Meneladani Kepemimpinan Nabi Daud As

kepemimpinan nabi daud

Pecihitam.org – Kisah para Nabi menjadi sebuah tauladan yang bisa dijadikan sebagai pelajaran kepada suluruh umat manusia sampai kapanpun. Saking pentingnya sampai-sampai kisah para Nabi diabadikan didalam Al-Qur’an sebagai pengingat bagi manusia untuk kemudian bisa diambil sebagai gambaran dan contoh yang nyata. Salah satunya adalah kisah Nabi Daud AS.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Nabi Daud adalah salah satu utusan Allah yang kisah hidupnya juga sangat layak untuk kita teladani. Sebagaimana para Nabi Utusan Allah yang lain, Nabi Daud juga memiliki sebuah keistimewaan yang mampu menyilaukan kaumnya dan menjadikan Nabi Dawud satu-satunya orang yang memiliki keistimewaan diantara yang lainnya. Sehingga dengan keistimewaan yang dimiliki Nabi Sawud akan bisa membantu untuk mengajak kaumnya agar beriman kepada Allah SWT.

“Dan Nabi mereka berkata kepada mereka ‘sesungguhnya Allah telah mengangkat Talut menjadi rajamu’. Kemudian mereka menjawab ‘bagaimana Talut memperoleh kerajaan atas kami, sedangkan kami lebig berhak atas kerajaan itu daripadanya. Dan dia tidak diberi kekayaan yang banyak?”. Nabi menjawab ‘Allah telah memilihnya menjadi raja kamu dab memberikan kelebihan ilmu dan fisik, Allah nemberikan kerajaannya kepada siapa yang ia kehendaki, dan Allah maha luas lagi maha mengetahui” (Q.S Al-baqarah : 247).

Dari seorang Prajurit yang gagah berani sampai menjadi Raja yang cerdas dan bijaksana.

Nabi Dawud merupakan seorang prajurit muda dibawah perintah raja talut yang berperang melawan jalut. Keberanian dan kecerdasan Dawud muda dalam berperang akhirnya membawa Dawud menjadi seorang panglima perang di usianya yang masih muda.

Baca Juga:  Gus Baha: Kisah Santri Nakal Naksir Sama Putri Kyai

Dawud juga berbeda dengan pasukan lainnya dia tidak meminum air sebanyak pasukan talut yang lain meminumnya, dia tidak gentar seperti gentatnya pasukan talut yang lainnya.

Padahal pertempuran antara pasukan talut dan pasukan jalut termasuk dalam peperangan yang tidak seimbang, sebab pasukan talut jauh labih sedikit dibandingkan dengan pasukan jalut. Akan tetapi api semangat yang dikobarkan oleh Dawud muda akhirnya mampu memetik kemenangan yang gemilang dan jalutpun jatuh langsung ditangan Dawud muda.

Atas jasa dan keberaniannya Nabi Dawud diberikan kekuasaan dan diangkat menjadi seorang raja. Seperti yang sudah difirmankan oleh Allah SWT dalam Al-Qur’an.

“Maka mereka mengalahkannya atas izin Allah, dan Dawud membunuh jalut. Kemudian Allah memberinya (Dawud) kerajaan, dan hikmah, dan mengajarinya apa yang dia kehendaki. Dan kalau Allah tidak melindungi sebagian manusia dengan sebagian lainnya Niscaya rusaklah bumi ini. Tetapi Allah mempunyai (karunia yang dilimpahkan-Nya) atas seluruh alam. (Q.S Al-Baqaroh : 251).

Nabi Dawud diangkat menjadi seorang pemimpin karena kecerdasannya dan karena keteguhannya dalam menghadapi ujian yang Allah berikan. Selain itu kepemimpinan Nabi dawud juga dipilih atas dasar suara terbanyak dari kaumnya yang meminta Dawud menjadi seorang raja. Sehingga dalam menjalankan kekuasaannya Nabi Dawud menjalankan dengab adil dan bijaksana.

Baca Juga:  Zubair Bin Awwam, Pembela Rasul Hingga Terbunuhnya di Perang Jamal

Maka dapat kita ambil pelajaran dalam menentukan seorang pemimpin selain atas dasar kecerdasan dan kebijaksanaannya juga dibutuhkan suara mayoritas untuk bisa menentukannya menjadi seorang pemimpin.

Kelak kepemimpinan Nabi Dawud ini kemudian akan diteladani oleh seluruh pemimpin terbaik sepanjang zaman seperti halnya Nabi Muhammad dan Khulafaurrasyidin.

Keistimewaan Nabi Dawud AS dan Kecerdadan Anaknya.

Memiliki sebuah keistimewaan bagi seorang Nabi merupakan sebuah keniscayaan yang sudah ditentukan oleh Allah. Keistimewaan dan kelebihan yang dimiliki Nabi disebut dengan Mukjizat. Keistimewaan yang dimiliki oleh Nabi Dawud sendiri adalah mampu untuk berbicara kepada Hewan.

Kelebihan yang dimiliki Nabi Dawud ini menjadi mukjizat yang luar biasa yang telah dianugrahkan oleh Allah SWT. Kelak kemampuan berbicara dengan Hewan ini akan menurin kepada Putranya yang kemudian dipilih menjadi utusan Allah juga yakni Nabi Sulaiman. Kendatipun Nabi sulaiman juga memiliki kecerdasan yang tinggi akan tetapi terkadang memiliki perbedaan pandangan dengan ayahandanya.

Bahkan dikisahkan bahwa Nabi Dawud dan Nabi Sulaiman pernah berselisih pendapat tentang kasus penyerangan kambing pada sebuah kebun. Nabi Dawud berpendapat bahwa kambing itu harus diberikan kepada pemilik kebun sebagai tanda ganti rugi atas kerusakan kebunnya.

Sedangkan Nabi Sulaiman berpendapat pemilik kambing memberikan kambing untuk diambil manfaatnya saja, sedang pemilik kebun memberikan kebunnya yang rusak kepada pemilik kambing untuk dikelola agar bisa kembali seperti sebelumnya.

Baca Juga:  Ubadah bin Shamit; Penghafal al Quran dan Hakim Pertama di Palestina

Kemudian setelah kebunnya sudah diperbaiki seperti sebelumnya baru kwmudian kebun tersebut kembali diberikan kepada pemiliknya dan ditukar kembali dwngan kambing yang sudah diambil manfaatnya. Pandangan Nabi Sulaimanlah yang kemudian dibenarkan Oleh Allah SWT dan disepakati juga oleh Nabi Dawud.

“Dan ingatlah kisah dawud dan sulaiman, ketika keduanya memberikan keputusan mengenai ladang, karena ladang itu dirusak oleh kambing-kambing milik kaumnya. Dan kami menyaksikan keputusan yang diberikan oleh mereka itu. Maka kami memberikan pengertian kepada sulaiman tentang hukum yang lebih tepat dan kepada masing-masing kami berikan hikmah dan ilmu, dan kami tundukan gunung dan burung-burung, semua bertasbis bersama Dawud. Dan kamilah yang melakukannya” (Q.S Al-Anbiya : 78-79).

Demikian semoga bermanfaat. Tabik.!

Fathur IM