Apakah Air PAM Boleh Dipakai Bersuci? Ini Penjelasannya

Air PAM Boleh Dipakai Bersuci

Pecihitam.org – Salah satu alat untuk bersuci adalah air yang terdiri dari 7 (tujuh) macam: air hujan, air embun, air salju, air laut, air sungai, air sumur dan air mata air. Dari tujuh macam air tersebut ada empat sifat: air mutlak, air musta’mal atau air yang sudah bercampur dengan benda suci lainnya seperti air susu, air musyammas dan air najis. Dari empat sifat air ini yang boleh digunakan untuk bersuci adalah hanya air mutlak dan air musyammas. Selain itu tidak bisa lagi. Lalu apakah Air PAM masuk kategori Air yang boleh dipakai bersuci?

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Biasanya air PAM adalah air yang sudah bercampur dengan kaporit. Jika demikian apakah air PAM masih dikategorikan dalam air mutlak atau air mutaghayyir (berubah) dengan benda suci lain?

Sebab air PAM baunya dan rasanya pun sudah agak berubah karena sudah dicampur dengan kaporit. Tetapi warnanya tidak berubah. Tujuan dicampurkan dengan kaporit adalah untuk membersihkan air agar layak digunakan oleh manusia.

Dalam kitab al-Umm juz-I, hal. 21 Imam Syafii menjelaskan sebagai berikut:

Baca Juga:  Polemik Perihal Membaca Sayyidina Dalam Shalat

 (قَالَ) وَإِذَا وَقَعَ فِي الْمَاءِ شَيْءٌ حَلاَلٌ فَغَيَّرَ لَهُ رِيحًا أَوْ طَعْمًا وَلَمْ يَكُنِ الْمَاءُ مُسْتَهْلَكًا فِيهِ فَلاَ بَأْسَ أَنْ يَتَوَضَّأَ بِهِ وَذَلِكَ أَنْ يَقَعَ فِيهِ الْبَانُ أَوْ الْقَطِرَانُ فَيَظْهَرُ رِيحُهُ أَوْ مَا أَشْبَهَهُ وَإِنْ أُخِذَ مَاءٌ فَشِيبَ بِهِ لَبَنٌ أَوْ سَوِيْقٌ أَوْ عَسَلٌ فَصَارَ الْمَاءُ مُسْتَهْلَكًا فِيهِ لَمْ يُتَوَضَّأْ بِهِ ِلانَّ الْمَاءَ مُسْتَهْلَكٌ فِيهِ إنَّمَا يُقَالُ لِهَذَا مَاءُ سَوِيْقٍ وَلَبَنٍ وَعَسَلٍ مَشُوْبٌ اهـ

“Berkata Imam Syafii: apabila jatuh dalam air sesuatu yang halal lalu berubah bau air atau rasanya. Namun warnanya tidak berubah maka tidak apa-apa berwudhu dengan air itu. Contohnya adalah jatuh dalam air pohon ben atau pelangkin maka muncullah baunya. Jika dicampakkan air dalam susu, atau tepung atau madu lalu jadilah air berubah warnanya maka tidak boleh berwudhu lagi dengannya karena air sudah berubah, sebab untuk air itu hanya bisa dikatakan air tepung, air susu atau air madu yang sudah berubah”.

Dalam kitab Qurratu al-‘Ain bi fatawa Ismail al-Zain, hal. 47 dijelaskan sebagai berikut:

Baca Juga:  Hukum Menggunakan Perkakas Emas dan Perak dalam Islam

فَالْجَوَابُ وَاللهُ الْمُوَفِّقُ لِلصَّوَابِ أَنَّ تَغَيُّرَ اْلمَاءِ بِالْكَدُوْرَاتِ وَنَحْوِهَا مِنَ اْلأَشْيَاءِ الطََّاهِرَةِ لاَ يَسْلُبُ طَهُوْرِيَّتَهُ وَإِنْ تَغَيَّرَ رِيْحُهُ فَيَبْقَى طَاهِرًا مُطَهِّرًا عَلَى اْلأَصْلِ وَإِذَا عُوْلِجَ بِمَا ذُكِرَ فِي السُؤَالِ مِنَ اْلأَدْوِيَّةِ لِتَصْفِيَّتِهِ كَانَ ذَلِكَ نَوْعَ تَرَفُّهٍ ِلأجْلِ التَنْظِيْفِ لاَ ِلأَجْلِ التَّطْهِيْرِ بِشَرْطِ أَنْ تَكُوْنَ تِلْكَ اْلأَدْوِيَةُ غَيْرَ نَجِسَةٍ وَحِيْنَئِذٍ فَيَصِحُّ الْوُضُوْءُ وَسَائِرُ أَنْوَاعِ الطَّهَارَةِ بِالْمَاءِ الْمَذْكُوْرِ قَبْلَ الْمُعَالَجَةِ أَوْ بَعَدَهَا اهـ

“Jawabnya adalah berubah air dengan segala lumpur dan seumpamanya yang suci-suci tidak hilang kesucian air, sekalipun telah berubah baunya. Maka air itu tetap suci lagi menyucikan. Apabila diobati air dengan obatan-obatan yang disebutkan dalam pertanyaan untuk membeningkannya maka itu adalah salah satu bagian dari kemewahan hanya semata untuk pembersihan bukan untuk pensucian. Tapi dengan syarat obatan tersebut bukan najis. Maka air itu boleh untuk berwudhu dan boleh juga untuk segala bersuci sebelum diberi obat atau sesudah”.

Berdasarkan pemahaman dari literatur di atas maka air PAM itu masih dikategorikan dalam air muthlaq. Jadi Air PAM boleh dipakai bersuci. Karena air PAM dicampurkan kaporit dalamnya semata untuk di obati agar air bening dan bersih. Ini semua bentuk kemewahan kehidupan.

Baca Juga:  Cara Membayar Zakat Fitrah: Niat, Hukum dan Waktu Pelaksanaanya

Sebagaimana dijelaskan dalam kitab di atas, hal ini dibolehkan dan tidak mempengaruhi kesucian air. Maka air PAM boleh dipakai untuk bersuci karena ia menurut Fiqih Syafiiyah masih air mutlak dan suci lagi menyucikan.

Demikianlah uraian ringkas ini semoga bermanfaat bagi saya dan semua pembaca. Wallahu a’lam wa muwafiq ila aqwamial-thariq.

Leave a Reply

Your email address will not be published.