Kitab Al Umm Karya Imam As Syafii, Kitab Induk Madzhab Syafii

kitab al umm

Pecihitam.org – Imam Muhammad Abu Abdullah Muhammad bin Idris asy-Syafi’i al-Muththalibi al-Qurasyi atau lebih dikenali dengan Imam Syafii banyak meninggalkan karya yang menjadi rujukan umat Islam. Kitab beliau yang paling utama dan menjadi pedoman dalam madzhab Syafii ialah Kitab al-Umm (Kitab Induk). Ia dinamakan sedemikian karena boleh dikatakan semua penulisan dalam mazhab Syafii berasal dari kitab ini.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Kitab ini membahas berbagai persoalan lengkap dengan dalil-dalilnya, baik dari al-Qur’an, as-Sunnah, Ijma’ dan Qiyas. Isi kitab ini adalah sebagai bukti keluasan ilmu as-Syafii dalam bidang fiqh. Sedangkan dari sudut yang lain, ia juga dianggap sebagai kitab hadits karena dalil-dalil hadits yang ia kemukakan menggunakan jalur periwayatan tersendiri sebagaimana layaknya kitab-kitab hadits.

Di kalangan ulama terdapat keraguan dan perbedaan pendapat, mengenai penulisan kitab al-Umm, adakah ia ditulis oleh Imam Syafii sendiri atau karya para muridnya. Menurut Ahmad Amin, al-Umm bukanlah karya langsung dari Imam Syafii, namun merupakan karya muridnya yang menerima dari Imam as-Syafii dengan jalan didiktekan ( imlak ). Sedangkan menurut Abu Zahrah dalam al-Umm ada tulisan Imam Syafii sendiri tetapi ada juga tulisan dari muridnya, bahkan ada pula yang berpendapat bahwa dalam al-Umm ada juga tulisan orang ketiga selain Imam Syafii dan ar-Rabi’ ( muridnya ). Akan tetapi menurut riwayat yang masyhur dikatakan bahwa kitab al-Umm merupakan catatan pribadi Imam Syafii, kerana setiap pertanyaan yang diajukan kepadanya ditulis, dijawab dan didiktekan kepada murid-muridnya. Oleh karena itu, ada pula yang mengatakan bahwa kitab itu adalah karya dua orang muridnya iaitu Imam al-Buwaiti dan Imam ar-Rabi’. Pendapat ini dikemukakan oleh Abu Thalib al-Makki.

Baca Juga:  Nadzam Imrithi, Kitab Nadzam dari Matan al-Ajurumiyah

Walau apapun pandangan ulama mengenai kaedah penyusunan kitab al-Umm ini, yang pastinya kitab ini boleh dinisbahkan Imam Syafii karena ia memuatkan pandangan dan pemikirannya dalam bidang hukum berdasarkan riwayat murid-muridnya yang diakui ummah sebagai perawi yang adil dan tsiqah. Sebagaimana kaedah penulisan dan penyusunan hadits Rasulullah saw, yang disusun oleh para muhaddisin berdasarkan riwayat-riwayat yang sahih di sisi mereka.

Dalam menguraikan keterangan-keterangannya, Imam Syafii kadang memakai metode tanya-jawab, dalam arti menguraikan pendapat pihak lain yang diadukan sebagai sebuah pertanyaan, kemudian ditanggapinya dalam bentuk jawaban. Hal itu Nampak seperti ketika ia menolak penggunaan al-istihsan. Pada kesempatan yang lain ia menggunakan metod eskplanasi dalam arti menguraikan secara panjang lebar suatu masalah dengan memberikan penetapan hukumnya berdasarkan prinsip-prinsip yang dianutnya tanpa ada sebuah pertanyaan, hal seperti ini nampak dalam penjelasannya mengenai persoalan-persoalan pernikahan.

Baca Juga:  Kitab Hasyiyah al Bajuri Karya Syaikh Ibrahim al Bajuri

Dalam format kitab al-Umm yang dapat ditemui pada masa sekarang, ada juga yang dicetakkan bersama kitab-kitabnya yang lain dalam satu kitab al-Umm, di antaranya adalah:

  • al-Risalah, mengandungi huraian sumber hukum islam, serta kaedah-kaedah pengistinbatan hukum syarak.
  • Ikhtilaf al-Hadits, berisi keterangan dan penjelasan Imam Syafii atas hadits-hadits yang tampak bertentangan. namun kitab ini juga ada yang dicetak tersendiri
  • Jima’ al-‘Ilmi, berisi pembelaan imam Syafii terhadap Sunnah Nabi Muhammad saw.

Kitab al-Umm ini telah diringkaskan oleh Imam al-Muzani dalam kitabnya bertajuk Mukhtasar al-Muzani. Dua abad kemudian, kitab Mukhtasar al-Muzani ini disyarahkan oleh Imam al-Haramain al-Juwaini dalam kitabnya berjudul Nihayatul Mathlab fi Dirayah al-Mazhab. Salah seorang murid al-Juwaini yaitu Imam al-Ghazali pula meringkaskan kitab gurunya itu lalu diberi tajuk al-Basith. Seterusnya al-Ghazali meringkasnya menjadi kitab al-Wasith, kemudian al-Wasith diringkas pula menjadi kitab al-Wajiz. Kitab al-Wajiz ini diringkas lagi menjadi kitab al-Khulashah.

Baca Juga:  Jangan Baca Kitab Kuning Sebelum Paham Rumus dan Istilahnya!

Bab yang disusun dalam kitab al-Umm hampir sama penempatannya dengan Minhaj al-Talibin atau syarahnya. Kitab ini dikira sebagai asas bagi rujukan ulama’ as-Syafii yang muta’akhkhirin ( terkemudian ). Kitab ini mempunyai syarah (uraian) dan hawasyi (nota tepi) yang sangat banyak. Antaranya ialah Mughni al-Muhtaj oleh al-Khatib as-Syarbini, al-Minhaj wa Syarhuhu oleh Zakaria al-Anshari, Tuhfah al-Muhtaj oleh Ibnu Hajar al-Haitami, Nihayah al-Muhtaj oleh ar-Ramli dan Zad al-Muhtaj fi Syarh al-Minhaj oleh Abdullah bin Hasan Ali Hasan al-Kuhaji. Wallahu’alam Bisshawab

Silahkan download kitab al-Umm pada link di bawah ini:

Kitab Al-Umm Karya Imam Syafii

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *