Keutamaan Menuntut Ilmu, Pelajar Wajib Baca!

Keutamaan Menuntut Ilmu, Pelajar Wajib Baca!

PeciHitam.org – Keutamaan menuntut ilmu salah satunya ialah meningkatkan ketaqwaan, maka tentu saja kita harus mau belajar, mau mengaji dan mau menimba ilmu.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Menuntut ilmu dapat menjadikan kita semakin mendekatkan diri kepada Allah, baik itu berupa ilmu-ilmu ibadah mahdoh, seperti tata cara sholat, membaca Al-Qur’an, berpuasa dan berhaji, ataupun ilmu-ilmu pengetahuan dan teknologi lainnya.

Ilmu adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan dan meningkatkan pengetahuan manusia dari berbagai segi kenyataan hidup dan mati manusia.

Secara bahasa kata “Ilmu” itu berasal dari bahasa arab ‘Alima, Ya’lamu, ‘Ilman, yang berarti “Mengerti sesuatu”. Atau juga berasal dari kala ‘allama yang berarti “memberi tanda atau petunjuk” yang berarti pengetahuan. Setiap orang Islam diwajibkan untuk menuntut ilmu, hal ini sesuai dengan hadits Nabi Muhammad SAW:

طَلَبُ اْلعِلْمْ فَرِثْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

“Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap orang muslim.”

Salah satu hasil dari keutamaan menuntut ilmu, kita akan lebih banyak tahu tentang banyak hal, meskipun benar prioritas dalam menuntut ilmu adalah mempelajari ilmu agama, khususnya ilmu iman dan islam serta ilmu mengenal Allah, namun umat Islam tidak boleh begitu saja mengabaikan ilmu-ilmu lainnya. Dan tanpa menuntut ilmu, umat Islam hanya akan menjadi tertinggal dibandingkan dengan umat lain di muka bumi.

Baca Juga:  Hukum Pegadaian dalam Islam: Pengertian, Rukun, Syarat dan Manfaatnya

Bagaimanapun juga kita tidak dapat mengunggulkan harta jika sang pemiliknya bodoh. Di dalam Al-Qur’an diceritakan kisah Karun sebagai contoh bahwa sungguh tidaklah baik jika manusia hanya mengumpulkan harta tanpa berusaha menambah wawasan-awasan keilmuannya. Sebagaimana firman Allah:

قَالَ إنَّمَا أوْتِيْتُهُ عَلىَ عِلْمٍ عِنْدِيْ ، أَوَلَمْ يَعْلَمْ أنَّ اللهَ قَدْ أهْلَكَ مِنْ قَبْلِهِ مِنَ اْلقُرُوْنِ مَنْ هُوَ أشَدُّ مِنْهُ قُوَّةً وَأكْثَرَ جَمْعًا ، وَلاَ يُسْئَلُ عَنْ ذُنُوْبِهِمُ اْلمُجْرِمُوْنَ

Karun berkata: “Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku. Dan apakah ia tidak mengetahui, bahwasanya Allah sungguh telah membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat daripadanya, dan lebih banyak mengumpulkan harta? Dan tidaklah perlu ditanya kepada orang-orang yang berdosa itu, tentang dosa-dosa mereka.” (QS. Al-Qasas, 28:78)

Dari keutamaan menuntut ilmu kita dapat menyingkap tabir kehidupan manusia dan memahami rahasia-rahasia yang diciptakan Allah agar terbukanya ilmu pengeetahuan demi kemajuan peradaban.

Benar adanya bahwa menuntut ilmu sungguh terasa berat, terutama ilmu-ilmu yang dapat semakin mendekatkan diri kita kepada Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ سَلَكَ طَرِيْقًايَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا,سَهَّلَ اللهُ لَهُ طَرِيْقًا إِلَى الجَنَّةِ  . رَوَاهُ مُسْلِم

“Barang siapa menempuh satu jalan (cara) untuk mendapatkan ilmu, maka Allah pasti mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR Muslim)

Baca Juga:  Hukum Mengambil Upah dari Hasil Sumbangan, Bolehkah?

Pada hadits ini, ungkapan “salaka (menempuh Jalan)” bukan hanya mencakup arti jalan secara indrawi yaitu jalan yang dilalui kedua kaki, seperti sesorang pergi dari rumahnya menuju tempat untuk menimba ilmu baik berupa masjid, madrasah, ataupun universitas dan lain sebagainya.

Namun termasuk pula mencakup arti jalan secara maknawi. Maksudnya adalah, hal-hal yang memberatkan selama perjalanan tersebut, misalnya biaya dan waktu yang tersita.

Halangan dan rintangan tersebut adalah termasuk hal-hal yang harus bisa diatasi dalam menempuh jalan untuk mendapatkan ilmu. Namun tentu semuanya akan tergantikan manakala ia telah mendapatkan ilmu yang diinginkannya.

Jika seseorang ingin sukses di dunia, ilmu akan membawanya menuju kesuksesan. Dan jika ia ingin beruntung di akhirat kelak, maka ilmu adalah yang akan mendekatkan keberuntungan dan fadhal Allah tersebut. Sebagaimana hadits riwayat Ibnu ’Asakir:

مَنْ أَرَادَ الدُّنْيَا فَعَلَيْهِ بِاْلعِلْمِ وَمَنْ أرَادَ اْلأخِرَةَ فَعَلَيْهِ بِاْلعِلْمِ وَمَنْ أرَادَهُمَا فَعَلَيْهِ بِاْلعِلْمِ

“Siapapun yang menghendaki (keberhasilan) dunia maka ia harus berilmu, Siapapun yang menghendaki (keberuntungan) akhirat, ia pun harus berilmu, dan siapapun yang menghendaki keduanya, tentu ia harus berilmu.”

Keutamaan menuntut ilmu adalah demi ridho Allah. Karena pengetahuan melahirkan kesalehan, mengagungkan Ilahi dan takut akan dosa. Menuntut ilmu demi ridho Allah adalah ibadah, dan mengingat kebesaran Allah.

Baca Juga:  Hukum Aborsi dalam Islam, Boleh Asalkan Syarat Ini Terpenuhi

Menuntut ilmu adalah perjuangan yang pahalanya seperti pahala berjihad (berperang). Mengajarkannya ilmu kepada mereka yang menganggapnya berharga adalah sedekah, dan mengamalkannya pada rumah seseorang memperkuat tali silahturahmi di antara keluarga.

Ilmu adalah sahabat penyejuk ketika dalam kesendirian. Ilmu adalah sahabat terbaik bagi para pengelana. Ilmu adalah sahabat terdekat yang menyampaikan rahasianya kepada kita. Ilmu adalah pedang yang paling ampuh untuk melawan, dan terakhir, ilmu adalah pakaian yang akan menaikkan derajat dalam ikatan persaudaraan. Telah jelas dalam firman Allah SWT:

قُلْ هَلْ يَسْتَوِى اَّلذِيْنَ يَعْلَمُوْنَ وَالَّذِيْن لاَ يَعْلَمُوْنَ

“Adakah sama, antara orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui.” (QS. Az-Zumar, 39:9).

Ilmu jelas-jelas membedakan antara mereka yang memilikinya dan mereka yang tidak memilikinya. Menguasai ilmu pengetahuan adalah pencapaian segala kebahagiaan, sebagaimana kebodohan adalah titik awal dari segala keburukan dan keselamatan datang dari ilmu, begitupun kehancuran datang dari kebodohan.

Mochamad Ari Irawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *