala kebaikan dan aman dari segala keburukan di dunia dan di akhirat.

Tafsir Kemenag: Siapa yang menaati semua perintah Allah dan menjauhi semua larangan-Nya karena meyakini bahwa mengerjakan perintah Allah itulah yang akan membawa kepada kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat, meninggalkan semua larangan-Nya, akan menjauhkan mereka dari bahaya dan malapetaka di dunia dan di akhirat dan selalu bertakwa kepada-Nya, dan berbuat baik terhadap sesama manusia, maka mereka itu termasuk golongan orang-orang yang mencapai keridaan Ilahi dan bebas dari segala siksaan-Nya di akhirat.

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah An-Nur Ayat 47-52 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Kemenag dan Tafsir Quraish Shihab Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S