Adab, Tata Cara dan Doa Menyembelih Hewan Qurban

Adab, Tata Cara dan Doa Menyembelih Hewan Qurban

PeciHitam.org – Tak terasa, sepertinya baru kemarin Idul Fitri telah berlalu. Kini sebentar lagi kita akan memasuki bulan Dzulhijjah. Bulan dimana para jamaah haji berangkat menunaikan dan menyempurnakan rukun Islam yang kelima yaitu menunaikan ibadah haji.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Dalam bulan tersebut juga terdapat hari raya Idul Adha. Merefleksikan spirit ketakwaan Nabi Ibrahim as atas perintah Allah. Ketakwaan seorang hambalah yang bertujuan mengharap ridha Allah, bukan daging qurban maupun darahnya yang dijadikan persembahan. Sebagaimana Firman Allah dalam surat al-Hajj ayat 37 berikut:

نْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَٰكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَىٰ مِنْكُمْ ۚ كَذَٰلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ ۗ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِينَ

Artinya: “Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.”

Ketika Idul Adha tiba, umat muslim di seluruh dunia menyembelih hewan qurban. Menyembelih hewan qurban ini mencerminkan semangat berbagi kepada sesama. Baik itu bagi yang sedang berhaji, maupun yang tidak, asalkan ia mampu maka dianjurkan untuk melaksanakannya.

Sebagaimana Firman Allah dalam surat al-Kautsar ayat 1-2 berikut:

إِنَّآ أَعْطَيْنٰكَ الْكَوْثَرَ فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

Artinya: “Sungguh, Kami telah memberimu (Muhammad) nikmat yang banyak. Maka laksanakanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah).”

Dimana seperti yang kita ketahui bersama, tidak semua orang mampu membeli dan memakan daging setiap tahunnya. Namun dengan perayaan Idul Adha ini, mereka turut merasakannya.

Syarat Orang Berkurban

Ada beberapa syarat orang qurban, antara lain:

  • Beragama Islam
  • Baligh dan berakal
  • Merdeka
  • Mampu
Baca Juga:  Inilah Cara Mengqadha Shalat yang Terlupa Menurut Madzhab Maliki

Syarat-Syarat Hewan Qurban

Adapun persyaratan hewan yang akan dijadikan sebagai qurban harus memenuhi beberapa kriteria berikut:

  1. Sehat secara fisik,
  2. Penyembelihan dilaksanakan pada tanggal 10, 11, 12, 13 Dzulhijjah.
  3. Berqurban didasari atas niatan hanya karena Allah dan mendekatkan diri pada-Nya.
  4. Tidak cacat berupa pincang, tanduk patah dan bermata juling.
  5. Harus cukup umur, berikut rinciannya:

Unta yang telah berumur 5 tahun atau memasuki tahun ke-6.

Adapun jika hewan qurban sapi atau kerbau, telah berumur 2 tahun, memasuki tahun ke-3.

Kambing atau domba telah berumur 1 tahun, memasuki tahun ke-2. Dengan catatan bahwa kambing tersebut juga sudah mengalami pergantian gigi seri atau kalau bahasa Jawanya poel, bagi hewan jantan memiliki testis yang lengkap.

Tata Cara dan Adab Menyembelih Hewan Qurban

Perlu diketahui juga oleh kita, bahwa ketika melakukan penyembelihan hewan dalam Islam, baik itu tujuannya untuk aqiqah, qurban dan sebagainya, hendaknya mengedepankan tata cara dan adab yang baik khususnya kepada hewan yang akan disembelih.

Pertama, sebelum kita menyembelihnya, perlakukan hewan tersebut dengan lembut, tidak menghardik.

Kedua, robohkan hewan tersebut dengan baik dan benar dalam artian tidak kasar dan menyakitkan hewan yang akan disembelih.

Ketiga, ketika mengasah alat atau pisau yang akan digunakan untuk menyembelih, hendaknya tidak terlihat oleh hewan yang akan disembelih. Hal ini merupakan Sebagian adab penyembelihan yaitu dengan berbuat baik kepada hewan.

Keempat, membaringkan hewan disisi kiri dan meletakkan kaki disisi leher hewan.

Kelima, Ucapkan Takbir

Keenam, hadapkan hewan ke arah kiblat

Ketujuh, lakukan penyembelihan dengan alat atau pisau yang tajam.

Kedelapan, berdasarkan Fatwa MUI yang tertanggal 23 Oktober 1976, menyebutkan bahwa penyembelihan hewan qurban dilakukan maksimal tiga kali irisan dengan tidak boleh diangkat saat proses pengirisan.

Iris dibagian leher dengan memutuskan tiga saluran yaitu saluran nafas, saluran makanan dan saluran darah.

Baca Juga:  Penting! Inilah 3 Syarat Sah Hewan Kurban, Jangan Sampai Salah

Doa Menyembelih Hewan Qurban

Penyembelihan hewan kurban adalah bagian dari ibadah yang sangat dianjurkan. Untuk menyempurnakan ibadah itu, kita dianjurkan untuk berdoa ketika penyembelihan hewan kurban. Inilah doa yang dibaca sesaat sebelum hewan kurban akan disembelih.

Doa ini dibaca dengan harapan Allah menerima ibadah kurban kita. Berikut lafadz doa menyembelih hewan qurban:

اَللَّهُمَّ هَذِهِ مِنْكَ وَإِلَيْكَ فَتَقَبَّلْ مِنِّيْ يَا كَرِيْمُ

Allahumma hadzihi minka wa ilaika, fataqabbal minni ya karim

Artinya, “Ya Tuhanku, hewan ini adalah nikmat dari-Mu. Dan dengan ini aku bertaqarrub kepada-Mu. Karenanya hai Tuhan Yang Maha Pemurah, terimalah taqarrubku.”

Doa ini bersumber dari kitab Irsyadul Anam fi Tarjamati Arkanil Islam karya Sayyid Utsman bin Yahya atau dapat juga kita temukan dalam kitab Tausyih ala Ibni Qasim karya Syekh Nawawi al-Bantani.

Namun demikian ada sejumlah doa yang dianjurkan ketika kita mengambil ancang-ancang untuk menyembelih hewan kurban. Hal ini ditunjukkan oleh Syekh Nawawi al-Bantani dalam kitabnya yang berjudul Tausyih ala Ibni Qasim.

  • Menurutnya, sebelum kita menghadapkan hewan kurban ke kiblat dan siap menggoreskan senjata tajam, kita dianjurkan membaca bismillah, lengkap dan sempurnanya bismillahir rahmanir rahim.
  • Kemudian kita dianjurkan membaca shalawat yang ditujukan kepada baginda Rasulullah SAW,
  • dilanjutkan dengan bertakbir tiga kali.
  • Setelah menghadap kiblat dan sesaat sebelum menyembelih, kita dianjurkan membaca doa menyembelih seperti di atas.

Berikut ini kami urutkan bacaan doanya, antara lain:

  1. Baca Bismillah

بِسْمِ اللهِ

Artinya, “Dengan nama Allah”

Lebih sempurna lagi jika membaca Basmalah secara lengkap

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Artinya, “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, lagi Maha Penyayang”

  1. Baca shalawat untuk Rasulullah SAW

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Allahumma shalli ala sayyidina Muhammad, wa ala ali sayyidina Muhammad.

Artinya, “Tuhanku, limpahkan rahmat untuk Nabi Muhammad SAW dan keluarganya.”

  1. Baca takbir tiga kali dan tahmid sekali
Baca Juga:  Pengertian Haid dan Hukumnya Dalam Islam

اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ وَلِلهِ الْحَمْدُ

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, walillahil hamd

Artinya, “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, segala puji bagi-Mu.”

  1. Baca doa menyembelih

اَللَّهُمَّ هَذِهِ مِنْكَ وَإِلَيْكَ فَتَقَبَّلْ مِنِّيْ يَا كَرِيْمُ

Allahumma hadzihi minka wa ilaika, fataqabbal minni ya karim

Artinya, “Ya Tuhanku, hewan ini adalah nikmat dari-Mu. Dan dengan ini aku bertaqarrub kepada-Mu. Karenanya hai Tuhan Yang Maha Pemurah, terimalah taqarrubku.”

Adapun takbir pada poin ketiga bisa juga dibaca sebelum bismillah pada poin pertama.

Demikian doa yang dianjurkan dalam rangkaian upacara penyembelihan hewan kurban. Semoga dapat bermanfaat. Hal ini amat penting mengingat bahwa menyembelih hewan qurban merupakan salah satu bentuk ungkapan syukur kepada Allah atas segala nikmat yang telah dikaruniakan sekaligus menghidupkan sunnah Nabi Ibrahim.

Tidak hanya itu, berqurban juga bertujuan agar setiap mukmin mengingat kesabaran Nabi Ibrahim dan Isma’il, yang ini membuahkan ketaatan pada Allah dan kecintaan pada-Nya lebih dari diri sendiri dan anak.

Pengorbanan seperti inilah yang menyebabkan lepasnya cobaan sehingga Isma’il pun berubah menjadi seekor domba. Jika setiap mukmin mengingat kisah ini, seharusnya mereka mencontoh dalam bersabar ketika melakukan ketaatan pada Allah dan seharusnya mereka mendahulukan kecintaan Allah dari hawa nafsu dan syahwatnya.

Wallahu A’lam.

Mohammad Mufid Muwaffaq