Surah Al-Ahzab Ayat 69; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an

Surah Al-Ahzab Ayat 69

Pecihitam.org – Kandungan Surah Al-Ahzab Ayat 69 ini, menerangkan Allah melarang kaum mukminin agar tidak berlaku seperti segolongan Bani Israil yang menyakiti Nabi Musa. Allah membersihkan beliau dari tuduhan-tuduhan yang mereka lontarkan kepadanya. Beliau adalah seorang yang mempunyai kedudukan yang sangat terhormat di sisi Allah.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Ahzab Ayat 69

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تَكُونُواْ كَٱلَّذِينَ ءَاذَوۡاْ مُوسَىٰ فَبَرَّأَهُ ٱللَّهُ مِمَّا قَالُواْ وَكَانَ عِندَ ٱللَّهِ وَجِيهًا

Terjemahan: Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang menyakiti Musa; maka Allah membersihkannya dari tuduhan-tuduhan yang mereka katakan. Dan adalah dia seorang yang mempunyai kedudukan terhormat di sisi Allah.

Tafsir Jalalain: يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تَكُونُواْ (Hai orang-orang yang beriman! Janganlah kalian menjadi) bersama Nabi kalian كَٱلَّذِينَ ءَاذَوۡاْ مُوسَىٰ (seperti orang-orang yang menyakiti Musa) seperti perkataan mereka kepada Nabi Musa, “Sesungguhnya tidak ada yang mencegahnya untuk mandi bersama kita melainkan karena pelirnya burut فَبَرَّأَهُ ٱللَّهُ مِمَّا قَالُواْ (maka Allah membersihkannya dari tuduhan-tuduhan yang mereka katakan) yaitu pada suatu hari Nabi Musa ketika hendak mandi meletakkan pakaiannya pada sebuah batu, kemudian batu itu membawa lari pakaiannya, dan berhenti di tengah-tengah segolongan kaum Bani Israel. Lalu Nabi Musa mengejarnya dan dapat menyusulnya, segera ia mengambil pakaiannya untuk menutupi dirinya. Pada saat itu orang-orang melihatnya dalam keadaan telanjang, ternyata pelir Nabi Musa tidak burut.

وَكَانَ عِندَ ٱللَّهِ وَجِيهًا (Dan adalah dia seorang yang mempunyai kedudukan terhormat di sisi Allah.”). Di antara perlakuan yang menyakitkan Nabi saw. ialah pada suatu hari ia membagi-bagi ganimah, kemudian ada seorang lelaki berkata, “Ini adalah pembagian yang tidak berdasarkan keridaan Allah swt.”

Maka pada saat itu wajah Nabi saw. merah padam mendengar perkataan itu, lalu beliau segera bersabda, “Semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepada Musa, sesungguhnya dia telah disakiti lebih dari ini tetapi dia tetap bersabar.” Demikianlah menurut hadis yang diriwAyatkan oleh Imam Bukhari.

Baca Juga:  Surah Al-Qamar Ayat 41-46; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Tafsir Ibnu Katsir: Al-Bukhari berkata ketika menafsirkan Ayat ini, bahwa Abu Hurairah ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya Musa as. adalah seorang laki-laki pemalu.” Itulah firman Allah: يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تَكُونُواْ كَٱلَّذِينَ ءَاذَوۡاْ مُوسَىٰ فَبَرَّأَهُ ٱللَّهُ مِمَّا قَالُواْ وَكَانَ عِندَ ٱللَّهِ وَجِيهًا (“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang menyakiti Musa; Maka Allah membersihkannya dari tuduhan-tuduhan yang mereka katakan. dan adalah Dia seorang yang mempunyai kedudukan terhormat di sisi Allah.”) demikian beliau membawakan hadits ini secara singkat disini.

Beliau pun meriwAyatkan dalam Ahaadiitsul Anbiyaa’ dengan sanad yang sama, bahwasannya Abu Hurairah ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya Musa as. adalah seorang laki-laki pemalu dan tertutup. Padahal tubuhnya tidak menampakkan sesuatu yang harus membuatnya malu. Lalu seseorang dari bani Israil menyakitinya.

Mereka berkata: ‘Dia tidak tertutup kecuali karena cacat di kulitnya; mungkin kusta, penyakit kulit atau luka.’ Sesungguhnya Allah hendak membebaskannya dari apa yang mereka katakan kepada Musa as. Suatu hari beliau menyendiri, lalu membuka bajunya di atas sebuah batu, kemudian dia mandi.

Ketika beliau telah selesai, beliau mencari bajunya untuk dipakai kembali, akan tetapi batu itu menutupi bajunya. Lalu Musa as. mengambil tongkatnya untuk mengangkat batu itu, sambil berkata: ‘Bajuku, [hai] batu, bajuku [hai] batu.’ Sehingga berita itu sampai kepada bani Israil. Lalu mereka melihat Musa as. dalam keadaan telanjang dengan bentuk tubuh terindah yang diciptakan Allah swt.

