Muslim Harus Tahu! Inilah 5 Adab Bertamu dalam Islam

Adab Bertamu dalam Islam

Pecihitam.org – Kita sebagai mahluk sosial tentu tidak bisa hidup sendiri. Kita akan selalu saling membutuhkan. Oleh karenanya, Islam sangat menganjurkan kita untuk silaturrahim. Karena dengan silaturrahim kita dapat mempererat hubungan persaudaraan. Salah satu bentuk jalinan silaturahmi adalah dengan bertamu ke kediaman kerabat. Maka di dalam tulisan ini, kami akan menyampaikan tentang adab bertamu dalan Islam.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Bertamu ataupun menerima tamu memiliki aturan tersendiri dalam Islam. Jangan sampai kegiatan bertamu dan menerima tamu malah menimbulkan perselisihan.

Berikut ini kami jelaskan satu persatu perihal adab bertamu dalam Islam.

1). Niat Baik dalam Bertamu
Ketika handak ingin bertamu, maka harus didasari dengan niat yang baik. Contohnya untuk menyambung silaturahmi, menjenguk dan lainnya. Bukan untuk gosip dan lain-lain. Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Hijr

وَنَبِّئۡهُمۡ عَن ضَيۡفِ إِبۡرَٰهِيمَ إِذۡ دَخَلُواْ عَلَيۡهِ فَقَالُواْ سَلَٰمٗا قَالَ إِنَّا مِنكُمۡ وَجِلُونَ قَالُواْ لَا تَوۡجَلۡ إِنَّا نُبَشِّرُكَ بِغُلَٰمٍ عَلِيمٖ قَالَ أَبَشَّرۡتُمُونِي عَلَىٰٓ أَن مَّسَّنِيَ ٱلۡكِبَرُ فَبِمَ تُبَشِّرُونَ

Dan kabarkanlah kepada mereka tentang tamu-tamu Ibrahim; ketika mereka masuk ke tempatnya, lalu mereka mengucapkan: “Salaam”. Berkata Ibrahim: “Sesungguhnya kami merasa takut kepadamu”. Mereka berkata: “Janganlah kamu merasa takut, sesungguhnya kami memberi kabar gembira kepadamu dengan (kelahiran seorang) anak laki-laki (yang akan menjadi) orang yang alim”. Berkata Ibrahim: “Apakah kamu memberi kabar gembira kepadaku padahal usiaku telah lanjut, maka dengan cara bagaimanakah (terlaksananya) berita gembira yang kamu kabarkan ini? (QS. al-Hijr ayat 51-54)

Baca Juga:  Ketika Rasulullah Tetap Mendoakan Pamannya Meski Tak Mau Beriman

2). Meminta Izin
Meminta izin ketika bertamu dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu bisa dengan mengetuk pintu maupun memberi salam kepada pemilik rumah.

Allah SWT berfirman dalam Surat An-Nur

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تَدۡخُلُواْ بُيُوتًا غَيۡرَ بُيُوتِكُمۡ حَتَّىٰ تَسۡتَأۡنِسُواْ وَتُسَلِّمُواْ عَلَىٰٓ أَهۡلِهَاۚ ذَٰلِكُمۡ خَيۡرٞ لَّكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَذَكَّرُونَ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya.Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat. (QS. An-Nur Aayat 27)

Dengan canggihnya teknologi pada zaman sekarang ini, meminta izin untuk bertamu bisa dilakukan dengan menghubungi terlebih dahulu. Misalnya melalui pesan instan WhatsApp atau melalui telepon langsung.

Baca Juga:  Tips dan Amalan Agar Terlihat Cantik Setiap Hari untuk Para Muslimah

3). Bersalaman
Ketika bertamu, maka harus bersalaman atau berjabat tangan dengan tuan rumah yang sesama perempuan atau sesama laki-laki. Hal ini untuk menunjukkan hormat dan mempererat tali silaturahmi.

Hal ini sesuai dengan anjuran Nabi saw yang artinya, “Apabila kamu saling jumpa, maka saling mengucapkan salam dan bersalam- salaman, bila saling berpisah, maka berpisahlah dengan ucapan istighfar”. (HR At-Tahawi)

4). Berpakain Rapi dan Pantas
Pada dasarnya Islam menganjurkan umatnya untuk untuk tidak berlebihan dalam berpenampilan. Namun saat bertamu, kita harus memperhatikan pakaian kita. Oleh karenanya, gunakanlah pakaian yang bersih dan rapi. Hal ini merupakan bagian dari bentuk penghormatan kita terhadap tuan rumah.

5). Menghindari Ikhtilat dalam Bertamu
Ikhtilat atau campur baur bisa terjadi ketika laki-laki bersama dengan perempuan yang bukan mahramnya. Untuk menghindari hal demikian, maka bagi orang yang hendak bertamu, pastikan terlebih dahulu bahwa di rumah tersebut ada suaminya atau ayahnya atau muhrim lainnya.

Baca Juga:  Zuhud dan Wara’ Bukan Berarti Harus Jadi Orang Miskin, Tapi ...

Semua ini dilakukan agar terhindar dari fitnah.

Allah SWT berfirman:


وَلَا تَقۡرَبُواْ ٱلزِّنَىٰٓۖ إِنَّهُۥ كَانَ فَٰحِشَةٗ وَسَآءَ سَبِيلٗا

Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk. (QS. Al-Isra’ ayat 32)

Demikianlah adab-adab bertamu sebagai rambu-rabu yang Harus dipatuhi dalam Islam. Semoga dengan adanya pembahasan ini, kita dapat mengaplikasikan saat silaturrahmi dan bertamu ke rumah saudara, tetangga dan teman. Amin!

Faisol Abdurrahman