Wajib Tahu! Inilah 8 Kebiasaan Tidur Sehat ala Rasulullah

Tidur Sehat ala Rasulullah

Pecihitam.org – Tidur adalah kegiatan mengistirahatkan tubuh setelah seharian beraktifitas. Namun tidak jarang orang juga sulit untuk tidur, atau walaupun mata sudah terpejam dan raga terlelap, namun istirahatnya tidak berkualitas. Efeknya ketika bangun, badan malah menjadi lemas bukannya kembali bugar.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Ternyata aktifitas tidur yang berkualitas juga di contohkan oleh Rasulullah SAW. Nabi panutan kita yang hidup sekitar 1401 tahun silam ini ternyata telah memberikan contoh cara tidur yang memiliki dampak kesehatan. Cara tidur sehat ala Rasulullah pun ternyata terbukti oleh para ilmuan. Berikut penjelasannya.

1. Tidur dalam Keadaan Gelap

Rasulullah Saw selalu tidur dalam keadaan gelap. Hal ini berdasarkan hadist Nabi berikut,

“Padamkanlah lampu-lampu di malam hari pada saat kalian tidur malam, kuncilah pintu dan tutuplah bejana, makanan dan minuman.” (HR. Al Bukhari)

Joan Robert, seorang ahli Biologi dalam penelitiannya menemukan fakta bahwa kekebalan tubuh punya korelasi terhadap kondisi terang saat tidur. Orang yang menyalakan lampu sepanjang malam saat tidur, mengalami penurunan kadar hormon melatonin yang berperan dalam mendorong aktifitas antioksidan secara optimal. Selain itu terjadi penurunan daya tahan tubuh sehingga rentan terhadap penyakit.

Dampak lain juga dijelaskan dalam jurnal Cancer Genetics and Cytogenetics yang tertulis jika penerangan yang menggunakan cahaya buatan akan berdampak pada jam biologis tubuh dan dapat menjadi pemicu ekspresi berlebihan dari sel-sel yang dikaitkan dengan pembentukan sel kanker.

Adapun menurut Society for Neuroscience, di San Diego juga menjelaskan tentang korelasi antara cahaya lampu dan tingkat depresi. Dalam jurnalnya penelitian tersebut mengatakan bahwa ternyata orang yang selalu terkena cahaya di malam hari atau pekerja shift malam akan meningkatkan risiko depresi atau gangguan mood .

Baca Juga:  Waspada Penyakit Ain di Era Modern! Tak Terasa Namun Berbahaya

2. Tidur Menghadap Kekanan

Rasulullah SAW juga menganjukan agar kita tidur dengan menghadap ke arah kanan. Dalam hadits riwayat Imam Bukhari dan Muslim Rasulullah juga bersabda;

“Berbaringlah di atas rusuk sebelah kananmu,” (HR Al-Bukhari dan Muslim).

Dahulu, orang mungkin hanya berpikir bahwa Islam memang mengutamakan kanan dibandingkan kiri. Namun ternyata, anjuran Rasulullah ini punya efek kesehatan yang menakjubkan. Pada zaman modern ini para Ilmuwan menemukan manfaat tidur dengan miring ke kanan, sedangkan Nabi sudah menganjurkanya sejak 1400 tahun silam.

Dalam Journal of American College of Cardiologi yang dimuat New York Times 21 Februari 2011, mengemukakan bahwa tidur dengan posisi miring ke kanan dapat mengurangi risiko penyakit jantung.

Hal ini dikarenakan ketika tidur miring ke kanan, jantung akan berada di bagian kiri dan tidak tertindih oleh organ yang lainnya. Tidak hanya bermanfaat untuk jantung, tidur miring ke kanan juga bermanfaat untuk otak, lambung, empedu dan organ-organ tubuh lainnya.

3. Tidak Tidur Tengkurap

Rasulullah Saw pernah menghampiri seseorang yang tidur dalam posisi tengkurap di dalam Masjid. Nabi membangunkannya seraya berkata,

“Bangkitlah engkau atau duduklah sesungguhnya tidurmu itu adalah tidur dalam neraka jahanan.” (HR. Ibnu Majah).

