Bolehkah Melakukan Sholat di Atas Kursi? Begini Penjelasan Para Ulama

Bolehkah Melakukan Sholat di Atas Kursi? Begini Penjelasan Para Ulama

Pecihitam.org- Kita sering melihat, sebagian jamaah melaksanakan sholat dengan duduk di atas kursi. Kebanyakan mereka yang melakukan hal tersebut adalah para jamaah yang memang uzur.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Apakah sholat di atas kursi dalam kondisi seperti demikian diperbolehkan. Jika diperbolehkan, apa saja hal-hal yang harus diperhatikan? Mengutip laman Lembaga Fatwa Mesir Dar al-Ifta’, pada dasarnya kewajiban shalat itu harus ditunaikan dengan berdiri, bagi yang mampu.

Tetapi, jika memang berhalangan karena uzur syar’i, maka tidak mengapa melakukan shalat di atas kursi. Kebolehan yang sama juga berlaku bagi mereka yang sehat ketika shalat di atas kendaraan. 

Para ulama berpandangan bahwa sholat duduk di atas kursi bagi orang yang tidak mampu berdiri adalah hal yang diperbolehkan, dengan ketentuan ketika ia memang benar-benar tidak mampu berdiri atau tidak mampu untuk duduk secara manual di lantai.

Meski demikian orang tersebut tetap harus melakukan rukun-rukun yang lain seperti sujud dan ruku’ secara sempurna selama rukun-rukun tersebut masih dapat dilakukan tanpa adanya rasa sakit. Hal demikian seperti yang dijelaskan oleh Syekh Said Ramadhan al-Buthi dalam salah satu kumpulan fatwa-fatwanya:

Permasalahan. Shalat di atas kursi hukumnya kembali pada keterangan dokter yang terpercaya bagi orang yang sakit. Jika dokter melarangnya untuk duduk dengan menekuk dua lututnya di tanah maka ia harus menyiapkan kursi di depannya ketika hendak turun untuk sujud. Shalat demikian dihukumi sah menurut seluruh mazhab. Jika dokter melarangnya untuk berdiri karena suatu sebab, tapi ia tidak melarang untuk melakukan sujud dengan meletakkan dahinya di tanah, maka wajib baginya untuk sujud dan tidak sah shalat yang ia lakukan di kursi kecuali jika melakukan sujud di tanah, seperti halnya rukun yang lain. Mengkhususkan kursi tidak ada artinya dan tidak dibutuhkan pada keadaan demikian.” (Syekh Muhammad Said Ramadhan al-Buthi, Istifta’at an-Nas lil Imam as-Syahid al-Bhuti, hal. 99)

Baca Juga:  Haruskah Mengganti Hutang Puasa Ramadhan yang Belum Diqadha' Selama Bertahun-tahun?

Dalam hadis shahih riwayat Imam Bukhari dari Imran bin Hushain RA, Rasulullah SAW menjelaskan perintah shalat dengan berdiri, dan jika tidak bisa berdiri, silakan shalat dengan duduk, dan bila tak mungkin duduk, maka bisa dilakukan dengan berbaring.

Hadis tersebut secara tegas menjelaskan, opsi pelaksanaan shalat dengan duduk bagi yang tak mampu tanpa pembatasan apapun. Saat kondisi dalam perjalanan pun, Rasulullah SAW pernah melakukan shalat di atas kendaraan dan menghadap ke arah manapun sesuai arah kendaraan.

Ini sebagaimana hadis riwayat Bukhari dari Abdullah bin Amir bin Rabi’ah dari ayahnya. Riwayat lain dari Abdullah bin Amar juga menguatkan itu.

Lalu bagaimanakah posisi duduk tersebut? Apakah ada cara tertentu dan tak boleh di kursi? Menurut Dar al-Ifta’, tak ada ketentuan khusus sebagaimana disepakati para ulama.

Baca Juga:  Sujud Tilawah, Bagaimana Tata Caranya?

Dalam kitab Fath al-Hari Syarh Shahih al-Bukhari, misalnya, Ibnu Hajar menjelaskan, pendapat yang dirujuk ke Imam Syafi’i menjelaskan bahwa tata cara duduk tidak dijelaskan, maka ketentuan duduknya dimutlakkkan begitu saja. 

Dar al-Ifta’ melanjutkan, sebab Rasulullah SAW tidak pernah menggunakan kursi ketika shalat, bukan berarti shalat dengan duduk di atas kursi bagi mereka yang uzur tidak diperbolehkan.

Pertanyaan selanjutnya, apakah shalat di atas kursi menghalangi sujud menempel di atas permukaan tanah? Tidak harus demikian jika memang yang bersangkutan tidak mampu. 

Imam al-Baihaqi dalam Sunan al-Kubra menukilkan riwayat dari Jabir bin Abdullah saat Rasulullah tengah sakit, beliau duduk bersender di atas bantal, lalu menyingkirkannya, kemudian mengambil tongkat dan kembali membuangnya.

Baca Juga:  Hukum Menggendong Bayi Saat Shalat dan Tata Caranya

Rasulullah lalu bersabda, ”Shalatlah di atas tanah jika mampu, jika tidak shalat dengan duduk dan jadikanlah sujudmu lebih rendah dari ruku’mu.”

Dari uraian singkat ini bisa disimpulkan bahwa shalat di atas kursi bagi mereka yang uzur diperbolehkan tanpa harus melakukan sujud di atas permukaan tanah, selagi memang dia tidak mampu.

Dan hendaknya, yang bersangkutan menjaga sifat sujud dan ruku’ seperti disebutkan di atas (sujud lebih rendah dari ruku’). Jagalah shaf shalat dan jangan menyendiri misal di barisan belakang serta pilihlah ukuran kursi yang pas sehingga tidak mengganggu jamaah yang lain.

Mochamad Ari Irawan