Keistimewaan Wanita, Makhluk Tuhan Simbol Akan Kasih Sayang

keistimewaan wanita

Pecihitam.org – Di Indonesia umumnya orang-orang banyak menikah dibulan Syawal, Dzulhijah, atau Robiul Awal. Dan sudah barang tentu banyak dari kita menghadiri akad dan pesta (walimah) pada bulan tersebut dengan segala tatacara masing-masing disetiap daerah. Kadang ada pula intermeso mau’idlah hasanah. (orang-orang menyebutnya pengajian). Dari intermeso tersebut terkadang juga banyak mengungkapkan tentang keutamaan menikah. Tapi mungkin jarang yang membahas mengenai keistimewaan wanita.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Diatas mengapa dikatakan intermeso karena ada cerita seorang kyai yang ‘fiqh sentris’ datang ke suatu walimah. Beliau diminta memberikan mauidloh hasanah, namun hanya singkat kurang dari lima menit. Katanya; “ walimah itu tempat dan waktu pesta bukan maqam untuk mauidloh”. Jadi kalau sekarang ada mauidloh saya menyebutnya sebagai selingan (intermeso) saja, meskipun sekarang saya sering dipaksa dadakan untuk mengisi intermeso ini.” hahaha., pungkas sang kyai sambil tertawa.

Dalam khuthbah nikah yang boleh juga dikatakan intermeso. Hampir semua pengkhotbah tidak lupa membaca hadits:
“Khubbiba Ilayya Min Dunyakum Tsalatsun, Annisa’u waththibu wajuilat qurrotu aini fishsholah”
Artinya: ” Disenangkan padaku dari dalam duniamu tiga perkara; Wanita, Wewangian dan dijadikan penenang hati dalam sholat.”.

Uniknya mengapa dalam riwayat tersebut Nabi Muhammad SAW mendahulukan Wanita, bukan sholat dahulu ? Padahal kita tahu sholat digadang-gadang sebagai tiang agama. Pastinya urutan itu memiliki maksud tersendiri. Nabi Muhammad SAW di istimewakan dengan “jawamiul kalim” (kalamnya mengandung makna yang menyeluruh) dan juga “wama yanthiqu anil hawa” (seluruh perkataannya adalah wahyu).

Baca Juga:  Mengenang 4 Produk Hukum NU Terkait Partisipasi Perempuan dalam Kekuasaan dari 1967 - 1999

Kita garis bawahi, dari sinilah, dapat dipahami bahwa dawuh atau perkataan beliau juga mukjizat, tidak dapat ditiru oleh siapapun dan tidak bisa di samakan dengan perkataan manusia biasa. Urutan kalimat ternyata juga mengandung pesan tertentu, seperti mengapa di dahulukan penyebutan wanita. . Ada apa dengan wanita sampai didahulukan penyebutannya? Jika ditelisik ada beberapa hal yang dipesankan dari pendahuluan kata “annisa” tersebut. Ternyata keistimewaan wanita itu:

Yang pertama: Wanita adalah bagian dari laki laki. “Min dlil’i adam” (berasal dari tulang rusuk). riwayat Ibn Umar dan Syaikhon, “kholaqo lakum min anfusikum azwajan” (al-Quran). Mengenal bagian termasuk upaya mengenal keseluruhan.

Mengenal wanita adalah bagian dari mengenali diri laki-laki. Padahal “ Man arofa nafsahu arafa rabbahu” (siapa mengenal dirinya maka mengenal Tuhannya”. Dan mengenal wanita dengan segala seluk- beluknya termasuk jalan untuk mengenal Tuhan. Disini tidak dikatakan, bergaullah dengan banyak wanita maka kalian akan lebih mengenal Tuhan. Bukan seperti itu maksudnya.

Kedua: Bila wanita (dalam hal ini istri) adalah bagian dari laki-laki (suami), maka baik dan buruknya adalah juga baik dan buruknya laki-laki (suami). Sepertihalnya kewajiban diri untuk memperbaiki diri sendiri, termasuk juga suami wajib mendidik dan membimbing para istri. Dan pastinya kesabaran yang tingkat tinggi perlu dimiliki oleh suami dalam mengayomi istri.

Baca Juga:  Hukum Mengumpulkan Rambut Saat Haid, Apakah Wajib?

Ketiga: Tingkat kewajiban menjaga diri laki-laki sama dengan kewajiban menjaga harga diri istri. Sebagaimana diharamkan menyakiti diri sendiri demikian pula haram menyakiti istri seperti apapun dan dengan alasan apapun. Karena menyakiti istri berarti juga menyakiti diri sendiri.

Keempat: Wanita adalah sosok ( jisim ). Dengan kata lain apa yang terlihat. Kebanyaka dari laki-laki pertama kali menyukai wanita dari sosoknya. Entah itu paras yang cantik dan lain sebagainya.

Disini bisa diisyaratkan maqom awal manusia adalah cinta zatullah yang diungkapkan dengan wanita, kedua adalah sifatullah yang diungkapkan dengan Thib (bau wewangian) dan selanjutnya adalah asma Allah yang diisyaratkan dengan Sholat.

Kelima: Surganya istri ikut suami, artinya bagian bisa menjadi tanggungan keseluruhan. Jika keseluruhannya dalam hal ini adalah laki-laki (suami) yang sholeh dan diberi anugerah surga maka otomatis istri yang merupakan bagiannya akan mengikuti.

Namun jika istrinya sholihah laki-lakinya tidak, apakah nerakanya juga ikut suami?. Jawabannya mungkin bisa tidak, karena bisa saja terdapat suatu pengecualian. Sebab pernikahan terdapat tiga macam. Pertama pernikahan karena dunia saja yaitu muslim yang menikahi kitabiyyat. Pernikahan karena akhirat saja sebagaimana Nabi Muhammad SAW dengan Siti Saudah ra. Dan pernikahan dunia akhirat.

Jika sang istri atau wanitanya sholihah dan laki-lakinya tidak maka neraka tidak akan ikut. Contohnya seperti Asiyah ra dan suaminya Fir’aun.

Keistimewaan wanita lainnya adalah

  • Seorang wanita ketika menjadi anak bisa membuka pintu surga bagi ayahnya.
  • Seorang wanita ketika menjadi istri bisa menjadi penyempurna separuh agama suaminya.
  • Dan ketika menjadi Ibu surga di bawah telapak kakinya.
Baca Juga:  Apakah Sulam Alis dalam Hukum Islam bagi Wanita Diperbolehkan?

Kita tidak asing dengan kalimat “Wanita adalah tiang negara” begitu istimewa memang wanita, sampai urusan negara pun sangat penting. Mengapa? karena dalam sebuah negara jika wanitanya sudah rusak maka akan melahirkan generasi yang rusak pula. Wanita yang rusak tidak bisa menjadi madrasah yang baik bagi anak-anaknya. Sehingga generasi yang rusak tanda negara juga ikut rusak. Naudzubillah.

Itulah keistimewaan wanita, yang bahkan sampai dalam hadist nabi diatas pun disebut dahulu dari pada sholat. Dari kehidupan rumah tangga tokoh-tokoh besar Islam dapat diteladani, mereka sangat dekat, sangat sayang dan lebih mengerti pada wanita terutama istri-istrinya. Maka wahai laki-laki cintai dan sayangilah istri-istrimu sepenuh hati agar istrimu juga menjadi madrasah yang baik untuk keturunanmu. Wallahu’alam Bisshawab.

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik

Leave a Reply

Your email address will not be published.