Dari hadist di atas menjelaskan tentang larangan tidur tengkurap. Ternyata larangan ini juga punya efek bagi kesehatan. Kajian medis di era modern menemukan bahwa tidur dengan posisi tengkurap bisa menyebabkan terjadinya kekurangan asupan oksigen pada paru-paru yang dapat mempengaruhi kinerja jantung, peredaran darah dan otak.

Hal ini tentu berbahaya bagi tubuh karena organ-organ tersebut punya fungsi yang sangat vital. Seseorang yang tidur dengan cara tengkurap di atas perutnya setelah suatu periode tertentu akan mengalami kesulitan bernafas karena seluruh berat badannya akan menekan ke arah dada yang menghalangi dada untuk merenggang dan berkonstraksi saat bernafas.

Baca Juga:  Orang-Orang Bangkrut Dalam Agama? Bagaimanakan Cirinya?

4. Tidak Tidur Terlentang

Rasulullah Saw juga melarang kita untuk berlama-lama tidur terlentang. Setelah diteliti, ternyata tidur deng posisi ini menyebabkan penekanan atau menyesakkan pada tulang punggung, dan kadangkala bisa menyebabkan kita kebelet ingin ke toilet.

Adapun menurut penelitian Dr. Zafir al-Attar, tidur terlentang akan menyebabkan seseorang bernafas melalui mulutnya. Padahal manusia harusnya bernafas melalui hidung, bukan mulut. Hal ini menyebabkan kotoran dari udara ikut terhirup tanpa disaring lewat bulu dan lendir hidung.

Bernafas lewat mulut juga salah satu penyebab seseorang rawan terkena flu dan menyebabkan keringnya rongga mulut sehingga dapat memicu terjadinya peradangan pada gusi.

5. Meluruskan Punggung dan Sedikit Menekuk Kaki

Tidur sehat ala Rasulullah juga dicontohkan dengan meluruskan tulang punggung. Hal ini bertujuan agar organ-organ yang lain pun terasa rileks sehingga dapat memperlancar peredaran darah. Selain itu Nabi menekuk sedikit kakinya, hal ini bertujuan agar mengendurkan otot-otot perut dan relaksasi lebih sempurna. Sehingga tidur menjadi lebih rileks dan nyaman.

6. Tidur Beralaskan Tangan

Tempat tidur Rasulullah begitu sederhana. Beliau tidur hanya beralaskan tikar yang terbuat dari dari kulit binatang yang diisi dengan sabut dan kepala beliau diberi alas sebagai bantal. Namun terkadang Rasulullah juga menggunakan salah satu tangannya yang diletakkan di bawah pipi sebagai pengganti bantal.

Dibalik kesederhanaan ini, ternyata ada manfaat medis. Yang mana tidur beralaskan tangan membuat posisi kepala, leher dan punggung dalam satu garis lurus. Dan efeknya adalah leher tidak mudah merasa pegal atau tengengen (red. Jawa)

Baca Juga:  Jangan Mengeluh! Jadikanlah Sabar dan Shalat Sebagai Penolongmu

7. Tidur Setelah Shalat Isya

Jika tidak ada urusan lain Rasulullah saw menganjurkan kita untuk tidur setelah shalat Isya tidak terlalu sore dan juga tidak terlalu malam. Ditinjau dari sisi kesehatan, pada malam hari terjadi aktifitas ekskresi hati untuk menetralkan racun, sehingga perlu kadaan yang tenang.

Sedangkan jika kita sering begadang maka ekskresi ini tak berjalan lancar sebagaimana mestinya dan jika dalam kurun waktu yang panjang dapat menyebabkan penyakit kanker atau gangguan hati.

8. Membersihkan Tempat Tidur

Sebelum beranjak tidur, Rasulullah SAW selalu membiasakan untuk mengibaskan tempat tidurnya sambil membaca ta’awudz. Anjuran ini dilakukan untuk mengusir setan atau jin yang mungkin tidur ditempat kita.

Adapun secara medis, kegiatan membersihkan tempat tidur ini agar kotoran-kotoran yang bisa saja menyebabkan terjadinya penyakit hilang dari tempat tidur.

Demikianlah tidur sehat ala Rasulullah Saw. Semoga kita sebagai umatnya dapat mengikuti apa yang telah beliau Saw contohkan. Sebab selain berdampak baik bagi kesehatan hal-hal tersebut juga termasuk sunnah Rasulullah yang berpahala. Semoga bermanfaat. Wallahua’lam bisshawab.

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik