Berilmu Tapi Tak Diamalkan, Beramal Tapi Tak Didasari Ilmu

Berilmu Tapi Tak Diamalkan, Beramal Tapi Tak Didasari Ilmu

Pecihitam.org – Disebutkan dalam salah satu syair gubahan Imam as-Syafii rahimahullah. وَمَنْ لَمْ يَذُقْ مُرَّ التَّعَلُّمِ سَاعَةً … تَجَرَّعْ ذُلَّ الْجَهْلِ طُوْلَ حَيَاتِهِ yang Artinya: siapa yang tidak merasakan pahitnya belajar walau sesaat, dia akan merasakan hinanya kebodohan sepanjang hayat.

Maksudnya adalah jika kita tidak mau menjalani dukanya menuntut ilmu, tidak sabar dalam perjuangan menuntut ilmu, enggan belajar sewaktu muda, selagi banyak kesempatan, maka kelak di hari tua akan hidup dalam kehinaan dan penyesalan.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Menyesal karena tidak tahu menshalatkan jenazah ketika ada tetangga yang meninggal. Menjadi hina karena tak bisa hadir dalam majelis khataman Al-Qur’an, sementara orang lain diundang. Menyesal tidak bisa menghadiahkan Yasin pada keluarga yang telah meninggal. Menjadi hina ketika disuruh mimpin baca doa, tapi tidak bisa.

Begitulah…. Jika sewaktu muda tidak mau sedikit susah berjuang menuntut ilmu. Oleh karenanya, marilah khususnya para santri yang masih belajar, rajin-rajinlah, seriuslah, bersabarlah menghadapi pahit pedihnya belajar menuntut ilmu. Karena sebaliknya, orang yang berilmu akan mulia baik di hadapan Allah maupun di mata manusia. Sebagaimana firman Allah

يرفع الله الذين امنوا منكم والذين أوتوا العلم درجات

Allah mengangkat orang yang beriman dan berilmu diantara kamu dengan beberapa derajat. Begitulah gambaran antara orang yg berilmu dan orang byang tak berilmu.

Baca Juga:  Apa Sih yang Dimaksud Kitab Kuning Itu? Inilah Penjelasannya

Sementara itu, bagi seorang muslim mukallaf, ada beberapa amal atau perbuatan yang tidak boleh tidak atau wajib dilakukan, baik bagi yang berilmu atau tidak. Misalanya shalat, puasa, zakat dan sebagainya.

Bayangkan jika ada orang shalat tanpa didasari ilmu, maka bisa jadi salahnya lebih banyak daripada benarnya. Shalat, tapi tak baca Fatihah. Rukuk, sujud, tapi tidak tuma’ninah. Sia-sia shalatnya. Atau puasa, tapi ngupil, menghirup air. Intinya orang yang beribadah tanpa ilmu, amalnya itu akan tertolak. Sebagaimana syair yang ditulis oleh Ibnu Ruslan dalam Matan Zubad

وكل من بغير يعمل # اعماله مردودة لا تقبل

Setiap orang yang beramal tanpa ilmu, maka amal-amlanya ditolak, tidak diterima.

Namun berilmu saja tidak cukup. Karena ilmu harus disertai amal. Ibaratnya

العلم بلا عمل كالشجر بلا ثمر

Ilmu tanpa amal bagaikan pohon tanpa buah.

Apa gunanya memelihara pohon salak kalau tak berbuah. Malah dirinya akan membahayakan. Apa manfaatnya memelihara pohon langsat jika tak berbuah. Hanya membuat halaman disampahi daunnya saja.

Baca Juga:  Harus Tahu! Inilah Perbedaan antara Jin, Iblis dan Setan

Tiada guna walaupun berilmu tinggi, tapi tidak shalat. Tiada manfaat walaupun alim kalau puasa bolong-bolong tanpa udzur yang syar’i. Bahkan yang paling bahaya adalah sebagaimana ditulis oleh Ibu Ruslan lagi-lagi dalam kitab Matan Zubad

وعالم بعلمه لم يعملن # معذب قبل عباد الوثان

Orang alim yang tidak mengamalkan ilmunya akan disiksa sebelum penyembah berhala.

Alim tapi tak mengamalkan ilmunya, maka akan disiksa sebelum disiksanya Abu Jahal, sebelum Fir’aun, sebelum Namrud. Na’udzu billahi min dzalik.

Faisol Abdurrahman

Leave a Reply

Your email address will not be published.