Allah membebaskan dari apa yang mereka katakan. Lalu batu itu terangkat dan beliau mengambil bajunya kembali untuk dipakainya. Maka dia memukul keras batu itu dengan tongkatnya. Demi Allah, sesungguhnya pada batu tersebut terdapat guratan akibat pukulannya; tiga, empat atau lima guratan. Itulah firman Allah:

Baca Juga:  Surah Al-Ahzab Ayat 30-31; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تَكُونُواْ كَٱلَّذِينَ ءَاذَوۡاْ مُوسَىٰ فَبَرَّأَهُ ٱللَّهُ مِمَّا قَالُواْ وَكَانَ عِندَ ٱللَّهِ وَجِيهًا (“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang menyakiti Musa; Maka Allah membersihkannya dari tuduhan-tuduhan yang mereka katakan. dan adalah Dia seorang yang mempunyai kedudukan terhormat di sisi Allah.”) dan ini adalah rangkaian kalimat yang baik dan panjang.”

Imam Ahmad meriwAyatkan bahwa ‘Abdullah berkata: “Suatu hari Rasulullah saw. membagikan sesuatu. Lalu seorang laki-laki Anshar berkata: ‘Pembagian ini tidak menghendaki wajah Allah.’ Lalu aku berkata:

‘Hai musuh Allah, sesungguhnya aku akan memberitahukan hal ini kepada Rasulullah saw.’ lalu hal itu aku ceritakan kepada Rasulullah saw., lalu tampak merah padam wajahnya, kemudian beliau bersabda: “Rahmat Allah untuk Musa. Dia telah disakiti lebih dari ini, lalu dia bersabar.” (ditakhrij oleh keduanya di dalam ash-Shahihain)

Firman Allah: وَكَانَ عِندَ ٱللَّهِ وَجِيهًا (“Dan adalah dia seseorang yang mempunyai kedudukan terhormat di sisi Allah.”) yaitu, dia memiliki kedudukan yang diberikan di sisi Allah.

Al-Hasan al-Bashri berkata: “Beliau adalah orang yang doanya diperkenankan di sisi Allah.” Sebagian ulama salaf berkata: “Tidaklah dia meminta sesuatu kepada Allah, melainkan pasti diberikan-Nya. Akan tetapi dia cegah untuk melihat-Nya, sesuai kehendak Allah swt.” Sebagian mereka berkata: “Di antara kedudukannya yang terhormat di sisi Allah adalah dia memberiikan syafaat kepada saudaranya, Harun, agar Allah mengutus bersama dia. lalu Allah memperkenankan permintaannya.”

Firman Allah: وَوَهَبۡنَا لَهُۥ مِن رَّحۡمَتِنَآ أَخَاهُ هَٰرُونَ نَبِيًّا (“Dan Kami telah menganugerahkan kepadanya sebagian rahmat Kami, yaitu saudaranya, Harun menajadi seorang Nabi.” (Maryam: 53)

Tafsir Kemenag: Allah melarang kaum mukminin agar tidak berlaku seperti segolongan Bani Israil yang menyakiti Nabi Musa. Allah membersihkan beliau dari tuduhan-tuduhan yang mereka lontarkan kepadanya. Beliau adalah seorang yang mempunyai kedudukan yang sangat terhormat di sisi Allah. Di dalam Ayat ini tidak disebutkan bagaimana caranya mereka menyakiti Nabi Musa itu.

Baca Juga:  Surah Al-Ahzab Ayat 59-62; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Dalam suatu riwAyat tentang meninggalnya Harun, seperti diriwAyatkan Ibnu Jarir ath-thabari dari Ibnu ‘Abbas dari ‘Ali bin Abi Talib bahwa beliau berkata, “Ketika Nabi Musa dan Harun naik ke gunung, Nabi Harun kemudian wafat. Orang-orang Bani Israil lalu marah kepada Nabi Musa, ‘Kamu telah membunuh Harun, padahal beliau orang yang lebih kami sukai daripada engkau.”

Dalam sebuah hadis, Rasulullah bersabda: Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud bahwa Rasulullah saw pada suatu hari membagi-bagikan harta ganimah kepada sahabatnya, lalu ada seorang laki-laki dari kaum Anshar berkata bahwa pembagian itu tidak dimaksud untuk memperoleh keridaan Allah. Mendengar ucapan itu, Nabi saw tersinggung sampai merah wajahnya seraya berkata, “Semoga Allah merahmati Musa yang pernah disakiti orang lebih dari ini, tetapi beliau tetap berlaku sabar.” (RiwAyat al-Bukhari dan Muslim).

Tafsir Quraish Shihab: Wahai orang-orang beriman, jangan menyakiti hati rasul dengan cara apa pun sebagaimana perlakuan yang diterima Mûsâ dari kaumnya sendiri. Allah telah melepaskan keburukan-keburukan yang telah mereka sandangkan pada diri Mûsâ. Sesungguhnya Mûsâ adalah seorang yang berkedudukan tinggi di sisi Allah.

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah Al-Ahzab Ayat 69 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Kemenag dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S