Surah Thaha Ayat 127; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an

Surah Thaha Ayat 127

Pecihitam.org – Kandungan Surah Thaha Ayat 127 ini, Allah membalas orang yang melampaui batas dan tidak percaya kepada bukti-bukti kekuasaan-Nya. Di dunia dia menemui berbagai kesulitan selalu bimbang dan gelisah, karena tidak ada pegangan dalam hidupnya kecuali kekayaan pangkat dan kedudukannya saja.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Bila ia ditimpa suatu kesulitan atau marabahaya dia segera menjadi panik dan tidak tahu apa yang akan diperbuatnya dan kadang-kadang tanpa disadarinya ia melakukan sesuatu yang merugikan dirinya sendiri. Dia tidak pernah merasakan ketenteraman dan ketenangan hati. Ini berarti dia tidak pernah merasakan kebahagiaan yang hakiki.

Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an Surah Thaha Ayat 127

وَكَذَلِكَ نَجْزِي مَنْ أَسْرَفَ وَلَمْ يُؤْمِن بِآيَاتِ رَبِّهِ وَلَعَذَابُ الْآخِرَةِ أَشَدُّ وَأَبْقَى

Terjemahan: Dan demikianlah Kami membalas orang yang melampaui batas dan tidak percaya kepada ayat-ayat Tuhannya. Dan sesungguhnya azab di akhirat itu lebih berat dan lebih kekal.

Tafsir Jalalain: وَكَذَلِكَ (Dan demikianlah) sebagaimana Kami membalas kepada orang yang berpaling daripada Alquran نَجْزِي مَنْ أَسْرَفَ (Kami membalas orang yang melampaui batas) orang yang musyrik وَلَمْ يُؤْمِن بِآيَاتِ رَبِّهِ وَلَعَذَابُ الْآخِرَةِ أَشَدُّ (dan tidak percaya kepada ayat-ayat Rabbnya. Dan sesungguhnya azab di akhirat itu lebih berat) daripada azab di dunia dan azab kubur وَأَبْقَى (dan lebih kekal) lebih abadi.

Baca Juga:  Tafsir Alif Lam Mim Menurut Kyai Shalih Darat, Bagaimanakah Maknanya?

Tafsir Ibnu Katsir: Allah berfirman: “Demikianlah Kami memberikan balasan kepada orang-orang yang melampaui batas dan yang mendustakan ayat-ayat Allah di dunia dan di akhirat.”

Allah berfirman: لَّهُمْ عَذَابٌ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَلَعَذَابُ الْآخِرَةِ أَشَقُّ وَمَا لَهُم مِّنَ اللَّهِ مِن وَاقٍ (“Bagi mereka adzab dalam kehidupan dunia dan sesungguhnya adzab akhirat adalah lebih keras dan tidak ada bagi mereka seorang pelindung pun dari adzab Allah.”) (QS. Ar-Ra’d 34)

Oleh karena itu, Dia berfirman: وَلَعَذَابُ الْآخِرَةِ أَشَدُّ وَأَبْقَى (“Dan sesunguhnya adzab di akhirat itu lebih berat dan lebih kekal.”) Maksudnya, lebih menyakitkan daripada adzab dunia dan terus-menerus atas mereka serta mereka kekal abadi dalam keadaan seperti itu.

Baca Juga:  Surah Hud Ayat 32-34; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

Tafsir Kemenag: Demikianlah Allah membalas orang yang melampaui batas dan tidak percaya kepada bukti-bukti kekuasaan-Nya. Di dunia dia menemui berbagai kesulitan selalu bimbang dan gelisah, karena tidak ada pegangan dalam hidupnya kecuali kekayaan pangkat dan kedudukannya saja.

Bila ia ditimpa suatu kesulitan atau marabahaya dia segera menjadi panik dan tidak tahu apa yang akan diperbuatnya dan kadang-kadang tanpa disadarinya ia melakukan sesuatu yang merugikan dirinya sendiri. Dia tidak pernah merasakan ketenteraman dan ketenangan hati. Ini berarti dia tidak pernah merasakan kebahagiaan yang hakiki.

Di akhirat dia akan disiksa dengan berbagai siksaan di antaranya siksaan hati karena mata hatinya telah buta tidak dapat memberikan alasan atau hujjah-hujjah untuk membebaskan dirinya dari hukuman Allah atau dia memang dijadikan benar-benar buta matanya agar dia lebih tersiksa lagi karena tidak berdaya sama sekali untuk mengatasi suasana yang penuh huru-hara dan kedahsyatan. Sesungguhnya azab di akhirat jauh lebih berat dan dahsyat, terutama azab di neraka yang bersifat kekal selama-lamanya.

Baca Juga:  Surah Taha Ayat 1-8; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Tafsir Quraish Shihab: Balasan buruk seperti ini Kami berikan di dunia untuk orang yang berbuat maksiat dan mendustakan Allah dan ayat-ayat-Nya. Sesungguhnya siksaan di akhirat benar-benar lebih pedih dan lebih abadi daripada siksaan di dunia.”

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah Thaha Ayat 127 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Kemenag, dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S